alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Prestasi Moncer, Baca Alquran Juga Mahir

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR, RADARJEMBER.ID – Pendidikan layaknya seorang ibu, menjadi tempat belajar dan mencari pengalaman tentang kehidupan. Karena hidup tak sendiri, maka perlu belajar bagaimana menata pribadi yang manfaat dan baik untuk banyak orang. Nah, untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan tempat yang tepat. Salah satunya adalah SMA Darus Sholah.

ISNEIN PURNOMO, Kaliwates, Radar Jember

CARA berdialog wanita berusia 27 tahun ini menggambarkan kematangan diri. Kemantapan tersebut bak benteng kokoh yang dibangun bertahun-tahun lamanya. Benar adanya, pribadi tersebut ternyata tumbuh karena lingkungan yang tepat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dialah Icmi Alif Safitri. Alumnus SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember ini telah menyelesaikan studi S-1 di Politeknik Negeri Jember dan S-2 di Universitas Gadjah Mada. “Sekarang, saya menjadi peneliti bidang energi terbarukan UGM,” tutur wanita kelahiran 4 April 1993 itu.

Wanita yang kerap disapa Icmi tersebut menyatakan bisa seperti itu lantaran menjalani pendidikan jenjang sekolah menengah atas (SMA) di tempat yang tepat. Yakni, SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember.

“Darus Sholah memberikan saya banyak soft skill. Misalnya, manajemen waktu, leadership, problem solving, dan decision making. Tentu hal itu sangat bermanfaat bagi saya dalam menapaki fase-fase pasca-SMA dan dalam menyikapi setiap masalah baik dalam lingkungan kerja ataupun keseharian saya,” ungkapnya.

Icmi mengaku merasa nyaman untuk belajar karena jauh dari keramaian. Selain itu, pengajar di SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember lebih juga berperan lebih dari sekadar guru. “Mereka sudah seperti orang tua sendiri. Apalagi kami sebagai santri jauh dari orang tua. Sering kami menceritakan keluh kesah kami, masalah kami di pesantren. Ya karena kami jauh dari orang tua, sosok pengajar,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh alumnus SMA Unggulan BPPT Darus Sholah, Dr Abdillah Fatkhul Wahab SKep Ns MKes. Pria yang menempuh S-1 Keperawatan Bina Sehat Mojokerto tersebut bersyukur karena selama belajar di SMA Unggulan BPPT Darus Sholah, dia dibekali dengan akhlak dan budi pekerti oleh para guru dan ustad selama di pondok.

“Terlebih, saat mengaji dengan pengasuh pondok Alm KH Yusuf Muhammad. Beliau senantiasa mengingatkan kepada para santri, begitu lulus dari pondok, jangan lupa untuk mengajarkan ilmunya kepada keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar,” papar alumnus S-2 Kedokteran Keluarga Universitas Sebelas Maret Solo itu.

Berkat doa orang tua dan berkah dari pengasuh pondok, dirinya bisa mengaplikasikan ilmu agama dan ilmu kesehatan yang saya tekuni selama belajar di berbagai kampus, sekolah, keluarga, dan masyarakat sekitar. “Dan saat ini saya mengabdi sebagai dosen di PTKIN di Jember, yaitu di IAIN Jember,” kata pria yang telah selesai menempuh program S-3 Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga tersebut.

- Advertisement -

RADAR, RADARJEMBER.ID – Pendidikan layaknya seorang ibu, menjadi tempat belajar dan mencari pengalaman tentang kehidupan. Karena hidup tak sendiri, maka perlu belajar bagaimana menata pribadi yang manfaat dan baik untuk banyak orang. Nah, untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan tempat yang tepat. Salah satunya adalah SMA Darus Sholah.

ISNEIN PURNOMO, Kaliwates, Radar Jember

CARA berdialog wanita berusia 27 tahun ini menggambarkan kematangan diri. Kemantapan tersebut bak benteng kokoh yang dibangun bertahun-tahun lamanya. Benar adanya, pribadi tersebut ternyata tumbuh karena lingkungan yang tepat.

Dialah Icmi Alif Safitri. Alumnus SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember ini telah menyelesaikan studi S-1 di Politeknik Negeri Jember dan S-2 di Universitas Gadjah Mada. “Sekarang, saya menjadi peneliti bidang energi terbarukan UGM,” tutur wanita kelahiran 4 April 1993 itu.

Wanita yang kerap disapa Icmi tersebut menyatakan bisa seperti itu lantaran menjalani pendidikan jenjang sekolah menengah atas (SMA) di tempat yang tepat. Yakni, SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember.

“Darus Sholah memberikan saya banyak soft skill. Misalnya, manajemen waktu, leadership, problem solving, dan decision making. Tentu hal itu sangat bermanfaat bagi saya dalam menapaki fase-fase pasca-SMA dan dalam menyikapi setiap masalah baik dalam lingkungan kerja ataupun keseharian saya,” ungkapnya.

Icmi mengaku merasa nyaman untuk belajar karena jauh dari keramaian. Selain itu, pengajar di SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember lebih juga berperan lebih dari sekadar guru. “Mereka sudah seperti orang tua sendiri. Apalagi kami sebagai santri jauh dari orang tua. Sering kami menceritakan keluh kesah kami, masalah kami di pesantren. Ya karena kami jauh dari orang tua, sosok pengajar,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh alumnus SMA Unggulan BPPT Darus Sholah, Dr Abdillah Fatkhul Wahab SKep Ns MKes. Pria yang menempuh S-1 Keperawatan Bina Sehat Mojokerto tersebut bersyukur karena selama belajar di SMA Unggulan BPPT Darus Sholah, dia dibekali dengan akhlak dan budi pekerti oleh para guru dan ustad selama di pondok.

“Terlebih, saat mengaji dengan pengasuh pondok Alm KH Yusuf Muhammad. Beliau senantiasa mengingatkan kepada para santri, begitu lulus dari pondok, jangan lupa untuk mengajarkan ilmunya kepada keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar,” papar alumnus S-2 Kedokteran Keluarga Universitas Sebelas Maret Solo itu.

Berkat doa orang tua dan berkah dari pengasuh pondok, dirinya bisa mengaplikasikan ilmu agama dan ilmu kesehatan yang saya tekuni selama belajar di berbagai kampus, sekolah, keluarga, dan masyarakat sekitar. “Dan saat ini saya mengabdi sebagai dosen di PTKIN di Jember, yaitu di IAIN Jember,” kata pria yang telah selesai menempuh program S-3 Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga tersebut.

RADAR, RADARJEMBER.ID – Pendidikan layaknya seorang ibu, menjadi tempat belajar dan mencari pengalaman tentang kehidupan. Karena hidup tak sendiri, maka perlu belajar bagaimana menata pribadi yang manfaat dan baik untuk banyak orang. Nah, untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan tempat yang tepat. Salah satunya adalah SMA Darus Sholah.

ISNEIN PURNOMO, Kaliwates, Radar Jember

CARA berdialog wanita berusia 27 tahun ini menggambarkan kematangan diri. Kemantapan tersebut bak benteng kokoh yang dibangun bertahun-tahun lamanya. Benar adanya, pribadi tersebut ternyata tumbuh karena lingkungan yang tepat.

Dialah Icmi Alif Safitri. Alumnus SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember ini telah menyelesaikan studi S-1 di Politeknik Negeri Jember dan S-2 di Universitas Gadjah Mada. “Sekarang, saya menjadi peneliti bidang energi terbarukan UGM,” tutur wanita kelahiran 4 April 1993 itu.

Wanita yang kerap disapa Icmi tersebut menyatakan bisa seperti itu lantaran menjalani pendidikan jenjang sekolah menengah atas (SMA) di tempat yang tepat. Yakni, SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember.

“Darus Sholah memberikan saya banyak soft skill. Misalnya, manajemen waktu, leadership, problem solving, dan decision making. Tentu hal itu sangat bermanfaat bagi saya dalam menapaki fase-fase pasca-SMA dan dalam menyikapi setiap masalah baik dalam lingkungan kerja ataupun keseharian saya,” ungkapnya.

Icmi mengaku merasa nyaman untuk belajar karena jauh dari keramaian. Selain itu, pengajar di SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember lebih juga berperan lebih dari sekadar guru. “Mereka sudah seperti orang tua sendiri. Apalagi kami sebagai santri jauh dari orang tua. Sering kami menceritakan keluh kesah kami, masalah kami di pesantren. Ya karena kami jauh dari orang tua, sosok pengajar,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh alumnus SMA Unggulan BPPT Darus Sholah, Dr Abdillah Fatkhul Wahab SKep Ns MKes. Pria yang menempuh S-1 Keperawatan Bina Sehat Mojokerto tersebut bersyukur karena selama belajar di SMA Unggulan BPPT Darus Sholah, dia dibekali dengan akhlak dan budi pekerti oleh para guru dan ustad selama di pondok.

“Terlebih, saat mengaji dengan pengasuh pondok Alm KH Yusuf Muhammad. Beliau senantiasa mengingatkan kepada para santri, begitu lulus dari pondok, jangan lupa untuk mengajarkan ilmunya kepada keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar,” papar alumnus S-2 Kedokteran Keluarga Universitas Sebelas Maret Solo itu.

Berkat doa orang tua dan berkah dari pengasuh pondok, dirinya bisa mengaplikasikan ilmu agama dan ilmu kesehatan yang saya tekuni selama belajar di berbagai kampus, sekolah, keluarga, dan masyarakat sekitar. “Dan saat ini saya mengabdi sebagai dosen di PTKIN di Jember, yaitu di IAIN Jember,” kata pria yang telah selesai menempuh program S-3 Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/