alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Refugia, Cara Alami Tangkal Virus Padi

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR, REDARJEMBER.ID – Gimin, petani Dusun Krajan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, tidak bisa berkutik. Dia heran mengapa padi yang ditanamnya tak kunjung membesar. Tetap kerdil. Akibatnya, potensi gagal panen sudah di depan mata. Di umur tanam 30 hari padi yang dia tanam.

Dia menyebut, padinya bukan terkena hama, melainkan virus. Menurut pencariannya di media sosial, Gimin menduga padinya terkena virus tungro. Dia pun telah mengeluarkan uang untuk membeli obat, tapi tanamannya juga tak kunjung membaik. “Jika seperti ini akan terancam gagal panen. Hitungannya, kerugian jika gagal panen per hektare itu Rp 7 juta,” paparnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab Jember Mad Satuki kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, serangan padi di Tanggul memang disebabkan virus. Namun, bukan akibat virus tungro, melainkan virus kerdil rumput fase dua. “Yang di medsos itu salah, yang benar adalah virus kerdil rumput fase dua. Dan itu juga telah dipantau dan diamati oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Jatim di Tanggul,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari catatan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jember, virus tungro telah menginfeksi lima hektare sawah. “Tapi bukan di Tanggul, serangan virus tungro ada di Ledokombo dan Sukowono. Sedangkan virus kerdil rumput fase dua sementara ini masih kita hitung, berapa luas sawah yang terinfeksi virus tersebut,” jelasnya.

Ada sejumlah perbedaan antara virus tungro dan kerdil rumput fase dua tersebut. Seperti pertumbuhan dan warna. “Kalau tungro itu padi menguning dan tiba-tiba mati. Sedangkan virus kerdil rumput fase dua, padi tidak bisa tumbuh besar. Ya seperti rumput itu, terus kecil dan tidak akan bisa membuahkan padi,” papar Satuki.

Penyebab terjadinya padi terkena virus kerdil rumput fase dua dan tungro adalah wereng. Virus itu dibawa oleh wereng cokelat. Walau sekarang serangan hama wereng di pertanian hampir tidak ada, tapi bekas yang ditimbulkan wereng coklat bisa membuat virus kerdil rumput fase dua.

Sehingga, menurut Satuki, cara mengatasinya diawali dengan memberantas werengnya dulu, bukan virusnya. “Kalau ada wereng ya diberantas werengnya, karena virus itu penyebabnya dari wereng,” katanya.

- Advertisement -

RADAR, REDARJEMBER.ID – Gimin, petani Dusun Krajan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, tidak bisa berkutik. Dia heran mengapa padi yang ditanamnya tak kunjung membesar. Tetap kerdil. Akibatnya, potensi gagal panen sudah di depan mata. Di umur tanam 30 hari padi yang dia tanam.

Dia menyebut, padinya bukan terkena hama, melainkan virus. Menurut pencariannya di media sosial, Gimin menduga padinya terkena virus tungro. Dia pun telah mengeluarkan uang untuk membeli obat, tapi tanamannya juga tak kunjung membaik. “Jika seperti ini akan terancam gagal panen. Hitungannya, kerugian jika gagal panen per hektare itu Rp 7 juta,” paparnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab Jember Mad Satuki kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, serangan padi di Tanggul memang disebabkan virus. Namun, bukan akibat virus tungro, melainkan virus kerdil rumput fase dua. “Yang di medsos itu salah, yang benar adalah virus kerdil rumput fase dua. Dan itu juga telah dipantau dan diamati oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Jatim di Tanggul,” jelasnya.

Dari catatan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jember, virus tungro telah menginfeksi lima hektare sawah. “Tapi bukan di Tanggul, serangan virus tungro ada di Ledokombo dan Sukowono. Sedangkan virus kerdil rumput fase dua sementara ini masih kita hitung, berapa luas sawah yang terinfeksi virus tersebut,” jelasnya.

Ada sejumlah perbedaan antara virus tungro dan kerdil rumput fase dua tersebut. Seperti pertumbuhan dan warna. “Kalau tungro itu padi menguning dan tiba-tiba mati. Sedangkan virus kerdil rumput fase dua, padi tidak bisa tumbuh besar. Ya seperti rumput itu, terus kecil dan tidak akan bisa membuahkan padi,” papar Satuki.

Penyebab terjadinya padi terkena virus kerdil rumput fase dua dan tungro adalah wereng. Virus itu dibawa oleh wereng cokelat. Walau sekarang serangan hama wereng di pertanian hampir tidak ada, tapi bekas yang ditimbulkan wereng coklat bisa membuat virus kerdil rumput fase dua.

Sehingga, menurut Satuki, cara mengatasinya diawali dengan memberantas werengnya dulu, bukan virusnya. “Kalau ada wereng ya diberantas werengnya, karena virus itu penyebabnya dari wereng,” katanya.

RADAR, REDARJEMBER.ID – Gimin, petani Dusun Krajan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, tidak bisa berkutik. Dia heran mengapa padi yang ditanamnya tak kunjung membesar. Tetap kerdil. Akibatnya, potensi gagal panen sudah di depan mata. Di umur tanam 30 hari padi yang dia tanam.

Dia menyebut, padinya bukan terkena hama, melainkan virus. Menurut pencariannya di media sosial, Gimin menduga padinya terkena virus tungro. Dia pun telah mengeluarkan uang untuk membeli obat, tapi tanamannya juga tak kunjung membaik. “Jika seperti ini akan terancam gagal panen. Hitungannya, kerugian jika gagal panen per hektare itu Rp 7 juta,” paparnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab Jember Mad Satuki kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, serangan padi di Tanggul memang disebabkan virus. Namun, bukan akibat virus tungro, melainkan virus kerdil rumput fase dua. “Yang di medsos itu salah, yang benar adalah virus kerdil rumput fase dua. Dan itu juga telah dipantau dan diamati oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Jatim di Tanggul,” jelasnya.

Dari catatan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jember, virus tungro telah menginfeksi lima hektare sawah. “Tapi bukan di Tanggul, serangan virus tungro ada di Ledokombo dan Sukowono. Sedangkan virus kerdil rumput fase dua sementara ini masih kita hitung, berapa luas sawah yang terinfeksi virus tersebut,” jelasnya.

Ada sejumlah perbedaan antara virus tungro dan kerdil rumput fase dua tersebut. Seperti pertumbuhan dan warna. “Kalau tungro itu padi menguning dan tiba-tiba mati. Sedangkan virus kerdil rumput fase dua, padi tidak bisa tumbuh besar. Ya seperti rumput itu, terus kecil dan tidak akan bisa membuahkan padi,” papar Satuki.

Penyebab terjadinya padi terkena virus kerdil rumput fase dua dan tungro adalah wereng. Virus itu dibawa oleh wereng cokelat. Walau sekarang serangan hama wereng di pertanian hampir tidak ada, tapi bekas yang ditimbulkan wereng coklat bisa membuat virus kerdil rumput fase dua.

Sehingga, menurut Satuki, cara mengatasinya diawali dengan memberantas werengnya dulu, bukan virusnya. “Kalau ada wereng ya diberantas werengnya, karena virus itu penyebabnya dari wereng,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/