alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pasar Petung Bernasib Seperti Manggisan

Pascarenovasi, Tak Ada Kabar Kapan Ditempati

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pasar Petung yang berlokasi di Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, seperti bangunan tak bertuan. Pasar tradisional yang berlokasi persis di pinggir jalan nasional itu tidak ada aktivitas sejak renovasinya rampung sekitar medio 2019 lalu. Hingga kini, hampir dua tahun sudah sejak pasar selesai dibangun, masih tidak ada tanda-tanda kapan akan dioperasikan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke lokasi pasar kemarin menunjukkan, rata-rata hampir seluruh kondisi bangunan pasar masih cukup bagus. Meski ada beberapa bagian yang mulai rusak. Misalnya papan nama pasar. “Sebenarnya pasar ini sudah siap ditempati, karena sudah lama selesai dibangun. Tapi tidak tahu kapan akan ditempati,” kata Heru, warga sekitar lokasi pasar.

Tidak beroperasinya pasar itu juga disayangkan. Terutama oleh pedagang. Selama ini, mereka hanya bisa membuka lapak di sekitar bibir atau depan pasar. Itu pun baru beberapa lapak-lapak kecil yang berjumlah hanya belasan. “Sekitaran sini. Sedikit sekali pedagangnya. Kalau siang sudah sepi pasar ini,” beber Musripah, salah seorang pedagang di sekitar pasar tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bentuk bangunan pasar ini sebenarnya cukup besar dibanding pasar-pasar lain yang juga direnovasi. Hanya saja, nasibnya seperti Pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul yang mangkrak karena tidak kunjung ditempati. Tak sedikit dari pedagang yang berharap agar pasar segera dibuka dan kembali beroperasi. “Jika pasar dibuka, pasti banyak yang bisa jualan,” tambah Musripah.

Sebagai informasi, dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Jember menyebutkan, proyek rehab Pasar Petung milik Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Jember ini, memiliki harga perkiraan sendiri (HPS) paket senilai Rp 7,6 miliar dengan menggunakan APBD Jember tahun 2018. Sejak awal pengerjaan pada 2018 lalu, dilakukan oleh PT Rajendra Pratama Jaya Jember, sebagai pemenang tender.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pasar Petung yang berlokasi di Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, seperti bangunan tak bertuan. Pasar tradisional yang berlokasi persis di pinggir jalan nasional itu tidak ada aktivitas sejak renovasinya rampung sekitar medio 2019 lalu. Hingga kini, hampir dua tahun sudah sejak pasar selesai dibangun, masih tidak ada tanda-tanda kapan akan dioperasikan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke lokasi pasar kemarin menunjukkan, rata-rata hampir seluruh kondisi bangunan pasar masih cukup bagus. Meski ada beberapa bagian yang mulai rusak. Misalnya papan nama pasar. “Sebenarnya pasar ini sudah siap ditempati, karena sudah lama selesai dibangun. Tapi tidak tahu kapan akan ditempati,” kata Heru, warga sekitar lokasi pasar.

Tidak beroperasinya pasar itu juga disayangkan. Terutama oleh pedagang. Selama ini, mereka hanya bisa membuka lapak di sekitar bibir atau depan pasar. Itu pun baru beberapa lapak-lapak kecil yang berjumlah hanya belasan. “Sekitaran sini. Sedikit sekali pedagangnya. Kalau siang sudah sepi pasar ini,” beber Musripah, salah seorang pedagang di sekitar pasar tersebut.

Bentuk bangunan pasar ini sebenarnya cukup besar dibanding pasar-pasar lain yang juga direnovasi. Hanya saja, nasibnya seperti Pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul yang mangkrak karena tidak kunjung ditempati. Tak sedikit dari pedagang yang berharap agar pasar segera dibuka dan kembali beroperasi. “Jika pasar dibuka, pasti banyak yang bisa jualan,” tambah Musripah.

Sebagai informasi, dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Jember menyebutkan, proyek rehab Pasar Petung milik Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Jember ini, memiliki harga perkiraan sendiri (HPS) paket senilai Rp 7,6 miliar dengan menggunakan APBD Jember tahun 2018. Sejak awal pengerjaan pada 2018 lalu, dilakukan oleh PT Rajendra Pratama Jaya Jember, sebagai pemenang tender.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pasar Petung yang berlokasi di Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, seperti bangunan tak bertuan. Pasar tradisional yang berlokasi persis di pinggir jalan nasional itu tidak ada aktivitas sejak renovasinya rampung sekitar medio 2019 lalu. Hingga kini, hampir dua tahun sudah sejak pasar selesai dibangun, masih tidak ada tanda-tanda kapan akan dioperasikan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke lokasi pasar kemarin menunjukkan, rata-rata hampir seluruh kondisi bangunan pasar masih cukup bagus. Meski ada beberapa bagian yang mulai rusak. Misalnya papan nama pasar. “Sebenarnya pasar ini sudah siap ditempati, karena sudah lama selesai dibangun. Tapi tidak tahu kapan akan ditempati,” kata Heru, warga sekitar lokasi pasar.

Tidak beroperasinya pasar itu juga disayangkan. Terutama oleh pedagang. Selama ini, mereka hanya bisa membuka lapak di sekitar bibir atau depan pasar. Itu pun baru beberapa lapak-lapak kecil yang berjumlah hanya belasan. “Sekitaran sini. Sedikit sekali pedagangnya. Kalau siang sudah sepi pasar ini,” beber Musripah, salah seorang pedagang di sekitar pasar tersebut.

Bentuk bangunan pasar ini sebenarnya cukup besar dibanding pasar-pasar lain yang juga direnovasi. Hanya saja, nasibnya seperti Pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul yang mangkrak karena tidak kunjung ditempati. Tak sedikit dari pedagang yang berharap agar pasar segera dibuka dan kembali beroperasi. “Jika pasar dibuka, pasti banyak yang bisa jualan,” tambah Musripah.

Sebagai informasi, dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Jember menyebutkan, proyek rehab Pasar Petung milik Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Jember ini, memiliki harga perkiraan sendiri (HPS) paket senilai Rp 7,6 miliar dengan menggunakan APBD Jember tahun 2018. Sejak awal pengerjaan pada 2018 lalu, dilakukan oleh PT Rajendra Pratama Jaya Jember, sebagai pemenang tender.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/