alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Munfarida, Perempuan dengan Keterbatasan Penglihatan yang Jago Kuliner

Menekuni usaha di tengah keterbatasan memang tidak mudah. Banyak ujian dan cobaan dihadapinya. Namun, Munfarida bisa sukses melewati semua itu.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rumah sederhana di Desa Keting, Kecamatan Jombang, menjadi tempat tinggal sekaligus ladang usaha milik Munfarida. Bersama kelima karyawannya, ibu satu anak itu menjalankan usaha di bidang kuliner.

Hebatnya, usaha yang dilakukannya sejak tahun 1989 silam itu dijalankan dengan kondisinya yang memiliki keterbatasan penglihatan. “Saya suka memasak, dari masih muda dulu. Jadi, sejak 1989 itu mulai usaha buat makanan,” aku Munfarida saat ditemui Jawa Pos Radar Jember.

Selama 33 tahun menjalankan usahanya itu, banyak pengalaman pahit dan manis dia rasakan. Utamanya pada kondisi fisiknya. Kata Rida, sapaan akrabnya, awalnya penglihatannya masih sedikit berfungsi, meskipun tidak sepenuhnya normal. Namun, lambat laun penglihatannya semakin kabur, hingga dia tidak bisa melihat sama sekali. “Masih awal-awal bikin makanan, pandangan saya ada kabur-kaburnya. Sekarang hampir tidak kelihatan sama sekali,” aku Rida sambil memegang kacamatanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beruntung, dia memiliki rekan yang biasa membantunya dalam berjalan, maupun ketika memasak di rumah. Lima karyawan Rida di rumahnya juga sering kali membantu dalam menyiapkan makanan kala ada orderan tiba.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rumah sederhana di Desa Keting, Kecamatan Jombang, menjadi tempat tinggal sekaligus ladang usaha milik Munfarida. Bersama kelima karyawannya, ibu satu anak itu menjalankan usaha di bidang kuliner.

Hebatnya, usaha yang dilakukannya sejak tahun 1989 silam itu dijalankan dengan kondisinya yang memiliki keterbatasan penglihatan. “Saya suka memasak, dari masih muda dulu. Jadi, sejak 1989 itu mulai usaha buat makanan,” aku Munfarida saat ditemui Jawa Pos Radar Jember.

Selama 33 tahun menjalankan usahanya itu, banyak pengalaman pahit dan manis dia rasakan. Utamanya pada kondisi fisiknya. Kata Rida, sapaan akrabnya, awalnya penglihatannya masih sedikit berfungsi, meskipun tidak sepenuhnya normal. Namun, lambat laun penglihatannya semakin kabur, hingga dia tidak bisa melihat sama sekali. “Masih awal-awal bikin makanan, pandangan saya ada kabur-kaburnya. Sekarang hampir tidak kelihatan sama sekali,” aku Rida sambil memegang kacamatanya.

Beruntung, dia memiliki rekan yang biasa membantunya dalam berjalan, maupun ketika memasak di rumah. Lima karyawan Rida di rumahnya juga sering kali membantu dalam menyiapkan makanan kala ada orderan tiba.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rumah sederhana di Desa Keting, Kecamatan Jombang, menjadi tempat tinggal sekaligus ladang usaha milik Munfarida. Bersama kelima karyawannya, ibu satu anak itu menjalankan usaha di bidang kuliner.

Hebatnya, usaha yang dilakukannya sejak tahun 1989 silam itu dijalankan dengan kondisinya yang memiliki keterbatasan penglihatan. “Saya suka memasak, dari masih muda dulu. Jadi, sejak 1989 itu mulai usaha buat makanan,” aku Munfarida saat ditemui Jawa Pos Radar Jember.

Selama 33 tahun menjalankan usahanya itu, banyak pengalaman pahit dan manis dia rasakan. Utamanya pada kondisi fisiknya. Kata Rida, sapaan akrabnya, awalnya penglihatannya masih sedikit berfungsi, meskipun tidak sepenuhnya normal. Namun, lambat laun penglihatannya semakin kabur, hingga dia tidak bisa melihat sama sekali. “Masih awal-awal bikin makanan, pandangan saya ada kabur-kaburnya. Sekarang hampir tidak kelihatan sama sekali,” aku Rida sambil memegang kacamatanya.

Beruntung, dia memiliki rekan yang biasa membantunya dalam berjalan, maupun ketika memasak di rumah. Lima karyawan Rida di rumahnya juga sering kali membantu dalam menyiapkan makanan kala ada orderan tiba.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/