alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Bisa Dilacak dari Jejak Digital

Distribusi Pelampung Tanggung Jawab Dinas Perikanan

Mobile_AP_Rectangle 1

Pasca-pengadaan pelampung dilakukan, Mirfano yang bertanggung jawab karena menjadi pejabat di atas Kabag Pembangunan yang saat itu kosong, selanjutnya menyerahkan 55 ribu pelampung kepada dinas perikanan. “Diserahkan ke Dinas Perikanan (saat itu Murtado) sebagai barang persediaan dan selanjutnya menjadi tanggung jawab Dinas Perikanan,” ucapnya.

Ditanya terkait mengapa ribuan pelampung belum dibagikan, Mirfano menyebut, tanggung jawabnya bersama para kasubag di bagian pembangunan sebatas proses pengadaan pelampung. “Distribusi life jacket sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Perikanan,” ungkapnya.

Berkaitan dengan adanya proyek cetak branding pada pelampung, menurut Mirfano, sudah tidak menjadi tanggung jawabnya lagi. Branding pelampung dengan anggaran tahun 2019 yang mencapai Rp 1,9 miliar berada di Dinas Perikanan. “Untuk pengadaan branding, itu bukan saya lagi, langsung di Dinas Perikanan,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember Gatot Triyono menyampaikan, life jacket yang ramai setelah disidak (inspeksi mendadak) Pansus DPRD tersebut tidak pernah disembunyikan. Pelampung tersebut, menurutnya, belum dibagikan karena lelang pada branding pelampung baru selesai akhir 2019. “Terdapat peralihan kepemimpinan di struktur Dinas Perikanan, sehingga belum dibagikan. Pak Sandi sebagai Plt Dinas Perikanan baru Februari yang lalu,” ucapnya.

Gatot menyebut, sebanyak 55 ribu life jacket tersebut nantinya akan didistribusikan kepada nelayan. Proses pendistribusiannya akan dilakukan dinas perikanan dengan tepat sasaran. “Meluruskan jumlah pelampung, bahwa ada dua jenis pelampung. Rinciannya, pelampung di dalam 2.200 kardus berisi 22 ribu unit, sedangkan pelampung di luar kardus sebanyak 6.600 ikat atau 33 ribu unit. Jadi, semua ada 55 ribu pelampung,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Pasca-pengadaan pelampung dilakukan, Mirfano yang bertanggung jawab karena menjadi pejabat di atas Kabag Pembangunan yang saat itu kosong, selanjutnya menyerahkan 55 ribu pelampung kepada dinas perikanan. “Diserahkan ke Dinas Perikanan (saat itu Murtado) sebagai barang persediaan dan selanjutnya menjadi tanggung jawab Dinas Perikanan,” ucapnya.

Ditanya terkait mengapa ribuan pelampung belum dibagikan, Mirfano menyebut, tanggung jawabnya bersama para kasubag di bagian pembangunan sebatas proses pengadaan pelampung. “Distribusi life jacket sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Perikanan,” ungkapnya.

Berkaitan dengan adanya proyek cetak branding pada pelampung, menurut Mirfano, sudah tidak menjadi tanggung jawabnya lagi. Branding pelampung dengan anggaran tahun 2019 yang mencapai Rp 1,9 miliar berada di Dinas Perikanan. “Untuk pengadaan branding, itu bukan saya lagi, langsung di Dinas Perikanan,” pungkasnya.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember Gatot Triyono menyampaikan, life jacket yang ramai setelah disidak (inspeksi mendadak) Pansus DPRD tersebut tidak pernah disembunyikan. Pelampung tersebut, menurutnya, belum dibagikan karena lelang pada branding pelampung baru selesai akhir 2019. “Terdapat peralihan kepemimpinan di struktur Dinas Perikanan, sehingga belum dibagikan. Pak Sandi sebagai Plt Dinas Perikanan baru Februari yang lalu,” ucapnya.

Gatot menyebut, sebanyak 55 ribu life jacket tersebut nantinya akan didistribusikan kepada nelayan. Proses pendistribusiannya akan dilakukan dinas perikanan dengan tepat sasaran. “Meluruskan jumlah pelampung, bahwa ada dua jenis pelampung. Rinciannya, pelampung di dalam 2.200 kardus berisi 22 ribu unit, sedangkan pelampung di luar kardus sebanyak 6.600 ikat atau 33 ribu unit. Jadi, semua ada 55 ribu pelampung,” pungkasnya.

 

Pasca-pengadaan pelampung dilakukan, Mirfano yang bertanggung jawab karena menjadi pejabat di atas Kabag Pembangunan yang saat itu kosong, selanjutnya menyerahkan 55 ribu pelampung kepada dinas perikanan. “Diserahkan ke Dinas Perikanan (saat itu Murtado) sebagai barang persediaan dan selanjutnya menjadi tanggung jawab Dinas Perikanan,” ucapnya.

Ditanya terkait mengapa ribuan pelampung belum dibagikan, Mirfano menyebut, tanggung jawabnya bersama para kasubag di bagian pembangunan sebatas proses pengadaan pelampung. “Distribusi life jacket sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Perikanan,” ungkapnya.

Berkaitan dengan adanya proyek cetak branding pada pelampung, menurut Mirfano, sudah tidak menjadi tanggung jawabnya lagi. Branding pelampung dengan anggaran tahun 2019 yang mencapai Rp 1,9 miliar berada di Dinas Perikanan. “Untuk pengadaan branding, itu bukan saya lagi, langsung di Dinas Perikanan,” pungkasnya.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember Gatot Triyono menyampaikan, life jacket yang ramai setelah disidak (inspeksi mendadak) Pansus DPRD tersebut tidak pernah disembunyikan. Pelampung tersebut, menurutnya, belum dibagikan karena lelang pada branding pelampung baru selesai akhir 2019. “Terdapat peralihan kepemimpinan di struktur Dinas Perikanan, sehingga belum dibagikan. Pak Sandi sebagai Plt Dinas Perikanan baru Februari yang lalu,” ucapnya.

Gatot menyebut, sebanyak 55 ribu life jacket tersebut nantinya akan didistribusikan kepada nelayan. Proses pendistribusiannya akan dilakukan dinas perikanan dengan tepat sasaran. “Meluruskan jumlah pelampung, bahwa ada dua jenis pelampung. Rinciannya, pelampung di dalam 2.200 kardus berisi 22 ribu unit, sedangkan pelampung di luar kardus sebanyak 6.600 ikat atau 33 ribu unit. Jadi, semua ada 55 ribu pelampung,” pungkasnya.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/