alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Bijak Bermedia, Akurat Informasinya

Kabar Medsos Tak Bisa Ditelan Mentah-Mentah

Mobile_AP_Rectangle 1

Selain itu, dia juga berharap agar pembaca atau konsen media, harus terus disadarkan bahwa tugas utama pers adalah menyuarakan kepentingan publik demi kepentingan mereka sebagai warga negara. “Karya-karya jurnalistik bermutu tentang beragam problem sosial-ekonomi, atau lainnya, jauh lebih penting daripada berita soal kehidupan pesohor atau atraksi politik pejabat dan politisi, yang jauh dari kepentingan dan kebutuhan nyata masyarakat,” imbuh pria yang pernah menjadi Komisioner Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Jember 2015-2019 ini.

Ajak Publik Bijak Bermedia

Mobile_AP_Rectangle 2

Sajian informasi yang baru dan aktual sudah pasti ditunggu masyarakat selaku pembaca. Kerja-kerja awak media yang sudah didukung dengan seperangkat alat super canggih hari ini tentu memprioritaskan bagaimana produk-produk jurnalistik itu tersaji dengan beragam varian untuk pembaca. “Jurnalistik hari ini sudah berbeda, multiplatform. Hal itu juga membuat media harus mengikuti perkembangan, menciptakan sesuatu baru, dengan mengikuti era yang kekinian,” kata Wuwul S Koko, salah satu reporter televisi swasta yang cukup senior di Jember.

Reporter 58 tahun ini menilai, fungsi dan kedudukan seorang jurnalis atau awak media, harus bisa melihat pasar dan kebutuhan masyarakat yang beragam. Sebab, masyarakat hari ini sudah mampu membaca dari apa yang menjadi kebutuhan mereka sendiri. “Kita harus menciptakan dan membaca semua peluang industri media itu. Mengikuti, menyiapkan, dan memanfaatkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tambah pria yang akrab disapa Mbah Wuwul ini.

Karena itu, masyarakat dinilainya perlu cerdas dalam bermedia. Mereka harus selektif, memiliki sudut pandang dalam membedakan, mana sebuah produk jurnalistik dan mana produk sosial media yang tidak bisa ditelan mentah-mentah. “Informasi hari ini seperti ada di tangan. Masyarakat bisa menikmati semua produk pemberitaan, yang semuanya memiliki kadar dan ukuran akurasinya,” tukasnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Nur Hariri

- Advertisement -

Selain itu, dia juga berharap agar pembaca atau konsen media, harus terus disadarkan bahwa tugas utama pers adalah menyuarakan kepentingan publik demi kepentingan mereka sebagai warga negara. “Karya-karya jurnalistik bermutu tentang beragam problem sosial-ekonomi, atau lainnya, jauh lebih penting daripada berita soal kehidupan pesohor atau atraksi politik pejabat dan politisi, yang jauh dari kepentingan dan kebutuhan nyata masyarakat,” imbuh pria yang pernah menjadi Komisioner Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Jember 2015-2019 ini.

Ajak Publik Bijak Bermedia

Sajian informasi yang baru dan aktual sudah pasti ditunggu masyarakat selaku pembaca. Kerja-kerja awak media yang sudah didukung dengan seperangkat alat super canggih hari ini tentu memprioritaskan bagaimana produk-produk jurnalistik itu tersaji dengan beragam varian untuk pembaca. “Jurnalistik hari ini sudah berbeda, multiplatform. Hal itu juga membuat media harus mengikuti perkembangan, menciptakan sesuatu baru, dengan mengikuti era yang kekinian,” kata Wuwul S Koko, salah satu reporter televisi swasta yang cukup senior di Jember.

Reporter 58 tahun ini menilai, fungsi dan kedudukan seorang jurnalis atau awak media, harus bisa melihat pasar dan kebutuhan masyarakat yang beragam. Sebab, masyarakat hari ini sudah mampu membaca dari apa yang menjadi kebutuhan mereka sendiri. “Kita harus menciptakan dan membaca semua peluang industri media itu. Mengikuti, menyiapkan, dan memanfaatkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tambah pria yang akrab disapa Mbah Wuwul ini.

Karena itu, masyarakat dinilainya perlu cerdas dalam bermedia. Mereka harus selektif, memiliki sudut pandang dalam membedakan, mana sebuah produk jurnalistik dan mana produk sosial media yang tidak bisa ditelan mentah-mentah. “Informasi hari ini seperti ada di tangan. Masyarakat bisa menikmati semua produk pemberitaan, yang semuanya memiliki kadar dan ukuran akurasinya,” tukasnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Nur Hariri

Selain itu, dia juga berharap agar pembaca atau konsen media, harus terus disadarkan bahwa tugas utama pers adalah menyuarakan kepentingan publik demi kepentingan mereka sebagai warga negara. “Karya-karya jurnalistik bermutu tentang beragam problem sosial-ekonomi, atau lainnya, jauh lebih penting daripada berita soal kehidupan pesohor atau atraksi politik pejabat dan politisi, yang jauh dari kepentingan dan kebutuhan nyata masyarakat,” imbuh pria yang pernah menjadi Komisioner Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Jember 2015-2019 ini.

Ajak Publik Bijak Bermedia

Sajian informasi yang baru dan aktual sudah pasti ditunggu masyarakat selaku pembaca. Kerja-kerja awak media yang sudah didukung dengan seperangkat alat super canggih hari ini tentu memprioritaskan bagaimana produk-produk jurnalistik itu tersaji dengan beragam varian untuk pembaca. “Jurnalistik hari ini sudah berbeda, multiplatform. Hal itu juga membuat media harus mengikuti perkembangan, menciptakan sesuatu baru, dengan mengikuti era yang kekinian,” kata Wuwul S Koko, salah satu reporter televisi swasta yang cukup senior di Jember.

Reporter 58 tahun ini menilai, fungsi dan kedudukan seorang jurnalis atau awak media, harus bisa melihat pasar dan kebutuhan masyarakat yang beragam. Sebab, masyarakat hari ini sudah mampu membaca dari apa yang menjadi kebutuhan mereka sendiri. “Kita harus menciptakan dan membaca semua peluang industri media itu. Mengikuti, menyiapkan, dan memanfaatkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tambah pria yang akrab disapa Mbah Wuwul ini.

Karena itu, masyarakat dinilainya perlu cerdas dalam bermedia. Mereka harus selektif, memiliki sudut pandang dalam membedakan, mana sebuah produk jurnalistik dan mana produk sosial media yang tidak bisa ditelan mentah-mentah. “Informasi hari ini seperti ada di tangan. Masyarakat bisa menikmati semua produk pemberitaan, yang semuanya memiliki kadar dan ukuran akurasinya,” tukasnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/