alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Waspada Gelombang Setinggi 6 Meter di Pantai Selatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mengimbau kepada masyarakat agar waspada saat di laut. Imbauan utamanya kepada para nelayan Puger dan sekitarnya. Bila perlu, untuk sementara waktu mereka diimbau untuk tidak melaut karena ombak diprediksi tinggi.

Ini Penyebab Hiu Tutul Terdampar di Pantai Selatan Jember

Potensi gelombang tinggi yang diprediksi yakni hingga enam meter, utamanya di Laut Jawa. Imbauan itu dilakukan setelah adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia dalam dua hari ke depan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gelombang tinggi mencapai enam meter terjadi dalam sepekan terakhir di pantai selatan Kabupaten Jember. Pihak BMKG telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

Pola angin wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dengan kecepatan angin berkisar 6–20 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dengan kecepatan angin berkisar 8–25 knot.

Kondisi tersebut membuat pihak BPBD Kabupaten Jember terus melakukan pemantauan di sekitar pantai selatan Jember. Utamanya di perairan Plawangan, Puger, yang merupakan pintu keluar masuk para nelayan. Baik yang menggunakan jukung, perahu, maupun sekoci.

BPBD Jember mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai, Utamanya aktivitas mandi di laut. Serta mengimbau para nelayan untuk sementara waktu tidak mencari ikan di tengah laut. “Hal ini  karena sangat berbahaya bagi keselamatan para nelayan,” ujar Ahmad Roib, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Jember.

“Kami mengimbau, yang pertama kepada nelayan agar tidak melaut. Yang kedua bagi pengunjung mulai dari Pantai Puger hingga Paseban, jangan mandi di laut,” ujarnya. Apalagi beberapa hari lalu satu nelayan Puger dinyatakan meninggal setelah jukung milik Hanafi terbalik dihantam ombak besar. Dalam peristiwa tersebut, selain nakhoda meninggal, dua anak buah kapal (ABK) selamat.

Jurnalis: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Nur Hariri

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mengimbau kepada masyarakat agar waspada saat di laut. Imbauan utamanya kepada para nelayan Puger dan sekitarnya. Bila perlu, untuk sementara waktu mereka diimbau untuk tidak melaut karena ombak diprediksi tinggi.

Ini Penyebab Hiu Tutul Terdampar di Pantai Selatan Jember

Potensi gelombang tinggi yang diprediksi yakni hingga enam meter, utamanya di Laut Jawa. Imbauan itu dilakukan setelah adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia dalam dua hari ke depan.

Gelombang tinggi mencapai enam meter terjadi dalam sepekan terakhir di pantai selatan Kabupaten Jember. Pihak BMKG telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

Pola angin wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dengan kecepatan angin berkisar 6–20 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dengan kecepatan angin berkisar 8–25 knot.

Kondisi tersebut membuat pihak BPBD Kabupaten Jember terus melakukan pemantauan di sekitar pantai selatan Jember. Utamanya di perairan Plawangan, Puger, yang merupakan pintu keluar masuk para nelayan. Baik yang menggunakan jukung, perahu, maupun sekoci.

BPBD Jember mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai, Utamanya aktivitas mandi di laut. Serta mengimbau para nelayan untuk sementara waktu tidak mencari ikan di tengah laut. “Hal ini  karena sangat berbahaya bagi keselamatan para nelayan,” ujar Ahmad Roib, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Jember.

“Kami mengimbau, yang pertama kepada nelayan agar tidak melaut. Yang kedua bagi pengunjung mulai dari Pantai Puger hingga Paseban, jangan mandi di laut,” ujarnya. Apalagi beberapa hari lalu satu nelayan Puger dinyatakan meninggal setelah jukung milik Hanafi terbalik dihantam ombak besar. Dalam peristiwa tersebut, selain nakhoda meninggal, dua anak buah kapal (ABK) selamat.

Jurnalis: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Nur Hariri

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mengimbau kepada masyarakat agar waspada saat di laut. Imbauan utamanya kepada para nelayan Puger dan sekitarnya. Bila perlu, untuk sementara waktu mereka diimbau untuk tidak melaut karena ombak diprediksi tinggi.

Ini Penyebab Hiu Tutul Terdampar di Pantai Selatan Jember

Potensi gelombang tinggi yang diprediksi yakni hingga enam meter, utamanya di Laut Jawa. Imbauan itu dilakukan setelah adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia dalam dua hari ke depan.

Gelombang tinggi mencapai enam meter terjadi dalam sepekan terakhir di pantai selatan Kabupaten Jember. Pihak BMKG telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

Pola angin wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dengan kecepatan angin berkisar 6–20 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dengan kecepatan angin berkisar 8–25 knot.

Kondisi tersebut membuat pihak BPBD Kabupaten Jember terus melakukan pemantauan di sekitar pantai selatan Jember. Utamanya di perairan Plawangan, Puger, yang merupakan pintu keluar masuk para nelayan. Baik yang menggunakan jukung, perahu, maupun sekoci.

BPBD Jember mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai, Utamanya aktivitas mandi di laut. Serta mengimbau para nelayan untuk sementara waktu tidak mencari ikan di tengah laut. “Hal ini  karena sangat berbahaya bagi keselamatan para nelayan,” ujar Ahmad Roib, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Jember.

“Kami mengimbau, yang pertama kepada nelayan agar tidak melaut. Yang kedua bagi pengunjung mulai dari Pantai Puger hingga Paseban, jangan mandi di laut,” ujarnya. Apalagi beberapa hari lalu satu nelayan Puger dinyatakan meninggal setelah jukung milik Hanafi terbalik dihantam ombak besar. Dalam peristiwa tersebut, selain nakhoda meninggal, dua anak buah kapal (ABK) selamat.

Jurnalis: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/