alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Bikin Keripik Pisang Bertema Keberagaman

Berlatar belakang berbeda tapi bernasib sama: terdampak pandemi. Hal ini mendorong perhatian sejumlah ibu rumah tangga di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari. Mereka kompak membentuk kelompok dengan misi khusus meringankan beban suami mereka, dengan cara berwirausaha.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wanita memang serba bisa. Mereka seperti tak kehabisan akal dan memiliki berbagai cara saat situasi sulit. Seperti pada momen pandemi belakangan ini, yang membuat para suami yang memiliki pekerjaan serabutan atau buruh, harus kelimpungan memenuhi perekonomian keluarga.

Salah satunya adalah para wanita tangguh di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari. Mereka tak lantas berdiam diri. Justru sebaliknya, mereka kompak secara bahu-membahu menambal penghasilan suami dengan berwirausaha, yakni membuat keripik pisang.

Para ibu rumah tangga itu mengaku memang tidak memiliki kesibukan lain selain mengurus rumah tangga, anak, atau suami mereka. Biasanya mereka memiliki jadwal rutin bertemu tiap seminggu sekali di hari Rabu untuk membuat keripik pisang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam sebuah dapur milik Wagimah, warga Dusun Krajan Kidul, Desa Sukoreno, mereka terlihat sibuk. Di sana sini bertebaran buah-buah pisang dari berbagai jenis. Ada yang sudah dikupas, ada yang sedang digoreng, juga ada yang sudah dikemas.

Pisang yang biasa tumbuh di pekarangan dan pelataran milik warga sekitar itu tidak dibiarkan begitu saja oleh wanita-wanita tangguh tersebut. Mereka membelinya, lalu diolah untuk meningkatkan nilai jualnya. Lumayan, bisa untuk penghasilan tambahan keluarga.

Aksi para ibu itu bukan kali pertama, namun sudah diawali sejak Juli lalu. Hasilnya mungkin tak seberapa. Namun bagi mereka, yang penting berkelanjutan dan bisa sama-sama bersinergi dengan ibu-ibu lainnya. “Target kita kan ingin memberdayakan dan membantu perekonomian keluarga ibu-ibu di sini,” kata Wagimah, koordinator ibu-ibu pembuat keripik pisang itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wanita memang serba bisa. Mereka seperti tak kehabisan akal dan memiliki berbagai cara saat situasi sulit. Seperti pada momen pandemi belakangan ini, yang membuat para suami yang memiliki pekerjaan serabutan atau buruh, harus kelimpungan memenuhi perekonomian keluarga.

Salah satunya adalah para wanita tangguh di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari. Mereka tak lantas berdiam diri. Justru sebaliknya, mereka kompak secara bahu-membahu menambal penghasilan suami dengan berwirausaha, yakni membuat keripik pisang.

Para ibu rumah tangga itu mengaku memang tidak memiliki kesibukan lain selain mengurus rumah tangga, anak, atau suami mereka. Biasanya mereka memiliki jadwal rutin bertemu tiap seminggu sekali di hari Rabu untuk membuat keripik pisang.

Dalam sebuah dapur milik Wagimah, warga Dusun Krajan Kidul, Desa Sukoreno, mereka terlihat sibuk. Di sana sini bertebaran buah-buah pisang dari berbagai jenis. Ada yang sudah dikupas, ada yang sedang digoreng, juga ada yang sudah dikemas.

Pisang yang biasa tumbuh di pekarangan dan pelataran milik warga sekitar itu tidak dibiarkan begitu saja oleh wanita-wanita tangguh tersebut. Mereka membelinya, lalu diolah untuk meningkatkan nilai jualnya. Lumayan, bisa untuk penghasilan tambahan keluarga.

Aksi para ibu itu bukan kali pertama, namun sudah diawali sejak Juli lalu. Hasilnya mungkin tak seberapa. Namun bagi mereka, yang penting berkelanjutan dan bisa sama-sama bersinergi dengan ibu-ibu lainnya. “Target kita kan ingin memberdayakan dan membantu perekonomian keluarga ibu-ibu di sini,” kata Wagimah, koordinator ibu-ibu pembuat keripik pisang itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wanita memang serba bisa. Mereka seperti tak kehabisan akal dan memiliki berbagai cara saat situasi sulit. Seperti pada momen pandemi belakangan ini, yang membuat para suami yang memiliki pekerjaan serabutan atau buruh, harus kelimpungan memenuhi perekonomian keluarga.

Salah satunya adalah para wanita tangguh di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari. Mereka tak lantas berdiam diri. Justru sebaliknya, mereka kompak secara bahu-membahu menambal penghasilan suami dengan berwirausaha, yakni membuat keripik pisang.

Para ibu rumah tangga itu mengaku memang tidak memiliki kesibukan lain selain mengurus rumah tangga, anak, atau suami mereka. Biasanya mereka memiliki jadwal rutin bertemu tiap seminggu sekali di hari Rabu untuk membuat keripik pisang.

Dalam sebuah dapur milik Wagimah, warga Dusun Krajan Kidul, Desa Sukoreno, mereka terlihat sibuk. Di sana sini bertebaran buah-buah pisang dari berbagai jenis. Ada yang sudah dikupas, ada yang sedang digoreng, juga ada yang sudah dikemas.

Pisang yang biasa tumbuh di pekarangan dan pelataran milik warga sekitar itu tidak dibiarkan begitu saja oleh wanita-wanita tangguh tersebut. Mereka membelinya, lalu diolah untuk meningkatkan nilai jualnya. Lumayan, bisa untuk penghasilan tambahan keluarga.

Aksi para ibu itu bukan kali pertama, namun sudah diawali sejak Juli lalu. Hasilnya mungkin tak seberapa. Namun bagi mereka, yang penting berkelanjutan dan bisa sama-sama bersinergi dengan ibu-ibu lainnya. “Target kita kan ingin memberdayakan dan membantu perekonomian keluarga ibu-ibu di sini,” kata Wagimah, koordinator ibu-ibu pembuat keripik pisang itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/