alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Jember Turun Level Dua, Simak Peraturan Baru di Jember

“Ikuti saja sesuai itu, dan apa pun kegiatannya, prokes jangan sampai ditinggalkan.” HENDY SISWANTO - Bupati Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

KEBONAGUNG, RADARJEMBER.ID – Kabar baik datang untuk seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jember terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tercatat ada 15 kabupaten/kota yang turun peringkat ke PPKM level dua. Salah satunya adalah Kabupaten Jember turun level dua.

Bupati Jember Hendy Siswanto bersyukur karena Jember sudah masuk PPKM level dua. Hal ini dia sampaikan saat berada di fasilitas isoter Hotel Kebonagung, kemarin (7/9) siang. Menurut dia, penurunan peringkat tersebut merupakan kenaikan kualitas masyarakat Jember terkait upaya pencegahan yang selama ini dilakukan. “Hal tersebut menunjukkan bahwa kita sudah mulai patuh,” ungkapnya.

Meski demikian, Hendy menerangkan bahwa masih ada tantangan yang harus diraih. Menurut dia, masih ada level satu bahkan kondisi normal. Tentunya, itu perlu perjuangan bersama. Karena itu, pihaknya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Jember yang membantu pemerintah dengan giat menerapkan protokol kesehatan. Harapannya, upaya tersebut istiqamah dilakukan sehingga segera mencapai keadaan normal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada level dua ini, Hendy menerangkan bahwa ada lebih banyak kelonggaran yang diatur pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021. “Ikuti saja sesuai itu, dan apa pun kegiatannya, prokes jangan sampai ditinggalkan,” paparnya. Sebab, tak ada tanda-tanda keberadaan Covid-19 sehingga bisa menjangkit siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

Berdasar Inmendagri, kelonggaran itu di antaranya terdiri atas pelaksanaan kegiatan pada sektor nonesensial diberlakukan 50 persen work from office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin, pasar rakyat yang menjual barang non-kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen, dan jam operasional sampai pukul 18.00 waktu setempat.

Lalu, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucer, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00. Sementara itu, pengaturan teknisnya bakal diatur kemudian hari oleh pemerintah daerah.

- Advertisement -

KEBONAGUNG, RADARJEMBER.ID – Kabar baik datang untuk seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jember terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tercatat ada 15 kabupaten/kota yang turun peringkat ke PPKM level dua. Salah satunya adalah Kabupaten Jember turun level dua.

Bupati Jember Hendy Siswanto bersyukur karena Jember sudah masuk PPKM level dua. Hal ini dia sampaikan saat berada di fasilitas isoter Hotel Kebonagung, kemarin (7/9) siang. Menurut dia, penurunan peringkat tersebut merupakan kenaikan kualitas masyarakat Jember terkait upaya pencegahan yang selama ini dilakukan. “Hal tersebut menunjukkan bahwa kita sudah mulai patuh,” ungkapnya.

Meski demikian, Hendy menerangkan bahwa masih ada tantangan yang harus diraih. Menurut dia, masih ada level satu bahkan kondisi normal. Tentunya, itu perlu perjuangan bersama. Karena itu, pihaknya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Jember yang membantu pemerintah dengan giat menerapkan protokol kesehatan. Harapannya, upaya tersebut istiqamah dilakukan sehingga segera mencapai keadaan normal.

Pada level dua ini, Hendy menerangkan bahwa ada lebih banyak kelonggaran yang diatur pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021. “Ikuti saja sesuai itu, dan apa pun kegiatannya, prokes jangan sampai ditinggalkan,” paparnya. Sebab, tak ada tanda-tanda keberadaan Covid-19 sehingga bisa menjangkit siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

Berdasar Inmendagri, kelonggaran itu di antaranya terdiri atas pelaksanaan kegiatan pada sektor nonesensial diberlakukan 50 persen work from office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin, pasar rakyat yang menjual barang non-kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen, dan jam operasional sampai pukul 18.00 waktu setempat.

Lalu, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucer, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00. Sementara itu, pengaturan teknisnya bakal diatur kemudian hari oleh pemerintah daerah.

KEBONAGUNG, RADARJEMBER.ID – Kabar baik datang untuk seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jember terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tercatat ada 15 kabupaten/kota yang turun peringkat ke PPKM level dua. Salah satunya adalah Kabupaten Jember turun level dua.

Bupati Jember Hendy Siswanto bersyukur karena Jember sudah masuk PPKM level dua. Hal ini dia sampaikan saat berada di fasilitas isoter Hotel Kebonagung, kemarin (7/9) siang. Menurut dia, penurunan peringkat tersebut merupakan kenaikan kualitas masyarakat Jember terkait upaya pencegahan yang selama ini dilakukan. “Hal tersebut menunjukkan bahwa kita sudah mulai patuh,” ungkapnya.

Meski demikian, Hendy menerangkan bahwa masih ada tantangan yang harus diraih. Menurut dia, masih ada level satu bahkan kondisi normal. Tentunya, itu perlu perjuangan bersama. Karena itu, pihaknya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Jember yang membantu pemerintah dengan giat menerapkan protokol kesehatan. Harapannya, upaya tersebut istiqamah dilakukan sehingga segera mencapai keadaan normal.

Pada level dua ini, Hendy menerangkan bahwa ada lebih banyak kelonggaran yang diatur pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021. “Ikuti saja sesuai itu, dan apa pun kegiatannya, prokes jangan sampai ditinggalkan,” paparnya. Sebab, tak ada tanda-tanda keberadaan Covid-19 sehingga bisa menjangkit siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

Berdasar Inmendagri, kelonggaran itu di antaranya terdiri atas pelaksanaan kegiatan pada sektor nonesensial diberlakukan 50 persen work from office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin, pasar rakyat yang menjual barang non-kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen, dan jam operasional sampai pukul 18.00 waktu setempat.

Lalu, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucer, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00. Sementara itu, pengaturan teknisnya bakal diatur kemudian hari oleh pemerintah daerah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/