alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Taman Bermain Jadi Serupa Hutan

Dekat Venue Porprov, Bagaimana Pengelolaannya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satu per satu rumput liar itu dicabuti oleh Subandi, salah seorang penjaga venue Lapangan Tenis Kaliwates, belum lama ini. Tak berselang lama, dia mengambil sapu dan mulai mengumpulkan rumput-rumput itu. Saat tumpukan rumput itu sudah menggunung, dia membuangnya di salah satu pekarangan, tak jauh dari lokasi.

Sekilas tampak tak ada yang aneh pada pekarangan itu. Padahal, kenyataannya tempat itu merupakan salah satu aset Pemkab Jember yang sempat booming pada zamannya. “Ada kolamnya,” ungkap pria yang berusia 53 tahun tersebut.

Pada zaman kepemimpinan Bupati Samsul, Subandi menerangkan bahwa ada kolam yang kerap dijadikan sarana pemancingan. “Kalau zaman Bupati MZA Djalal, dijadikan trek motor trail,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, tempat tersebut kini menjadi bangunan usang yang tak dapat dimanfaatkan lagi. Bahkan, tampilannya bikin merinding. Mengingat, dipenuhi dengan semak belukar. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, tanaman liar yang tumbuh di lokasi benar-benar menutupi fisik kolam yang disebutkan oleh Subandi. Yang masih tampak hanyalah salah satu patung kuda di sisi barat, dekat dengan sungai.

Lalu, sejatinya bagaimana nasib salah satu aset pemkab ini? Plt Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Aset di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember Farisa Jamal Taslim menerangkan bahwa lokasi itu merupakan eks taman bermain yang didirikan pada zaman Bupati Samsul. Selanjutnya, terbengkalai di zaman Bupati MZA Djalal.

“Surat-surat aset tempat tersebut sebelumnya masih terpisah,” terangnya. Akibatnya, menjadi kendala tidak bisa segera tereksekusi.

Namun, pria yang akrab disapa Faris itu menerangkan bahwa pihaknya baru bisa menyatukan sertifikat aset itu pada 2013 lalu. “Sertifikat tanahnya menjadi satu, berbarengan dengan lapangan tenis di Kaliwates,” lanjutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satu per satu rumput liar itu dicabuti oleh Subandi, salah seorang penjaga venue Lapangan Tenis Kaliwates, belum lama ini. Tak berselang lama, dia mengambil sapu dan mulai mengumpulkan rumput-rumput itu. Saat tumpukan rumput itu sudah menggunung, dia membuangnya di salah satu pekarangan, tak jauh dari lokasi.

Sekilas tampak tak ada yang aneh pada pekarangan itu. Padahal, kenyataannya tempat itu merupakan salah satu aset Pemkab Jember yang sempat booming pada zamannya. “Ada kolamnya,” ungkap pria yang berusia 53 tahun tersebut.

Pada zaman kepemimpinan Bupati Samsul, Subandi menerangkan bahwa ada kolam yang kerap dijadikan sarana pemancingan. “Kalau zaman Bupati MZA Djalal, dijadikan trek motor trail,” ungkapnya.

Namun, tempat tersebut kini menjadi bangunan usang yang tak dapat dimanfaatkan lagi. Bahkan, tampilannya bikin merinding. Mengingat, dipenuhi dengan semak belukar. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, tanaman liar yang tumbuh di lokasi benar-benar menutupi fisik kolam yang disebutkan oleh Subandi. Yang masih tampak hanyalah salah satu patung kuda di sisi barat, dekat dengan sungai.

Lalu, sejatinya bagaimana nasib salah satu aset pemkab ini? Plt Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Aset di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember Farisa Jamal Taslim menerangkan bahwa lokasi itu merupakan eks taman bermain yang didirikan pada zaman Bupati Samsul. Selanjutnya, terbengkalai di zaman Bupati MZA Djalal.

“Surat-surat aset tempat tersebut sebelumnya masih terpisah,” terangnya. Akibatnya, menjadi kendala tidak bisa segera tereksekusi.

Namun, pria yang akrab disapa Faris itu menerangkan bahwa pihaknya baru bisa menyatukan sertifikat aset itu pada 2013 lalu. “Sertifikat tanahnya menjadi satu, berbarengan dengan lapangan tenis di Kaliwates,” lanjutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satu per satu rumput liar itu dicabuti oleh Subandi, salah seorang penjaga venue Lapangan Tenis Kaliwates, belum lama ini. Tak berselang lama, dia mengambil sapu dan mulai mengumpulkan rumput-rumput itu. Saat tumpukan rumput itu sudah menggunung, dia membuangnya di salah satu pekarangan, tak jauh dari lokasi.

Sekilas tampak tak ada yang aneh pada pekarangan itu. Padahal, kenyataannya tempat itu merupakan salah satu aset Pemkab Jember yang sempat booming pada zamannya. “Ada kolamnya,” ungkap pria yang berusia 53 tahun tersebut.

Pada zaman kepemimpinan Bupati Samsul, Subandi menerangkan bahwa ada kolam yang kerap dijadikan sarana pemancingan. “Kalau zaman Bupati MZA Djalal, dijadikan trek motor trail,” ungkapnya.

Namun, tempat tersebut kini menjadi bangunan usang yang tak dapat dimanfaatkan lagi. Bahkan, tampilannya bikin merinding. Mengingat, dipenuhi dengan semak belukar. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, tanaman liar yang tumbuh di lokasi benar-benar menutupi fisik kolam yang disebutkan oleh Subandi. Yang masih tampak hanyalah salah satu patung kuda di sisi barat, dekat dengan sungai.

Lalu, sejatinya bagaimana nasib salah satu aset pemkab ini? Plt Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Aset di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember Farisa Jamal Taslim menerangkan bahwa lokasi itu merupakan eks taman bermain yang didirikan pada zaman Bupati Samsul. Selanjutnya, terbengkalai di zaman Bupati MZA Djalal.

“Surat-surat aset tempat tersebut sebelumnya masih terpisah,” terangnya. Akibatnya, menjadi kendala tidak bisa segera tereksekusi.

Namun, pria yang akrab disapa Faris itu menerangkan bahwa pihaknya baru bisa menyatukan sertifikat aset itu pada 2013 lalu. “Sertifikat tanahnya menjadi satu, berbarengan dengan lapangan tenis di Kaliwates,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/