alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Tak Punya Fasilitas, tapi Dapat Emas

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Bakat atlet Jember memang terbukti memiliki keunggulan. Terbatasnya fasilitas tak membuat semangat mereka menurun. Perolehan emas pertama Jember justru didapat cabor non-unggulan. Yakni, sport sepeda.

Cabor sepeda Jember memang berstatus kuda hitam. Namun, satu medali emas diperoleh oleh Abdullah Faqih Putra. Dia menorehkan catatan waktu apik di nomor Putra-MTB Down Hill, (7/7) kemarin, di Bukit Watu Rampit, Tuban.

Faqih berhasil menorehkan catatan waktu 02:39:257. Catatan waktu itu jauh dibandingkan peringkat dua, M. Bima Saputra dari Kota Blitar dan Dois Audi Fikriansyah  dari Kota Malang.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Syukur puji Tuhan. Tim kami kuda hitam, yang sebelumnya tidak diperhitungkan, bisa dapat medali emas, kami sangat bersyukur,” tutur Ricky Suhartono, pelatih dari Infiniteam Jember.

Cabor sport sepeda di Jember memang minim fasilitas dan prasarana. Biasanya, atlet sepeda Jember berlatih di puncak Rembangan. Dengan trek yang tak standar, mereka terus giat berlatih. Bahkan, pola trek baru sampai mereka ubah di Rembangan.

“Semoga dengan dapatnya emas, ada perhatian lebih dari pemkab, KONI, dan Dispora. Jadi, tidak banyak polemik lagi. Karena kami pelaku di lapangan, yang tadinya kami bukan apa-apa, ke depan bisa lebih baik lagi,” paparnya.

Sementara itu, Muhtarom, ofisial cabor sepeda Jember yang mendampingi atletnya, juga optimistis anak asuhnya mampu memberikan hasil yang maksimal.

“Di atas kertas, kami sudah optimistis dia bisa menang mudah. Karena waktu kejurnas kemarin, dia dapat medali perak, kalah dari Bali. Sehingga kalau di level Jatim, dia bisa diandalkan,” ujar Muhtarom, yang juga Sekretaris Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jember. (*)

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Bakat atlet Jember memang terbukti memiliki keunggulan. Terbatasnya fasilitas tak membuat semangat mereka menurun. Perolehan emas pertama Jember justru didapat cabor non-unggulan. Yakni, sport sepeda.

Cabor sepeda Jember memang berstatus kuda hitam. Namun, satu medali emas diperoleh oleh Abdullah Faqih Putra. Dia menorehkan catatan waktu apik di nomor Putra-MTB Down Hill, (7/7) kemarin, di Bukit Watu Rampit, Tuban.

Faqih berhasil menorehkan catatan waktu 02:39:257. Catatan waktu itu jauh dibandingkan peringkat dua, M. Bima Saputra dari Kota Blitar dan Dois Audi Fikriansyah  dari Kota Malang.

“Syukur puji Tuhan. Tim kami kuda hitam, yang sebelumnya tidak diperhitungkan, bisa dapat medali emas, kami sangat bersyukur,” tutur Ricky Suhartono, pelatih dari Infiniteam Jember.

Cabor sport sepeda di Jember memang minim fasilitas dan prasarana. Biasanya, atlet sepeda Jember berlatih di puncak Rembangan. Dengan trek yang tak standar, mereka terus giat berlatih. Bahkan, pola trek baru sampai mereka ubah di Rembangan.

“Semoga dengan dapatnya emas, ada perhatian lebih dari pemkab, KONI, dan Dispora. Jadi, tidak banyak polemik lagi. Karena kami pelaku di lapangan, yang tadinya kami bukan apa-apa, ke depan bisa lebih baik lagi,” paparnya.

Sementara itu, Muhtarom, ofisial cabor sepeda Jember yang mendampingi atletnya, juga optimistis anak asuhnya mampu memberikan hasil yang maksimal.

“Di atas kertas, kami sudah optimistis dia bisa menang mudah. Karena waktu kejurnas kemarin, dia dapat medali perak, kalah dari Bali. Sehingga kalau di level Jatim, dia bisa diandalkan,” ujar Muhtarom, yang juga Sekretaris Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jember. (*)

RADAR JEMBER.ID – Bakat atlet Jember memang terbukti memiliki keunggulan. Terbatasnya fasilitas tak membuat semangat mereka menurun. Perolehan emas pertama Jember justru didapat cabor non-unggulan. Yakni, sport sepeda.

Cabor sepeda Jember memang berstatus kuda hitam. Namun, satu medali emas diperoleh oleh Abdullah Faqih Putra. Dia menorehkan catatan waktu apik di nomor Putra-MTB Down Hill, (7/7) kemarin, di Bukit Watu Rampit, Tuban.

Faqih berhasil menorehkan catatan waktu 02:39:257. Catatan waktu itu jauh dibandingkan peringkat dua, M. Bima Saputra dari Kota Blitar dan Dois Audi Fikriansyah  dari Kota Malang.

“Syukur puji Tuhan. Tim kami kuda hitam, yang sebelumnya tidak diperhitungkan, bisa dapat medali emas, kami sangat bersyukur,” tutur Ricky Suhartono, pelatih dari Infiniteam Jember.

Cabor sport sepeda di Jember memang minim fasilitas dan prasarana. Biasanya, atlet sepeda Jember berlatih di puncak Rembangan. Dengan trek yang tak standar, mereka terus giat berlatih. Bahkan, pola trek baru sampai mereka ubah di Rembangan.

“Semoga dengan dapatnya emas, ada perhatian lebih dari pemkab, KONI, dan Dispora. Jadi, tidak banyak polemik lagi. Karena kami pelaku di lapangan, yang tadinya kami bukan apa-apa, ke depan bisa lebih baik lagi,” paparnya.

Sementara itu, Muhtarom, ofisial cabor sepeda Jember yang mendampingi atletnya, juga optimistis anak asuhnya mampu memberikan hasil yang maksimal.

“Di atas kertas, kami sudah optimistis dia bisa menang mudah. Karena waktu kejurnas kemarin, dia dapat medali perak, kalah dari Bali. Sehingga kalau di level Jatim, dia bisa diandalkan,” ujar Muhtarom, yang juga Sekretaris Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jember. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/