alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Kondisi Nur Lasiadi, Pria dengan Gelas Dalam Perut asal Jember Membaik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Kondisi Nur Lasiadi, pria dengan gelas kaca dalam tubuhnya, mulai membaik. Bahkan, saat dikunjungi oleh tim medis RSD Balung, Kamis (7/4) sore, pemuda 36 tahun itu telah bisa duduk dan berjalan. Sebelum menjalani operasi pengambilan gelas, pria asal Dusun Rowotengu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Jember, tersebut hanya bisa tiduran saja.

Direktur Utama RSD Balung dr Andre Kusuma SpBS menjelaskan, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter bedah, keadaan Nur Lasiadi jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Setelah menjalani operasi pada 29 April lalu, kini luka bekas operasi di bagian anus mulai mongering. Meski ada sebagian yang perlu perawatan lebih lanjut. “Kami sengaja datang berkunjung ke rumah pasien dalam rangka home visit. Ini untuk memastikan kondisi pasien, keadaan ekonomi dan sosialnya,” katanya.

BACA JUGA: Ini Penjelasan RSD Balung Soal Temuan Gelas Dalam Perut Pria di Jember

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat disambangi, Nur Lasiadi tengah bersama keluarganya. Ternyata, lelaki lajang itu tidak tinggal di rumahnya sendiri. Dia menumpang di rumah bibinya. Sedangkan dua orang tuanya telah meninggal. Lasiadi tergolong warga yang tidak mampu. Terlebih sejak tiga bulan terakhir, dirinya sudah tidak bisa bekerja lagi karena menderita sakit. “Biaya operasi dan pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Pasien memiliki kartu BPJS Kesehatan yang iurannya dibiayai oleh pemerintah,” terang Dokter Andre.

Rencananya, Lasiadi bakal menjalani pemeriksaan lanjutan di RSD Balung, hari ini, Jumat (8/4). Karena terbentur masalah ekonomi, ada dua kemungkinan agar pasien bisa sampai ke rumah sakit. Pertama diantar oleh ambulans desa dengan biaya pemerintah desa. Berikutnya dijemput dengan ambulans milik RSD Balung. “Jika memang tidak bisa diantar, akan kami jemput,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Kondisi Nur Lasiadi, pria dengan gelas kaca dalam tubuhnya, mulai membaik. Bahkan, saat dikunjungi oleh tim medis RSD Balung, Kamis (7/4) sore, pemuda 36 tahun itu telah bisa duduk dan berjalan. Sebelum menjalani operasi pengambilan gelas, pria asal Dusun Rowotengu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Jember, tersebut hanya bisa tiduran saja.

Direktur Utama RSD Balung dr Andre Kusuma SpBS menjelaskan, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter bedah, keadaan Nur Lasiadi jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Setelah menjalani operasi pada 29 April lalu, kini luka bekas operasi di bagian anus mulai mongering. Meski ada sebagian yang perlu perawatan lebih lanjut. “Kami sengaja datang berkunjung ke rumah pasien dalam rangka home visit. Ini untuk memastikan kondisi pasien, keadaan ekonomi dan sosialnya,” katanya.

BACA JUGA: Ini Penjelasan RSD Balung Soal Temuan Gelas Dalam Perut Pria di Jember

Saat disambangi, Nur Lasiadi tengah bersama keluarganya. Ternyata, lelaki lajang itu tidak tinggal di rumahnya sendiri. Dia menumpang di rumah bibinya. Sedangkan dua orang tuanya telah meninggal. Lasiadi tergolong warga yang tidak mampu. Terlebih sejak tiga bulan terakhir, dirinya sudah tidak bisa bekerja lagi karena menderita sakit. “Biaya operasi dan pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Pasien memiliki kartu BPJS Kesehatan yang iurannya dibiayai oleh pemerintah,” terang Dokter Andre.

Rencananya, Lasiadi bakal menjalani pemeriksaan lanjutan di RSD Balung, hari ini, Jumat (8/4). Karena terbentur masalah ekonomi, ada dua kemungkinan agar pasien bisa sampai ke rumah sakit. Pertama diantar oleh ambulans desa dengan biaya pemerintah desa. Berikutnya dijemput dengan ambulans milik RSD Balung. “Jika memang tidak bisa diantar, akan kami jemput,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Kondisi Nur Lasiadi, pria dengan gelas kaca dalam tubuhnya, mulai membaik. Bahkan, saat dikunjungi oleh tim medis RSD Balung, Kamis (7/4) sore, pemuda 36 tahun itu telah bisa duduk dan berjalan. Sebelum menjalani operasi pengambilan gelas, pria asal Dusun Rowotengu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Jember, tersebut hanya bisa tiduran saja.

Direktur Utama RSD Balung dr Andre Kusuma SpBS menjelaskan, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter bedah, keadaan Nur Lasiadi jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Setelah menjalani operasi pada 29 April lalu, kini luka bekas operasi di bagian anus mulai mongering. Meski ada sebagian yang perlu perawatan lebih lanjut. “Kami sengaja datang berkunjung ke rumah pasien dalam rangka home visit. Ini untuk memastikan kondisi pasien, keadaan ekonomi dan sosialnya,” katanya.

BACA JUGA: Ini Penjelasan RSD Balung Soal Temuan Gelas Dalam Perut Pria di Jember

Saat disambangi, Nur Lasiadi tengah bersama keluarganya. Ternyata, lelaki lajang itu tidak tinggal di rumahnya sendiri. Dia menumpang di rumah bibinya. Sedangkan dua orang tuanya telah meninggal. Lasiadi tergolong warga yang tidak mampu. Terlebih sejak tiga bulan terakhir, dirinya sudah tidak bisa bekerja lagi karena menderita sakit. “Biaya operasi dan pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Pasien memiliki kartu BPJS Kesehatan yang iurannya dibiayai oleh pemerintah,” terang Dokter Andre.

Rencananya, Lasiadi bakal menjalani pemeriksaan lanjutan di RSD Balung, hari ini, Jumat (8/4). Karena terbentur masalah ekonomi, ada dua kemungkinan agar pasien bisa sampai ke rumah sakit. Pertama diantar oleh ambulans desa dengan biaya pemerintah desa. Berikutnya dijemput dengan ambulans milik RSD Balung. “Jika memang tidak bisa diantar, akan kami jemput,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/