alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Pemulung dan Pengemis Menatap Asa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyaknya pemulung dan pengemis yang tidur di trotoar jalanan menggugah sekelompok mahasiswa di Jember. Mereka yang berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember kemudian membentuk komunitas Sosial Menatap Indonesia.

Komunitas ini lahir pada April 2021, diinisiasi oleh enam mahasiswa di Jalan Karimata, Gang Renggali nomor 219, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Salah satu dari pendiri komunitas tersebut adalah M Rizal Alghazalie. Menurut dia, komunitas ini untuk membantu para pemulung dan pengemis dari segi makanan yang layak dan bergizi. “Agenda awal kita dulu itu bagi-bagi sahur,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Senin (7/2).

Rizal membeber, donatur banyak dari kalangan dosen maupun teman sesama mahasiswa. Pihaknya kemudian mengembangkan programnya dengan bagi-bagi 600 nasi kotak ke 10 panti asuhan yang berada di daerah kota maupun pinggiran setiap hari Sabtu selama sebulan. “Jadi, kami datangi dulu. Panti itu butuh berapa kotak, lalu kami sediakan setiap hari sabtu,” bebernya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya itu, banyak agenda lainnya yang dilakukan oleh komunitas sosial Menatap Indonesia. Seperti yang saat ini dilakukan, yaitu sekolah gratis yang diberi nama Sekolah Impian. Pria asal Probolinggo tersebut menjelaskan bahwa sekolah gratis terlahir dari fakta di lapangan. Banyak pemulung dan pengemis yang membawa anaknya. “Dari situ kami berpikir, apakah anak-anak mereka gak sekolah,” ujarnya.

Rizal memaparkan, ada dua konsep pembelajaran yang diberikan kepada anak-anak yang mengikuti Sekolah Impian. Pertama adalah konsep materi pembelajaran formal dan konsep kedua adalah minat bakat. “Adanya minat bakat yaitu untuk menyelaraskan potensi anak-anak,” ucapnya. Ia menambahkan, jika anak-anak berminat di bidang menjahit, pihaknya akan menyediakan alat untuk menjahit dan sebagainya. Tak hanya itu, pihaknya juga mempunyai kelas profesi dan entrepreneur.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyaknya pemulung dan pengemis yang tidur di trotoar jalanan menggugah sekelompok mahasiswa di Jember. Mereka yang berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember kemudian membentuk komunitas Sosial Menatap Indonesia.

Komunitas ini lahir pada April 2021, diinisiasi oleh enam mahasiswa di Jalan Karimata, Gang Renggali nomor 219, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Salah satu dari pendiri komunitas tersebut adalah M Rizal Alghazalie. Menurut dia, komunitas ini untuk membantu para pemulung dan pengemis dari segi makanan yang layak dan bergizi. “Agenda awal kita dulu itu bagi-bagi sahur,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Senin (7/2).

Rizal membeber, donatur banyak dari kalangan dosen maupun teman sesama mahasiswa. Pihaknya kemudian mengembangkan programnya dengan bagi-bagi 600 nasi kotak ke 10 panti asuhan yang berada di daerah kota maupun pinggiran setiap hari Sabtu selama sebulan. “Jadi, kami datangi dulu. Panti itu butuh berapa kotak, lalu kami sediakan setiap hari sabtu,” bebernya.

Tak hanya itu, banyak agenda lainnya yang dilakukan oleh komunitas sosial Menatap Indonesia. Seperti yang saat ini dilakukan, yaitu sekolah gratis yang diberi nama Sekolah Impian. Pria asal Probolinggo tersebut menjelaskan bahwa sekolah gratis terlahir dari fakta di lapangan. Banyak pemulung dan pengemis yang membawa anaknya. “Dari situ kami berpikir, apakah anak-anak mereka gak sekolah,” ujarnya.

Rizal memaparkan, ada dua konsep pembelajaran yang diberikan kepada anak-anak yang mengikuti Sekolah Impian. Pertama adalah konsep materi pembelajaran formal dan konsep kedua adalah minat bakat. “Adanya minat bakat yaitu untuk menyelaraskan potensi anak-anak,” ucapnya. Ia menambahkan, jika anak-anak berminat di bidang menjahit, pihaknya akan menyediakan alat untuk menjahit dan sebagainya. Tak hanya itu, pihaknya juga mempunyai kelas profesi dan entrepreneur.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyaknya pemulung dan pengemis yang tidur di trotoar jalanan menggugah sekelompok mahasiswa di Jember. Mereka yang berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember kemudian membentuk komunitas Sosial Menatap Indonesia.

Komunitas ini lahir pada April 2021, diinisiasi oleh enam mahasiswa di Jalan Karimata, Gang Renggali nomor 219, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Salah satu dari pendiri komunitas tersebut adalah M Rizal Alghazalie. Menurut dia, komunitas ini untuk membantu para pemulung dan pengemis dari segi makanan yang layak dan bergizi. “Agenda awal kita dulu itu bagi-bagi sahur,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Senin (7/2).

Rizal membeber, donatur banyak dari kalangan dosen maupun teman sesama mahasiswa. Pihaknya kemudian mengembangkan programnya dengan bagi-bagi 600 nasi kotak ke 10 panti asuhan yang berada di daerah kota maupun pinggiran setiap hari Sabtu selama sebulan. “Jadi, kami datangi dulu. Panti itu butuh berapa kotak, lalu kami sediakan setiap hari sabtu,” bebernya.

Tak hanya itu, banyak agenda lainnya yang dilakukan oleh komunitas sosial Menatap Indonesia. Seperti yang saat ini dilakukan, yaitu sekolah gratis yang diberi nama Sekolah Impian. Pria asal Probolinggo tersebut menjelaskan bahwa sekolah gratis terlahir dari fakta di lapangan. Banyak pemulung dan pengemis yang membawa anaknya. “Dari situ kami berpikir, apakah anak-anak mereka gak sekolah,” ujarnya.

Rizal memaparkan, ada dua konsep pembelajaran yang diberikan kepada anak-anak yang mengikuti Sekolah Impian. Pertama adalah konsep materi pembelajaran formal dan konsep kedua adalah minat bakat. “Adanya minat bakat yaitu untuk menyelaraskan potensi anak-anak,” ucapnya. Ia menambahkan, jika anak-anak berminat di bidang menjahit, pihaknya akan menyediakan alat untuk menjahit dan sebagainya. Tak hanya itu, pihaknya juga mempunyai kelas profesi dan entrepreneur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/