alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Kesulitan Salurkan Pemain

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR, RADARJEMBER.ID – TAK hanya kekurangan wadah untuk turnamen usia dini. Sekolah sepak bola (SSB) juga mengalami berbagai imbas apabila turnamen usia dini sepak bola Indonesia tidak digelar tahun ini. Sebab, mereka membina pemain junior, dengan tujuan dapat menyalurkan pemainnya dalam sebuah turnamen.

Latihan rutin di SSB tentu bermuara pada laga dalam kompetisi atau turnamen resmi. Ketidakjelasan turnamen junior dalam kondisi saat ini pun membuat seluruh SSB kelimpungan. Otomatis, penyaluran bakat-bakat potensial dari SSB pun terhenti untuk sementara waktu.

Salah satu SSB di Jember pun buka suara terkait hal itu. Denny Ariyanto, owner Denny Soccer Academy (DSA), mengatakan, kejuaraan bagi pesepak bola junior adalah sangat penting. “Saya rasa sepak bola khusus usia dini harus tetap jalan walau hanya latihan atau event kecil berbentuk latihan bersama. Mungkin fokus kami tetap pembentukan skill dan mental, walaupun tidak didapatkan dari turnamen, karena memang kondisi Covid-19,” tutur Denny.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya menyebut, kondisi seperti ini menjadi ujian bagi para pembina usia dini. Bagaimana cara mereka tetap menjaga minat bakat anak asuhnya. “Bagaimana caranya tetap menjaga walaupun kami terkendala motivasi anak sering menurun, karena memang tidak ada event atau kompetisi,” imbuhnya.

- Advertisement -

RADAR, RADARJEMBER.ID – TAK hanya kekurangan wadah untuk turnamen usia dini. Sekolah sepak bola (SSB) juga mengalami berbagai imbas apabila turnamen usia dini sepak bola Indonesia tidak digelar tahun ini. Sebab, mereka membina pemain junior, dengan tujuan dapat menyalurkan pemainnya dalam sebuah turnamen.

Latihan rutin di SSB tentu bermuara pada laga dalam kompetisi atau turnamen resmi. Ketidakjelasan turnamen junior dalam kondisi saat ini pun membuat seluruh SSB kelimpungan. Otomatis, penyaluran bakat-bakat potensial dari SSB pun terhenti untuk sementara waktu.

Salah satu SSB di Jember pun buka suara terkait hal itu. Denny Ariyanto, owner Denny Soccer Academy (DSA), mengatakan, kejuaraan bagi pesepak bola junior adalah sangat penting. “Saya rasa sepak bola khusus usia dini harus tetap jalan walau hanya latihan atau event kecil berbentuk latihan bersama. Mungkin fokus kami tetap pembentukan skill dan mental, walaupun tidak didapatkan dari turnamen, karena memang kondisi Covid-19,” tutur Denny.

Dirinya menyebut, kondisi seperti ini menjadi ujian bagi para pembina usia dini. Bagaimana cara mereka tetap menjaga minat bakat anak asuhnya. “Bagaimana caranya tetap menjaga walaupun kami terkendala motivasi anak sering menurun, karena memang tidak ada event atau kompetisi,” imbuhnya.

RADAR, RADARJEMBER.ID – TAK hanya kekurangan wadah untuk turnamen usia dini. Sekolah sepak bola (SSB) juga mengalami berbagai imbas apabila turnamen usia dini sepak bola Indonesia tidak digelar tahun ini. Sebab, mereka membina pemain junior, dengan tujuan dapat menyalurkan pemainnya dalam sebuah turnamen.

Latihan rutin di SSB tentu bermuara pada laga dalam kompetisi atau turnamen resmi. Ketidakjelasan turnamen junior dalam kondisi saat ini pun membuat seluruh SSB kelimpungan. Otomatis, penyaluran bakat-bakat potensial dari SSB pun terhenti untuk sementara waktu.

Salah satu SSB di Jember pun buka suara terkait hal itu. Denny Ariyanto, owner Denny Soccer Academy (DSA), mengatakan, kejuaraan bagi pesepak bola junior adalah sangat penting. “Saya rasa sepak bola khusus usia dini harus tetap jalan walau hanya latihan atau event kecil berbentuk latihan bersama. Mungkin fokus kami tetap pembentukan skill dan mental, walaupun tidak didapatkan dari turnamen, karena memang kondisi Covid-19,” tutur Denny.

Dirinya menyebut, kondisi seperti ini menjadi ujian bagi para pembina usia dini. Bagaimana cara mereka tetap menjaga minat bakat anak asuhnya. “Bagaimana caranya tetap menjaga walaupun kami terkendala motivasi anak sering menurun, karena memang tidak ada event atau kompetisi,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/