alexametrics
29.3 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Kurangi Angka Kecelakaan, Warga Tambal Lubang Jalan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bermodalkan dana swadaya, sejumlah warga di Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, berbondong-bondong menambal lubang di sepanjang Jalan Moh Yamin. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, ada 41 titik lubang yang ditambal pada jalan dengan panjang sekitar satu kilometer itu.

Dengan dana seadanya, warga mengumpulkan berbagai material bangunan untuk menambal jalan itu. Mulai dari paving, pasir, hingga semen. Selain itu, ada beberapa donatur yang juga menyumbangkan bahan material bangunan tersebut. “Ada yang nyumbang puluhan paving, dua sak semen. Kalau pasir dibeli dari dana swadaya dan uang kas karang taruna,” ungkap Ketua Karang Taruna Wira Bhakti Mandiri RW 15 Iwan Kristanto.

Banyaknya korban kecelakaan di jalan itu, lanjut dia, menjadi motivasi para warga memperbaiki jalan. “Banyak warga sekitar juga kerap menjadi korban karena jalan berlubang itu tergenangi air saat hujan,” ungkap pria yang berusia 42 tahun itu. Jadi, tak bisa membedakan mana jalan yang bisa dilalui atau tidak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Moh Rifki misalnya. Saat hujan deras mengguyur Kelurahan Tegalbesar, beberapa waktu lalu, dia menjadi salah satu pengendara yang dirugikan karena lubang di jalan itu. “Waktu itu saya melaju agak kencang. Maklum, saya nggak bawa mantel. Jadi, pengen cepat sampai rumah,” papar pria yang berusia 26 tahun itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bermodalkan dana swadaya, sejumlah warga di Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, berbondong-bondong menambal lubang di sepanjang Jalan Moh Yamin. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, ada 41 titik lubang yang ditambal pada jalan dengan panjang sekitar satu kilometer itu.

Dengan dana seadanya, warga mengumpulkan berbagai material bangunan untuk menambal jalan itu. Mulai dari paving, pasir, hingga semen. Selain itu, ada beberapa donatur yang juga menyumbangkan bahan material bangunan tersebut. “Ada yang nyumbang puluhan paving, dua sak semen. Kalau pasir dibeli dari dana swadaya dan uang kas karang taruna,” ungkap Ketua Karang Taruna Wira Bhakti Mandiri RW 15 Iwan Kristanto.

Banyaknya korban kecelakaan di jalan itu, lanjut dia, menjadi motivasi para warga memperbaiki jalan. “Banyak warga sekitar juga kerap menjadi korban karena jalan berlubang itu tergenangi air saat hujan,” ungkap pria yang berusia 42 tahun itu. Jadi, tak bisa membedakan mana jalan yang bisa dilalui atau tidak.

Moh Rifki misalnya. Saat hujan deras mengguyur Kelurahan Tegalbesar, beberapa waktu lalu, dia menjadi salah satu pengendara yang dirugikan karena lubang di jalan itu. “Waktu itu saya melaju agak kencang. Maklum, saya nggak bawa mantel. Jadi, pengen cepat sampai rumah,” papar pria yang berusia 26 tahun itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bermodalkan dana swadaya, sejumlah warga di Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, berbondong-bondong menambal lubang di sepanjang Jalan Moh Yamin. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, ada 41 titik lubang yang ditambal pada jalan dengan panjang sekitar satu kilometer itu.

Dengan dana seadanya, warga mengumpulkan berbagai material bangunan untuk menambal jalan itu. Mulai dari paving, pasir, hingga semen. Selain itu, ada beberapa donatur yang juga menyumbangkan bahan material bangunan tersebut. “Ada yang nyumbang puluhan paving, dua sak semen. Kalau pasir dibeli dari dana swadaya dan uang kas karang taruna,” ungkap Ketua Karang Taruna Wira Bhakti Mandiri RW 15 Iwan Kristanto.

Banyaknya korban kecelakaan di jalan itu, lanjut dia, menjadi motivasi para warga memperbaiki jalan. “Banyak warga sekitar juga kerap menjadi korban karena jalan berlubang itu tergenangi air saat hujan,” ungkap pria yang berusia 42 tahun itu. Jadi, tak bisa membedakan mana jalan yang bisa dilalui atau tidak.

Moh Rifki misalnya. Saat hujan deras mengguyur Kelurahan Tegalbesar, beberapa waktu lalu, dia menjadi salah satu pengendara yang dirugikan karena lubang di jalan itu. “Waktu itu saya melaju agak kencang. Maklum, saya nggak bawa mantel. Jadi, pengen cepat sampai rumah,” papar pria yang berusia 26 tahun itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/