alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Jember Fashion Carnaval, Kenalkan Beragam Budaya Indonesia hingga Dunia

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, Radar Jember – Penonton Jember Fashion Carnaval (JFC) mendapatkan banyak pelajaran berharga dalam mengenal budaya, baik Indonesia maupun dunia. Sebab, beragam kostum kebudayaan ditampilkan. Itulah yang disajikan dalam gelaran fashion dengan catwalk terpanjang di dunia itu.

BACA JUGA : Karya Desainer Lokal Melenggang ke Jember Fashion Carnaval

Pada hari kedua JFC, kemarin (7/8), beberapa tema kostum ditampilkan setiap talent. Dalam World Kids Carnival (WKC) dibuka dengan defile National Cultural Arts mulai Madurese, kemudian dilanjutkan defile Betawi, dan Sasando, yaitu budaya khas dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, juga ada defile yang menampilkan kostum Garuda dan Mahabharata. Ada juga kostum bertema bangsa Aztec, Poseidon, Kujang, Majapahit, hingga Sriwijaya.

Sementara itu, orang tua talent yang tampil dengan kostum Madurese, Fauzun, menjelaskan, tahun 2022 ini menjadi tahun pertama bagi putrinya mengikuti JFC. Putrinya terpilih sebagai peserta WKC, sangat bersemangat dan berusaha bisa tampil lebih menarik. “Putri saya bernama Nada Zahira, menampilkan defile Madurese dan merupakan siswi dari SDN Sumbersari 2,” ujarnya.

Sebagai seorang penjahit, Fauzun juga sangat kagum kostum buatannya yang dipakai putrinya bisa tampil di event dunia, JFC. “JFC 2022 menjadi ajang untuk memperkenalkan budaya nasional dan internasional. Jadi, saya turut bangga putri saya bisa ikut di acara JFC 2022 ini. Apalagi kostumnya buatan saya sendiri,” ujarnya.

Salah satu peserta JFC 2022 lainnya, Diana Elisa, yang menampilkan defile Aztec, mengaku bangga. “Banyak hal baru yang bisa saya pelajari dari JFC ini. Mulai dari belajar make-up, cara berpakaian, serta bisa sharing dengan para peserta JFC lainnya,” katanya.

Presiden JFC Budi Setiawan menjelaskan, JFC 2022 ini akan menjadi karnaval yang bisa mendunia. “Saya ingin JFC ini dikenal di seluruh pelosok dunia, dan JFC bisa untuk ajang memperkenalkan budaya Indonesia. Sehingga warga dunia bisa mengenal kebudayaan Indonesia dan Jember,” terangnya.

Iwan, sapaan akrabnya, berharap JFC di tahun berikutnya bisa menampilkan defile yang lebih spektakuler dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, tamu yang hadir banyak yang dari dalam negeri maupun luar negeri. (mg1/c2/dwi)

- Advertisement -

JEMBER LOR, Radar Jember – Penonton Jember Fashion Carnaval (JFC) mendapatkan banyak pelajaran berharga dalam mengenal budaya, baik Indonesia maupun dunia. Sebab, beragam kostum kebudayaan ditampilkan. Itulah yang disajikan dalam gelaran fashion dengan catwalk terpanjang di dunia itu.

BACA JUGA : Karya Desainer Lokal Melenggang ke Jember Fashion Carnaval

Pada hari kedua JFC, kemarin (7/8), beberapa tema kostum ditampilkan setiap talent. Dalam World Kids Carnival (WKC) dibuka dengan defile National Cultural Arts mulai Madurese, kemudian dilanjutkan defile Betawi, dan Sasando, yaitu budaya khas dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, juga ada defile yang menampilkan kostum Garuda dan Mahabharata. Ada juga kostum bertema bangsa Aztec, Poseidon, Kujang, Majapahit, hingga Sriwijaya.

Sementara itu, orang tua talent yang tampil dengan kostum Madurese, Fauzun, menjelaskan, tahun 2022 ini menjadi tahun pertama bagi putrinya mengikuti JFC. Putrinya terpilih sebagai peserta WKC, sangat bersemangat dan berusaha bisa tampil lebih menarik. “Putri saya bernama Nada Zahira, menampilkan defile Madurese dan merupakan siswi dari SDN Sumbersari 2,” ujarnya.

Sebagai seorang penjahit, Fauzun juga sangat kagum kostum buatannya yang dipakai putrinya bisa tampil di event dunia, JFC. “JFC 2022 menjadi ajang untuk memperkenalkan budaya nasional dan internasional. Jadi, saya turut bangga putri saya bisa ikut di acara JFC 2022 ini. Apalagi kostumnya buatan saya sendiri,” ujarnya.

Salah satu peserta JFC 2022 lainnya, Diana Elisa, yang menampilkan defile Aztec, mengaku bangga. “Banyak hal baru yang bisa saya pelajari dari JFC ini. Mulai dari belajar make-up, cara berpakaian, serta bisa sharing dengan para peserta JFC lainnya,” katanya.

Presiden JFC Budi Setiawan menjelaskan, JFC 2022 ini akan menjadi karnaval yang bisa mendunia. “Saya ingin JFC ini dikenal di seluruh pelosok dunia, dan JFC bisa untuk ajang memperkenalkan budaya Indonesia. Sehingga warga dunia bisa mengenal kebudayaan Indonesia dan Jember,” terangnya.

Iwan, sapaan akrabnya, berharap JFC di tahun berikutnya bisa menampilkan defile yang lebih spektakuler dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, tamu yang hadir banyak yang dari dalam negeri maupun luar negeri. (mg1/c2/dwi)

JEMBER LOR, Radar Jember – Penonton Jember Fashion Carnaval (JFC) mendapatkan banyak pelajaran berharga dalam mengenal budaya, baik Indonesia maupun dunia. Sebab, beragam kostum kebudayaan ditampilkan. Itulah yang disajikan dalam gelaran fashion dengan catwalk terpanjang di dunia itu.

BACA JUGA : Karya Desainer Lokal Melenggang ke Jember Fashion Carnaval

Pada hari kedua JFC, kemarin (7/8), beberapa tema kostum ditampilkan setiap talent. Dalam World Kids Carnival (WKC) dibuka dengan defile National Cultural Arts mulai Madurese, kemudian dilanjutkan defile Betawi, dan Sasando, yaitu budaya khas dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, juga ada defile yang menampilkan kostum Garuda dan Mahabharata. Ada juga kostum bertema bangsa Aztec, Poseidon, Kujang, Majapahit, hingga Sriwijaya.

Sementara itu, orang tua talent yang tampil dengan kostum Madurese, Fauzun, menjelaskan, tahun 2022 ini menjadi tahun pertama bagi putrinya mengikuti JFC. Putrinya terpilih sebagai peserta WKC, sangat bersemangat dan berusaha bisa tampil lebih menarik. “Putri saya bernama Nada Zahira, menampilkan defile Madurese dan merupakan siswi dari SDN Sumbersari 2,” ujarnya.

Sebagai seorang penjahit, Fauzun juga sangat kagum kostum buatannya yang dipakai putrinya bisa tampil di event dunia, JFC. “JFC 2022 menjadi ajang untuk memperkenalkan budaya nasional dan internasional. Jadi, saya turut bangga putri saya bisa ikut di acara JFC 2022 ini. Apalagi kostumnya buatan saya sendiri,” ujarnya.

Salah satu peserta JFC 2022 lainnya, Diana Elisa, yang menampilkan defile Aztec, mengaku bangga. “Banyak hal baru yang bisa saya pelajari dari JFC ini. Mulai dari belajar make-up, cara berpakaian, serta bisa sharing dengan para peserta JFC lainnya,” katanya.

Presiden JFC Budi Setiawan menjelaskan, JFC 2022 ini akan menjadi karnaval yang bisa mendunia. “Saya ingin JFC ini dikenal di seluruh pelosok dunia, dan JFC bisa untuk ajang memperkenalkan budaya Indonesia. Sehingga warga dunia bisa mengenal kebudayaan Indonesia dan Jember,” terangnya.

Iwan, sapaan akrabnya, berharap JFC di tahun berikutnya bisa menampilkan defile yang lebih spektakuler dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, tamu yang hadir banyak yang dari dalam negeri maupun luar negeri. (mg1/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/