alexametrics
22 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Ketika Wabup Berkalung Tim Paslon

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Syarat administrasi tiga bakal pasangan cabup-cawabup dinyatakan lengkap oleh KPU Jember. Ketiganya masih harus menjalani tes kesehatan untuk bisa lolos menjadi pasangan calon.

Nah, di balik prosesi pendaftaran yang belum lama terjadi, nama Wakil Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief manjadi sorotan publik. Wabup Muqit menjadi perbincangan hangat lantaran terlibat dalam proses pendaftaran bakal cabup-cawabup Faida-Vian. Pada hari Minggu (6/9), dirinya datang bersama sang istri mengantar atau mendampingi bakal calon di KPU Jember. Bahkan, kehadirannya juga ikut masuk mendampingi pasangan calon (paslon) saat prosesi pendaftaran.

Kehadiran Muqit sontak menimbulkan sejumlah pertanyaan. Apakah Muqit datang sebagai Wakil Bupati Jember atau datang sebagai tim pemenangan Faida-Vian? Apakah Muqit melakukan pelanggaran pilkada atau justru diperkenankan berdasar peraturan hukum.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat Kiai Muqit dikonfirmasi, dirinya hanya memberikan jawaban secara politis nan singkat. Kendati demikian, dia datang di Kantor KPU Jember dengan berkalungkan sebagai ‘tim paslon’.  Sekali pun jawaban yang diberikan politis, kalung yang dipakainya menjadi bukti bisu, yakni tim paslon. “Nggak, saya hanya rakyat biasa,” ucap Kiai Muqit saat berada di KPU Jember, Minggu (6/9).

Bakal Cabup Faida yang ditanya terkait kehadiran Kiai Muqit juga memberikan jawaban politis, tetapi maksudnya cukup jelas. Menurutnya, komitmen perjuangan bersama Muqit tetap terjadi hingga pendaftarannya bersama Vian. Faida sangat menghormati keputusan Muqit yang tidak mencalonkan lagi dan akan mengurus pondok pesantren.

Pasangan Faida-Vian pun, menurut Faida, atas restu dan runding bersama Kiai Muqit. “Komitmen itulah, Kiai Muqit dan Ibu Nyai hadir di sini memberikan dukungan moril. Kiai Muqit ini pada posisi saudara, keluarga,” beber Faida.

Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in mengungkap, KPU Jember memiliki kapasitas sebagai penyelenggara pilkada, termasuk saat membuka pendaftaran paslon. Untuk itu, siapa saja yang hadir sepanjang itu adalah paslon serta tim dari paslon, maka diperkenankan mendampingi pendaftaran.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Syarat administrasi tiga bakal pasangan cabup-cawabup dinyatakan lengkap oleh KPU Jember. Ketiganya masih harus menjalani tes kesehatan untuk bisa lolos menjadi pasangan calon.

Nah, di balik prosesi pendaftaran yang belum lama terjadi, nama Wakil Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief manjadi sorotan publik. Wabup Muqit menjadi perbincangan hangat lantaran terlibat dalam proses pendaftaran bakal cabup-cawabup Faida-Vian. Pada hari Minggu (6/9), dirinya datang bersama sang istri mengantar atau mendampingi bakal calon di KPU Jember. Bahkan, kehadirannya juga ikut masuk mendampingi pasangan calon (paslon) saat prosesi pendaftaran.

Kehadiran Muqit sontak menimbulkan sejumlah pertanyaan. Apakah Muqit datang sebagai Wakil Bupati Jember atau datang sebagai tim pemenangan Faida-Vian? Apakah Muqit melakukan pelanggaran pilkada atau justru diperkenankan berdasar peraturan hukum.

Saat Kiai Muqit dikonfirmasi, dirinya hanya memberikan jawaban secara politis nan singkat. Kendati demikian, dia datang di Kantor KPU Jember dengan berkalungkan sebagai ‘tim paslon’.  Sekali pun jawaban yang diberikan politis, kalung yang dipakainya menjadi bukti bisu, yakni tim paslon. “Nggak, saya hanya rakyat biasa,” ucap Kiai Muqit saat berada di KPU Jember, Minggu (6/9).

Bakal Cabup Faida yang ditanya terkait kehadiran Kiai Muqit juga memberikan jawaban politis, tetapi maksudnya cukup jelas. Menurutnya, komitmen perjuangan bersama Muqit tetap terjadi hingga pendaftarannya bersama Vian. Faida sangat menghormati keputusan Muqit yang tidak mencalonkan lagi dan akan mengurus pondok pesantren.

Pasangan Faida-Vian pun, menurut Faida, atas restu dan runding bersama Kiai Muqit. “Komitmen itulah, Kiai Muqit dan Ibu Nyai hadir di sini memberikan dukungan moril. Kiai Muqit ini pada posisi saudara, keluarga,” beber Faida.

Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in mengungkap, KPU Jember memiliki kapasitas sebagai penyelenggara pilkada, termasuk saat membuka pendaftaran paslon. Untuk itu, siapa saja yang hadir sepanjang itu adalah paslon serta tim dari paslon, maka diperkenankan mendampingi pendaftaran.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Syarat administrasi tiga bakal pasangan cabup-cawabup dinyatakan lengkap oleh KPU Jember. Ketiganya masih harus menjalani tes kesehatan untuk bisa lolos menjadi pasangan calon.

Nah, di balik prosesi pendaftaran yang belum lama terjadi, nama Wakil Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief manjadi sorotan publik. Wabup Muqit menjadi perbincangan hangat lantaran terlibat dalam proses pendaftaran bakal cabup-cawabup Faida-Vian. Pada hari Minggu (6/9), dirinya datang bersama sang istri mengantar atau mendampingi bakal calon di KPU Jember. Bahkan, kehadirannya juga ikut masuk mendampingi pasangan calon (paslon) saat prosesi pendaftaran.

Kehadiran Muqit sontak menimbulkan sejumlah pertanyaan. Apakah Muqit datang sebagai Wakil Bupati Jember atau datang sebagai tim pemenangan Faida-Vian? Apakah Muqit melakukan pelanggaran pilkada atau justru diperkenankan berdasar peraturan hukum.

Saat Kiai Muqit dikonfirmasi, dirinya hanya memberikan jawaban secara politis nan singkat. Kendati demikian, dia datang di Kantor KPU Jember dengan berkalungkan sebagai ‘tim paslon’.  Sekali pun jawaban yang diberikan politis, kalung yang dipakainya menjadi bukti bisu, yakni tim paslon. “Nggak, saya hanya rakyat biasa,” ucap Kiai Muqit saat berada di KPU Jember, Minggu (6/9).

Bakal Cabup Faida yang ditanya terkait kehadiran Kiai Muqit juga memberikan jawaban politis, tetapi maksudnya cukup jelas. Menurutnya, komitmen perjuangan bersama Muqit tetap terjadi hingga pendaftarannya bersama Vian. Faida sangat menghormati keputusan Muqit yang tidak mencalonkan lagi dan akan mengurus pondok pesantren.

Pasangan Faida-Vian pun, menurut Faida, atas restu dan runding bersama Kiai Muqit. “Komitmen itulah, Kiai Muqit dan Ibu Nyai hadir di sini memberikan dukungan moril. Kiai Muqit ini pada posisi saudara, keluarga,” beber Faida.

Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in mengungkap, KPU Jember memiliki kapasitas sebagai penyelenggara pilkada, termasuk saat membuka pendaftaran paslon. Untuk itu, siapa saja yang hadir sepanjang itu adalah paslon serta tim dari paslon, maka diperkenankan mendampingi pendaftaran.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/