alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

 Okupansi Hotel Turun Drastis

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) masih terus terjadi. Wabah tersebut mulai berdampak pada penurunan pengunjung hotel di Jember. Bahkan, tingkat hunian atau okupansi hotel menurun drastis.

Hal itu disampaikan Tegoeh Soeprajitno, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember. Dia menjelaskan, hingga Maret ini, tingkat hunian hotel di Jember sekitar 20-30 persen saja. Bahkan, untuk mengurangi biaya, mereka berinisiatif memberi batasan kerja untuk sejumlah karyawannya.

“Kalau hotel ini kan memang tidak bisa tutup. Dampaknya tentu luar biasa dari virus korona. Apalagi karyawan kami juga harus masuk. Maka dari itu, kami melakukan efisiensi untuk menurunkan biaya operasional,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, efisiensi itu dilakukan tak hanya lantaran sepinya jumlah pengunjung yang dating, tapi juga beberapa event yang seharusnya digelar bulan-bulan ini terpaksa dibatalkan atau ditunda. Hal itu juga memengaruhi kunjungan wisatawan yang ingin datang dan menginap di Jember. “Pengurangan kunjungan lebih dari 50 persen. Hunian kami hanya sekitar 20-30 persen saja yang terpenuhi,” lanjutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) masih terus terjadi. Wabah tersebut mulai berdampak pada penurunan pengunjung hotel di Jember. Bahkan, tingkat hunian atau okupansi hotel menurun drastis.

Hal itu disampaikan Tegoeh Soeprajitno, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember. Dia menjelaskan, hingga Maret ini, tingkat hunian hotel di Jember sekitar 20-30 persen saja. Bahkan, untuk mengurangi biaya, mereka berinisiatif memberi batasan kerja untuk sejumlah karyawannya.

“Kalau hotel ini kan memang tidak bisa tutup. Dampaknya tentu luar biasa dari virus korona. Apalagi karyawan kami juga harus masuk. Maka dari itu, kami melakukan efisiensi untuk menurunkan biaya operasional,” ungkapnya.

Menurutnya, efisiensi itu dilakukan tak hanya lantaran sepinya jumlah pengunjung yang dating, tapi juga beberapa event yang seharusnya digelar bulan-bulan ini terpaksa dibatalkan atau ditunda. Hal itu juga memengaruhi kunjungan wisatawan yang ingin datang dan menginap di Jember. “Pengurangan kunjungan lebih dari 50 persen. Hunian kami hanya sekitar 20-30 persen saja yang terpenuhi,” lanjutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) masih terus terjadi. Wabah tersebut mulai berdampak pada penurunan pengunjung hotel di Jember. Bahkan, tingkat hunian atau okupansi hotel menurun drastis.

Hal itu disampaikan Tegoeh Soeprajitno, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember. Dia menjelaskan, hingga Maret ini, tingkat hunian hotel di Jember sekitar 20-30 persen saja. Bahkan, untuk mengurangi biaya, mereka berinisiatif memberi batasan kerja untuk sejumlah karyawannya.

“Kalau hotel ini kan memang tidak bisa tutup. Dampaknya tentu luar biasa dari virus korona. Apalagi karyawan kami juga harus masuk. Maka dari itu, kami melakukan efisiensi untuk menurunkan biaya operasional,” ungkapnya.

Menurutnya, efisiensi itu dilakukan tak hanya lantaran sepinya jumlah pengunjung yang dating, tapi juga beberapa event yang seharusnya digelar bulan-bulan ini terpaksa dibatalkan atau ditunda. Hal itu juga memengaruhi kunjungan wisatawan yang ingin datang dan menginap di Jember. “Pengurangan kunjungan lebih dari 50 persen. Hunian kami hanya sekitar 20-30 persen saja yang terpenuhi,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/