alexametrics
22.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Wisata TPA Pakusari, Daur Ulang Sampah untuk Spot Foto

Mobile_AP_Rectangle 1

PAKUSARI, Radar Jember – Patung dinosaurus itu berdiri kokoh dengan warna dominan hijau serta gigi taring yang tajam. Namun, jika dilihat dari dekat, dinosaurus itu bukan patung biasa yang dibuat dari semen. Melainkan, dari daur ulang bahan ban bekas.

BACA JUGA : Pemerintah Terus Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional

Selain dinosaurus, ada pula replika kingkong dan motor gede (moge). Kemudian, rumah botol yang terbuat dari botol minuman bekas dan kafe berhiaskan kerajinan dari barang-barang bekas. Spot-spot itu yang kerap dijadikan lokasi berfoto oleh warga. Spot foto itu berada di kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Pakusari di Kecamatan Pakusari.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah vakum selama dua tahun, kini wisata edukasi yang berada di zona pasif TPA Pakusari itu kini mulai aktif lagi menerima kunjungan. Ya, lahan bekas sampah seluas 1,7 hektare itu saat ini membuka kembali kunjungan wisatawan. Spot kekinian, lapak UMKM, masih tersedia di wisata edukasi itu. Terlebih, ditambah taman-taman mini di sekitar spot foto yang tampak asri dan bersih.

Edukasi terhadap pengelolaan sampah menjadi informasi penting yang diberikan kepada pengunjung. Banyaknya sampah dari segala penjuru di Kabupaten Jember sangat disayangkan jika hanya dibiarkan tanpa diolah. Wisata edukasi yang sudah ada sejak tahun 2020 hingga saat ini sukses tertata berkat tim pengolah yang kreatif.

- Advertisement -

PAKUSARI, Radar Jember – Patung dinosaurus itu berdiri kokoh dengan warna dominan hijau serta gigi taring yang tajam. Namun, jika dilihat dari dekat, dinosaurus itu bukan patung biasa yang dibuat dari semen. Melainkan, dari daur ulang bahan ban bekas.

BACA JUGA : Pemerintah Terus Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional

Selain dinosaurus, ada pula replika kingkong dan motor gede (moge). Kemudian, rumah botol yang terbuat dari botol minuman bekas dan kafe berhiaskan kerajinan dari barang-barang bekas. Spot-spot itu yang kerap dijadikan lokasi berfoto oleh warga. Spot foto itu berada di kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Pakusari di Kecamatan Pakusari.

Setelah vakum selama dua tahun, kini wisata edukasi yang berada di zona pasif TPA Pakusari itu kini mulai aktif lagi menerima kunjungan. Ya, lahan bekas sampah seluas 1,7 hektare itu saat ini membuka kembali kunjungan wisatawan. Spot kekinian, lapak UMKM, masih tersedia di wisata edukasi itu. Terlebih, ditambah taman-taman mini di sekitar spot foto yang tampak asri dan bersih.

Edukasi terhadap pengelolaan sampah menjadi informasi penting yang diberikan kepada pengunjung. Banyaknya sampah dari segala penjuru di Kabupaten Jember sangat disayangkan jika hanya dibiarkan tanpa diolah. Wisata edukasi yang sudah ada sejak tahun 2020 hingga saat ini sukses tertata berkat tim pengolah yang kreatif.

PAKUSARI, Radar Jember – Patung dinosaurus itu berdiri kokoh dengan warna dominan hijau serta gigi taring yang tajam. Namun, jika dilihat dari dekat, dinosaurus itu bukan patung biasa yang dibuat dari semen. Melainkan, dari daur ulang bahan ban bekas.

BACA JUGA : Pemerintah Terus Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional

Selain dinosaurus, ada pula replika kingkong dan motor gede (moge). Kemudian, rumah botol yang terbuat dari botol minuman bekas dan kafe berhiaskan kerajinan dari barang-barang bekas. Spot-spot itu yang kerap dijadikan lokasi berfoto oleh warga. Spot foto itu berada di kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Pakusari di Kecamatan Pakusari.

Setelah vakum selama dua tahun, kini wisata edukasi yang berada di zona pasif TPA Pakusari itu kini mulai aktif lagi menerima kunjungan. Ya, lahan bekas sampah seluas 1,7 hektare itu saat ini membuka kembali kunjungan wisatawan. Spot kekinian, lapak UMKM, masih tersedia di wisata edukasi itu. Terlebih, ditambah taman-taman mini di sekitar spot foto yang tampak asri dan bersih.

Edukasi terhadap pengelolaan sampah menjadi informasi penting yang diberikan kepada pengunjung. Banyaknya sampah dari segala penjuru di Kabupaten Jember sangat disayangkan jika hanya dibiarkan tanpa diolah. Wisata edukasi yang sudah ada sejak tahun 2020 hingga saat ini sukses tertata berkat tim pengolah yang kreatif.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/