alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Sidang Korupsi Pasar Manggisan Jilid 2: Tidak Adanya Unsur Kerugian Negara

Digelar dengan Agenda Pembelaan Terdakwa (Pleidoi)

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Kelanjutan sidang kasus korupsi Pasar Manggisan jilid dua kembali digelar dengan agenda pembelaan terdakwa (pleidoi) di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, kemarin (7/9). Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menuntut kedua terdakwa, Agus Salim dan M Hadi Sakti, dengan pidana penjara selama tujuh tahun enam bulan, dikurangi masa tahanan. Selain itu, juga denda sebesar Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Jaksa menilai, kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 2 Ayat (1) junto Pasal 18 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terdakwa Agus Salim melalui penasihat hukumnya, Suryono Pane, mengatakan, pembelaan yang diajukan mengarah pada poin utama tentang tidak adanya unsur kerugian negara. Pane menilai, tidak ada keuntungan pribadi yang dinikmati oleh terdakwa Agus Salim atas proyek itu. Dan penuntut umum tidak bisa membuktikan dugaan ataupun indikasi korupsi atas proyek rehabilitasi pasar senilai Rp 7,8 miliar tersebut. “Jadi, Agus Salim tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi atas dakwaan primer ataupun subsider,” beber Pane.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam pleidoinya, dia meminta majelis hakim membebaskan terdakwa dari dakwaan primer ataupun subsider, sekaligus memulihkan hak-hak terdakwa dan meminta membebankan biaya perkara kepada negara. “Kami lihat sidang berikutnya nanti. Sebenarnya tadi (kemarin, Red) juga pleidoi dari terdakwa M Hadi Sakti, tapi tertunda pekan depan,” sambung Pane.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Kelanjutan sidang kasus korupsi Pasar Manggisan jilid dua kembali digelar dengan agenda pembelaan terdakwa (pleidoi) di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, kemarin (7/9). Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menuntut kedua terdakwa, Agus Salim dan M Hadi Sakti, dengan pidana penjara selama tujuh tahun enam bulan, dikurangi masa tahanan. Selain itu, juga denda sebesar Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Jaksa menilai, kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 2 Ayat (1) junto Pasal 18 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terdakwa Agus Salim melalui penasihat hukumnya, Suryono Pane, mengatakan, pembelaan yang diajukan mengarah pada poin utama tentang tidak adanya unsur kerugian negara. Pane menilai, tidak ada keuntungan pribadi yang dinikmati oleh terdakwa Agus Salim atas proyek itu. Dan penuntut umum tidak bisa membuktikan dugaan ataupun indikasi korupsi atas proyek rehabilitasi pasar senilai Rp 7,8 miliar tersebut. “Jadi, Agus Salim tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi atas dakwaan primer ataupun subsider,” beber Pane.

Dalam pleidoinya, dia meminta majelis hakim membebaskan terdakwa dari dakwaan primer ataupun subsider, sekaligus memulihkan hak-hak terdakwa dan meminta membebankan biaya perkara kepada negara. “Kami lihat sidang berikutnya nanti. Sebenarnya tadi (kemarin, Red) juga pleidoi dari terdakwa M Hadi Sakti, tapi tertunda pekan depan,” sambung Pane.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Kelanjutan sidang kasus korupsi Pasar Manggisan jilid dua kembali digelar dengan agenda pembelaan terdakwa (pleidoi) di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, kemarin (7/9). Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menuntut kedua terdakwa, Agus Salim dan M Hadi Sakti, dengan pidana penjara selama tujuh tahun enam bulan, dikurangi masa tahanan. Selain itu, juga denda sebesar Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Jaksa menilai, kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 2 Ayat (1) junto Pasal 18 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terdakwa Agus Salim melalui penasihat hukumnya, Suryono Pane, mengatakan, pembelaan yang diajukan mengarah pada poin utama tentang tidak adanya unsur kerugian negara. Pane menilai, tidak ada keuntungan pribadi yang dinikmati oleh terdakwa Agus Salim atas proyek itu. Dan penuntut umum tidak bisa membuktikan dugaan ataupun indikasi korupsi atas proyek rehabilitasi pasar senilai Rp 7,8 miliar tersebut. “Jadi, Agus Salim tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi atas dakwaan primer ataupun subsider,” beber Pane.

Dalam pleidoinya, dia meminta majelis hakim membebaskan terdakwa dari dakwaan primer ataupun subsider, sekaligus memulihkan hak-hak terdakwa dan meminta membebankan biaya perkara kepada negara. “Kami lihat sidang berikutnya nanti. Sebenarnya tadi (kemarin, Red) juga pleidoi dari terdakwa M Hadi Sakti, tapi tertunda pekan depan,” sambung Pane.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/