alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Dipengaruhi Pola Asuh dan Lingkungan

Mobile_AP_Rectangle 1

Namun, ketika conduct disorder cukup berat dan dukungan keluarga serta lingkungan dirasa kurang, maka perlu diberikan psikofarmaka atau terapi pengobatanuntuk membantu mengurangi gejalanya

Sementara itu, Psikolog Rumah Sakit Bina Sehat, Marisa Selvy menyampaikan, ada berbagai macam faktor penyebab anak melakukan perbuatan melawan hukum atau kriminal. Salah satunya adalah kurangnya kasih sayang orangtua terhadap anak. “Sehingga mereka mencari pemuasan psikologis di luar,” ujarnya.

Selain itu, perempuan yang karib disapa Icha ini juga menjelaskan, lingkungan sosial cukup berpengaruh terhadap perilaku anak. Seorang anak bisa menjadi pelaku kriminal untuk mendapatkan pengakuan dari teman-teman sebayanya. Karena itu, orang tua juga harus memahami lingkungan bermain anak. Tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Mobile_AP_Rectangle 2

Apalagi, banyak aktivitas yang ditonton di dunia maya.Hal ini cukup berbahaya jika yang ditonton bersifat kekerasan, karena secara tidak sadar anak-anak akan menganggap itu sesuatu yang normal. Akibatnya, mereka akan menirunya.Oleh karenanya, orang tua harus tetap mendampingi, termasuk saat anak bermain di mediasosial. “Jadi, sebagai orang tua sekarang juga harus paham teknologi,” terangnya.

Terpisah, dosen Kriminologi Fakultas Hukum Universitas Jember (FH Unej),Dr Fanny Tanuwijaya mengatakan, penyebab anak melakukan tindakan kriminal ke arah kekerasan dengan orang dewasa tentu berbeda. Orang dewasa bisa menentukan jalan hidupnya dengan pertimbangan. Termasuk dalam melakukan tindakan kriminal. Orang dewasa juga paham tindakannya adalah hal yang tidak benar dan bisa dipenjara. Tapi untuk anak itu berbeda, mereka melakukan tindakan kriminal rata-rata terpengaruh terhadap lingkungan.

- Advertisement -

Namun, ketika conduct disorder cukup berat dan dukungan keluarga serta lingkungan dirasa kurang, maka perlu diberikan psikofarmaka atau terapi pengobatanuntuk membantu mengurangi gejalanya

Sementara itu, Psikolog Rumah Sakit Bina Sehat, Marisa Selvy menyampaikan, ada berbagai macam faktor penyebab anak melakukan perbuatan melawan hukum atau kriminal. Salah satunya adalah kurangnya kasih sayang orangtua terhadap anak. “Sehingga mereka mencari pemuasan psikologis di luar,” ujarnya.

Selain itu, perempuan yang karib disapa Icha ini juga menjelaskan, lingkungan sosial cukup berpengaruh terhadap perilaku anak. Seorang anak bisa menjadi pelaku kriminal untuk mendapatkan pengakuan dari teman-teman sebayanya. Karena itu, orang tua juga harus memahami lingkungan bermain anak. Tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Apalagi, banyak aktivitas yang ditonton di dunia maya.Hal ini cukup berbahaya jika yang ditonton bersifat kekerasan, karena secara tidak sadar anak-anak akan menganggap itu sesuatu yang normal. Akibatnya, mereka akan menirunya.Oleh karenanya, orang tua harus tetap mendampingi, termasuk saat anak bermain di mediasosial. “Jadi, sebagai orang tua sekarang juga harus paham teknologi,” terangnya.

Terpisah, dosen Kriminologi Fakultas Hukum Universitas Jember (FH Unej),Dr Fanny Tanuwijaya mengatakan, penyebab anak melakukan tindakan kriminal ke arah kekerasan dengan orang dewasa tentu berbeda. Orang dewasa bisa menentukan jalan hidupnya dengan pertimbangan. Termasuk dalam melakukan tindakan kriminal. Orang dewasa juga paham tindakannya adalah hal yang tidak benar dan bisa dipenjara. Tapi untuk anak itu berbeda, mereka melakukan tindakan kriminal rata-rata terpengaruh terhadap lingkungan.

Namun, ketika conduct disorder cukup berat dan dukungan keluarga serta lingkungan dirasa kurang, maka perlu diberikan psikofarmaka atau terapi pengobatanuntuk membantu mengurangi gejalanya

Sementara itu, Psikolog Rumah Sakit Bina Sehat, Marisa Selvy menyampaikan, ada berbagai macam faktor penyebab anak melakukan perbuatan melawan hukum atau kriminal. Salah satunya adalah kurangnya kasih sayang orangtua terhadap anak. “Sehingga mereka mencari pemuasan psikologis di luar,” ujarnya.

Selain itu, perempuan yang karib disapa Icha ini juga menjelaskan, lingkungan sosial cukup berpengaruh terhadap perilaku anak. Seorang anak bisa menjadi pelaku kriminal untuk mendapatkan pengakuan dari teman-teman sebayanya. Karena itu, orang tua juga harus memahami lingkungan bermain anak. Tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Apalagi, banyak aktivitas yang ditonton di dunia maya.Hal ini cukup berbahaya jika yang ditonton bersifat kekerasan, karena secara tidak sadar anak-anak akan menganggap itu sesuatu yang normal. Akibatnya, mereka akan menirunya.Oleh karenanya, orang tua harus tetap mendampingi, termasuk saat anak bermain di mediasosial. “Jadi, sebagai orang tua sekarang juga harus paham teknologi,” terangnya.

Terpisah, dosen Kriminologi Fakultas Hukum Universitas Jember (FH Unej),Dr Fanny Tanuwijaya mengatakan, penyebab anak melakukan tindakan kriminal ke arah kekerasan dengan orang dewasa tentu berbeda. Orang dewasa bisa menentukan jalan hidupnya dengan pertimbangan. Termasuk dalam melakukan tindakan kriminal. Orang dewasa juga paham tindakannya adalah hal yang tidak benar dan bisa dipenjara. Tapi untuk anak itu berbeda, mereka melakukan tindakan kriminal rata-rata terpengaruh terhadap lingkungan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/