alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Ajarkan Kedisiplinan dan Membentuk Karakter

Pembentukan karakter anak seyogianya dilakukan sedini mungkin. Bakat meniru yang dimiliki setiap anak dapat menjadi motivasi pengembangan kepribadian mereka. Kesenian disebut menjadi salah satu faktor yang berperan penting. Di antaranya mengembangkan kedisiplinan, kreativitas, dan mental anak.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seorang bocah terlihat malu-malu ketika datang ke sebuah sanggar di bilangan Jalan Melon Raya, Kecamatan Patrang. Dia hanya melihat teman sebayanya menari bersama. Sementara itu, seorang bocah yang lain tampak trengginas. Tanpa segan, dia mengikuti setiap gerakan anak-anak yang menari di sanggar tersebut.

Kenangan empat tahun silam ini begitu melekat di benak Fera Nurlaily Idayanti, pemilik Sanggar Cemara Biru di Kecamatan Patrang.Dua bocah yang menjadi siswa di sanggar tari tersebut adalah Cesa dan Ratu. Keduanya memiliki karakter yang berbeda saat kali pertama menjadi siswa di sanggar ini.

“Saat Cesa berumur 2 tahun, dia datang bersama kakaknya yang sudah menjadi siswa di sanggar ini,” tutur Fera. Selama pelatihan tari digelar, kata dia, Cesa hanya diam dan memperhatikan para siswa menari. “Kebetulan waktu itu ada lomba, jadi saya sudah menentukan beberapa anak untuk ikut,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Wanita yang kerap disapa Fera tersebut menerangkan, beberapa hari sebelum pementasan digelar, Cesa tiba-tiba ikut latihan bersama teman-teman yang bakal mengikuti lomba. “Padahal, awalnya dia malu-malu,” tuturnya. Ternyata, Cesa hafal benar dengan gerakan tari yang teman-temannya peragakan. Padahal, selama ini dia hanya duduk diam saat teman-temannya berlatih.

Berbeda dengan Cesa, Fera memaparkan, Ratu justru sebaliknya. Dia merupakan anak yang tak pernah merasa malu jika salah saat menari di atas panggung. Bahkan, tingkahnya seringkali mengundang tawa penonton.“Kini, Cesa dan Ratu sudah berusia sekitar 5 dan 6 tahun,” jelas guru Seni Budaya di SMAN 5 Jember tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seorang bocah terlihat malu-malu ketika datang ke sebuah sanggar di bilangan Jalan Melon Raya, Kecamatan Patrang. Dia hanya melihat teman sebayanya menari bersama. Sementara itu, seorang bocah yang lain tampak trengginas. Tanpa segan, dia mengikuti setiap gerakan anak-anak yang menari di sanggar tersebut.

Kenangan empat tahun silam ini begitu melekat di benak Fera Nurlaily Idayanti, pemilik Sanggar Cemara Biru di Kecamatan Patrang.Dua bocah yang menjadi siswa di sanggar tari tersebut adalah Cesa dan Ratu. Keduanya memiliki karakter yang berbeda saat kali pertama menjadi siswa di sanggar ini.

“Saat Cesa berumur 2 tahun, dia datang bersama kakaknya yang sudah menjadi siswa di sanggar ini,” tutur Fera. Selama pelatihan tari digelar, kata dia, Cesa hanya diam dan memperhatikan para siswa menari. “Kebetulan waktu itu ada lomba, jadi saya sudah menentukan beberapa anak untuk ikut,” imbuhnya.

Wanita yang kerap disapa Fera tersebut menerangkan, beberapa hari sebelum pementasan digelar, Cesa tiba-tiba ikut latihan bersama teman-teman yang bakal mengikuti lomba. “Padahal, awalnya dia malu-malu,” tuturnya. Ternyata, Cesa hafal benar dengan gerakan tari yang teman-temannya peragakan. Padahal, selama ini dia hanya duduk diam saat teman-temannya berlatih.

Berbeda dengan Cesa, Fera memaparkan, Ratu justru sebaliknya. Dia merupakan anak yang tak pernah merasa malu jika salah saat menari di atas panggung. Bahkan, tingkahnya seringkali mengundang tawa penonton.“Kini, Cesa dan Ratu sudah berusia sekitar 5 dan 6 tahun,” jelas guru Seni Budaya di SMAN 5 Jember tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seorang bocah terlihat malu-malu ketika datang ke sebuah sanggar di bilangan Jalan Melon Raya, Kecamatan Patrang. Dia hanya melihat teman sebayanya menari bersama. Sementara itu, seorang bocah yang lain tampak trengginas. Tanpa segan, dia mengikuti setiap gerakan anak-anak yang menari di sanggar tersebut.

Kenangan empat tahun silam ini begitu melekat di benak Fera Nurlaily Idayanti, pemilik Sanggar Cemara Biru di Kecamatan Patrang.Dua bocah yang menjadi siswa di sanggar tari tersebut adalah Cesa dan Ratu. Keduanya memiliki karakter yang berbeda saat kali pertama menjadi siswa di sanggar ini.

“Saat Cesa berumur 2 tahun, dia datang bersama kakaknya yang sudah menjadi siswa di sanggar ini,” tutur Fera. Selama pelatihan tari digelar, kata dia, Cesa hanya diam dan memperhatikan para siswa menari. “Kebetulan waktu itu ada lomba, jadi saya sudah menentukan beberapa anak untuk ikut,” imbuhnya.

Wanita yang kerap disapa Fera tersebut menerangkan, beberapa hari sebelum pementasan digelar, Cesa tiba-tiba ikut latihan bersama teman-teman yang bakal mengikuti lomba. “Padahal, awalnya dia malu-malu,” tuturnya. Ternyata, Cesa hafal benar dengan gerakan tari yang teman-temannya peragakan. Padahal, selama ini dia hanya duduk diam saat teman-temannya berlatih.

Berbeda dengan Cesa, Fera memaparkan, Ratu justru sebaliknya. Dia merupakan anak yang tak pernah merasa malu jika salah saat menari di atas panggung. Bahkan, tingkahnya seringkali mengundang tawa penonton.“Kini, Cesa dan Ratu sudah berusia sekitar 5 dan 6 tahun,” jelas guru Seni Budaya di SMAN 5 Jember tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/