alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Wabup Apresiasi Santri Gelar Aksi Damai

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief meminta para santri untuk tetap menemani Pemerintah Kabupaten Jember dengan melakukan kontrol.

“Tetap ditemani, dikontrol sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Jember dan masyarakat Jember,” kata Wabup saat menemui puluhan santri yang menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkab Jember.

Santri yang beraksi Rabu, 07 Agustus 2019, itu tergabung dalam Aliansi Santri Jember. Mereka menyampaikan keprihatinan atas tampilan talent atau pesohor Grand Carnival JFC pada Minggu, 04 Agustus 2019 lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Aksi yang dilakukan para santri itu, menurut Wabup, merupakan bentuk kecintaan terhadap masyarakat Jember.

Lebih dari itu, Wabup menyebut aksi Aliansi Santri Jember itu bentuk penegasan identitas Kabupaten Jember sebagai kota religius.

Karena itu, Wabup memberikan apresiasi atas kehadiran para santri yang menggelar aksi damai tersebut.

Terkait aspirasi para santri, Wabup menjelaskan bahwa Pemkab Jember telah menggelar koordinasi dengan pihak manajemen JFC bersama pengurus PCNU Jember, PCNU Kencong, Muhammadiyah, Al-Irsyad, MUI, LPAI, FPI, dan lainnya.

Dalam pertemuan Selasa, 06 Agustus 2019, itu pihak JFC menyampaikan bahwa masukan-masukan dari para tokoh beberapa tahun lalu sudah menjadi pegangan JFC untuk tetap mempertahankan nilai-nilai ketimuran, dan akan disesuaikan dengan tradisi di Jember.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief meminta para santri untuk tetap menemani Pemerintah Kabupaten Jember dengan melakukan kontrol.

“Tetap ditemani, dikontrol sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Jember dan masyarakat Jember,” kata Wabup saat menemui puluhan santri yang menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkab Jember.

Santri yang beraksi Rabu, 07 Agustus 2019, itu tergabung dalam Aliansi Santri Jember. Mereka menyampaikan keprihatinan atas tampilan talent atau pesohor Grand Carnival JFC pada Minggu, 04 Agustus 2019 lalu.

Aksi yang dilakukan para santri itu, menurut Wabup, merupakan bentuk kecintaan terhadap masyarakat Jember.

Lebih dari itu, Wabup menyebut aksi Aliansi Santri Jember itu bentuk penegasan identitas Kabupaten Jember sebagai kota religius.

Karena itu, Wabup memberikan apresiasi atas kehadiran para santri yang menggelar aksi damai tersebut.

Terkait aspirasi para santri, Wabup menjelaskan bahwa Pemkab Jember telah menggelar koordinasi dengan pihak manajemen JFC bersama pengurus PCNU Jember, PCNU Kencong, Muhammadiyah, Al-Irsyad, MUI, LPAI, FPI, dan lainnya.

Dalam pertemuan Selasa, 06 Agustus 2019, itu pihak JFC menyampaikan bahwa masukan-masukan dari para tokoh beberapa tahun lalu sudah menjadi pegangan JFC untuk tetap mempertahankan nilai-nilai ketimuran, dan akan disesuaikan dengan tradisi di Jember.

RADARJEMBER.ID – Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief meminta para santri untuk tetap menemani Pemerintah Kabupaten Jember dengan melakukan kontrol.

“Tetap ditemani, dikontrol sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Jember dan masyarakat Jember,” kata Wabup saat menemui puluhan santri yang menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkab Jember.

Santri yang beraksi Rabu, 07 Agustus 2019, itu tergabung dalam Aliansi Santri Jember. Mereka menyampaikan keprihatinan atas tampilan talent atau pesohor Grand Carnival JFC pada Minggu, 04 Agustus 2019 lalu.

Aksi yang dilakukan para santri itu, menurut Wabup, merupakan bentuk kecintaan terhadap masyarakat Jember.

Lebih dari itu, Wabup menyebut aksi Aliansi Santri Jember itu bentuk penegasan identitas Kabupaten Jember sebagai kota religius.

Karena itu, Wabup memberikan apresiasi atas kehadiran para santri yang menggelar aksi damai tersebut.

Terkait aspirasi para santri, Wabup menjelaskan bahwa Pemkab Jember telah menggelar koordinasi dengan pihak manajemen JFC bersama pengurus PCNU Jember, PCNU Kencong, Muhammadiyah, Al-Irsyad, MUI, LPAI, FPI, dan lainnya.

Dalam pertemuan Selasa, 06 Agustus 2019, itu pihak JFC menyampaikan bahwa masukan-masukan dari para tokoh beberapa tahun lalu sudah menjadi pegangan JFC untuk tetap mempertahankan nilai-nilai ketimuran, dan akan disesuaikan dengan tradisi di Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/