alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Sanggar Kartika Budaya, Tingkatkan Kualitas Seni melalui Uji Kompetensi

Meski tak memiliki standar kurikulum seperti pendidikan formal, anggota Sanggar Kartika Budaya wajib mengikuti uji kompetensi pertunjukan tari. Sebuah uji kompetensi yang merupakan implementasi dari materi selama satu tahun pembelajaran. Lantas apa yang dinilai?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi generasi yang gemar melestarikan tradisi dan budaya, pandemi Covid-19 bukanlah kendala yang menghalangi untuk terus berkarya. Seperti yang dilakukan oleh anggota Sanggar Kartika Budaya. Sebuah sanggar seni yang tetap menggelar pertunjukan untuk melakukan uji kompetensi terhadap para anggotanya.

Ya, setelah mendapatkan materi pembelajaran selama satu tahun, para anggota generasi pelaku seni tersebut mengimplementasikan materi yang mereka dapatkan melalui pertunjukan tari. Para anggota sanggar ini terbagi menjadi beberapa tim. Mereka membawakan berbagai macam tarian, mulai dari tarian tradisional hingga tarian modern.

Adanya uji kompetensi ini semata-mata dilakukan demi meningkatkan kualitas para anggotanya. Ada empat materi yang diberikan dalam setiap kelas. Dari empat materi tersebut, setidaknya ada satu materi yang diujikan sesuai dengan apa yang mereka dapatkan selama pembelajaran.

Mobile_AP_Rectangle 2

Begitu juga dengan penilaiannya, ada empat indikator yang menjadi acuan penilaian, yaitu rogo atau teknik. Penilaian ini memperhatikan teknik gerakan yang dibawakan oleh peserta. Bagaimana peserta bisa membawakan teknik gerakan sesuai dengan karakter lagu. Kemudian, yang kedua yakni iromo, atau ketepatan irama. Penilaian ini memperhatikan kesesuaian antara gerakan dan musik yang dibawakan. Ketiga adalah wiriso, atau kesesuaian tema tari dengan ekspresi penari atau mimik wajah.

“Uji kompetensi ini merupakan salah satu ujian dari tarian yang sudah dipelajari,” kata Enys Kartika, pimpinan Sanggar Kartika Budaya.
Para anggota yang mengikuti uji kompetensi ini nantinya mendapatkan sertifikat dan nilai rapor sesuai hasil belajar yang mereka lakukan. Oleh karenanya, hasil dari ujian ini juga dibedakan dalam beberapa kategori atau predikat.

Kegiatan uji kompetensi memang sudah biasa dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Meski merupakan tarian, kegiatan harus tetap dipaksakan secara daring meski sedang pandemi.
Alhamdulillah standar dan indikator kami tidak diturunkan walau sedang pandemi, karena ini untuk mempertahankan skill dan kualitas kemampuan anggota kami,” ujar ibu dua anak ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi generasi yang gemar melestarikan tradisi dan budaya, pandemi Covid-19 bukanlah kendala yang menghalangi untuk terus berkarya. Seperti yang dilakukan oleh anggota Sanggar Kartika Budaya. Sebuah sanggar seni yang tetap menggelar pertunjukan untuk melakukan uji kompetensi terhadap para anggotanya.

Ya, setelah mendapatkan materi pembelajaran selama satu tahun, para anggota generasi pelaku seni tersebut mengimplementasikan materi yang mereka dapatkan melalui pertunjukan tari. Para anggota sanggar ini terbagi menjadi beberapa tim. Mereka membawakan berbagai macam tarian, mulai dari tarian tradisional hingga tarian modern.

Adanya uji kompetensi ini semata-mata dilakukan demi meningkatkan kualitas para anggotanya. Ada empat materi yang diberikan dalam setiap kelas. Dari empat materi tersebut, setidaknya ada satu materi yang diujikan sesuai dengan apa yang mereka dapatkan selama pembelajaran.

Begitu juga dengan penilaiannya, ada empat indikator yang menjadi acuan penilaian, yaitu rogo atau teknik. Penilaian ini memperhatikan teknik gerakan yang dibawakan oleh peserta. Bagaimana peserta bisa membawakan teknik gerakan sesuai dengan karakter lagu. Kemudian, yang kedua yakni iromo, atau ketepatan irama. Penilaian ini memperhatikan kesesuaian antara gerakan dan musik yang dibawakan. Ketiga adalah wiriso, atau kesesuaian tema tari dengan ekspresi penari atau mimik wajah.

“Uji kompetensi ini merupakan salah satu ujian dari tarian yang sudah dipelajari,” kata Enys Kartika, pimpinan Sanggar Kartika Budaya.
Para anggota yang mengikuti uji kompetensi ini nantinya mendapatkan sertifikat dan nilai rapor sesuai hasil belajar yang mereka lakukan. Oleh karenanya, hasil dari ujian ini juga dibedakan dalam beberapa kategori atau predikat.

Kegiatan uji kompetensi memang sudah biasa dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Meski merupakan tarian, kegiatan harus tetap dipaksakan secara daring meski sedang pandemi.
Alhamdulillah standar dan indikator kami tidak diturunkan walau sedang pandemi, karena ini untuk mempertahankan skill dan kualitas kemampuan anggota kami,” ujar ibu dua anak ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi generasi yang gemar melestarikan tradisi dan budaya, pandemi Covid-19 bukanlah kendala yang menghalangi untuk terus berkarya. Seperti yang dilakukan oleh anggota Sanggar Kartika Budaya. Sebuah sanggar seni yang tetap menggelar pertunjukan untuk melakukan uji kompetensi terhadap para anggotanya.

Ya, setelah mendapatkan materi pembelajaran selama satu tahun, para anggota generasi pelaku seni tersebut mengimplementasikan materi yang mereka dapatkan melalui pertunjukan tari. Para anggota sanggar ini terbagi menjadi beberapa tim. Mereka membawakan berbagai macam tarian, mulai dari tarian tradisional hingga tarian modern.

Adanya uji kompetensi ini semata-mata dilakukan demi meningkatkan kualitas para anggotanya. Ada empat materi yang diberikan dalam setiap kelas. Dari empat materi tersebut, setidaknya ada satu materi yang diujikan sesuai dengan apa yang mereka dapatkan selama pembelajaran.

Begitu juga dengan penilaiannya, ada empat indikator yang menjadi acuan penilaian, yaitu rogo atau teknik. Penilaian ini memperhatikan teknik gerakan yang dibawakan oleh peserta. Bagaimana peserta bisa membawakan teknik gerakan sesuai dengan karakter lagu. Kemudian, yang kedua yakni iromo, atau ketepatan irama. Penilaian ini memperhatikan kesesuaian antara gerakan dan musik yang dibawakan. Ketiga adalah wiriso, atau kesesuaian tema tari dengan ekspresi penari atau mimik wajah.

“Uji kompetensi ini merupakan salah satu ujian dari tarian yang sudah dipelajari,” kata Enys Kartika, pimpinan Sanggar Kartika Budaya.
Para anggota yang mengikuti uji kompetensi ini nantinya mendapatkan sertifikat dan nilai rapor sesuai hasil belajar yang mereka lakukan. Oleh karenanya, hasil dari ujian ini juga dibedakan dalam beberapa kategori atau predikat.

Kegiatan uji kompetensi memang sudah biasa dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Meski merupakan tarian, kegiatan harus tetap dipaksakan secara daring meski sedang pandemi.
Alhamdulillah standar dan indikator kami tidak diturunkan walau sedang pandemi, karena ini untuk mempertahankan skill dan kualitas kemampuan anggota kami,” ujar ibu dua anak ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/