alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Tertantang Taklukkan Perbukitan Jember dengan Paralayang

Serunya Terbang di Skyland Wuluhan

Mobile_AP_Rectangle 1

TAMANSARI, Radar Jember – Sorak-sorai penonton sore itu terus menyemangati para atlet paralayang berjibaku mengendalikan laju angin. Skill berputar-putar di udara, naik turun, hingga akrobatik kian menambah takjub mata yang melihatnya.

Sore itu, ribuan mata tertuju pada pemandangan para atlet menaklukkan Bukit Skyland di Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, yang menjadi area takeoff. Dan di sekitar areal persawahan Desa Tamansari sebagai landing-nya. Cukup dekat jaraknya dari puncak Skyland. Namun, tak sedikit atlet yang dibuat repot mencapai finis. Tepat di area titik akhir yang ditentukan. “Ini pengalaman pertama saya menaklukkan Bukit Skyland. Rasanya puas,” aku Ahmad Rizky, atlet paralayang dari TNI AU Malang, yang baru landing.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam festival paralayang yang diselenggarakan oleh Pemkab Jember tersebut, ada sekitar seratus lebih atlet paralayang yang bergabung. “Festival ini dijadwalkan selama empat hari hingga Senin (10/1) mendatang. Dan menampilkan atlet paralayang terbaik dari berbagai daerah se-Indonesia,” kata Mahmud Rizal, Ketua Panitia Festival.

Selama tiga hari ke depan, lanjut Rizal, mereka terbang secara bergantian. Menunjukkan skill terbaiknya di hadapan dewan juri dan menghibur masyarakat Jember. “Di hari pertama, para atlet terbang untuk penyesuaian atau uji coba. Tapi mereka tetap dinilai,” jelasnya.

- Advertisement -

TAMANSARI, Radar Jember – Sorak-sorai penonton sore itu terus menyemangati para atlet paralayang berjibaku mengendalikan laju angin. Skill berputar-putar di udara, naik turun, hingga akrobatik kian menambah takjub mata yang melihatnya.

Sore itu, ribuan mata tertuju pada pemandangan para atlet menaklukkan Bukit Skyland di Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, yang menjadi area takeoff. Dan di sekitar areal persawahan Desa Tamansari sebagai landing-nya. Cukup dekat jaraknya dari puncak Skyland. Namun, tak sedikit atlet yang dibuat repot mencapai finis. Tepat di area titik akhir yang ditentukan. “Ini pengalaman pertama saya menaklukkan Bukit Skyland. Rasanya puas,” aku Ahmad Rizky, atlet paralayang dari TNI AU Malang, yang baru landing.

Dalam festival paralayang yang diselenggarakan oleh Pemkab Jember tersebut, ada sekitar seratus lebih atlet paralayang yang bergabung. “Festival ini dijadwalkan selama empat hari hingga Senin (10/1) mendatang. Dan menampilkan atlet paralayang terbaik dari berbagai daerah se-Indonesia,” kata Mahmud Rizal, Ketua Panitia Festival.

Selama tiga hari ke depan, lanjut Rizal, mereka terbang secara bergantian. Menunjukkan skill terbaiknya di hadapan dewan juri dan menghibur masyarakat Jember. “Di hari pertama, para atlet terbang untuk penyesuaian atau uji coba. Tapi mereka tetap dinilai,” jelasnya.

TAMANSARI, Radar Jember – Sorak-sorai penonton sore itu terus menyemangati para atlet paralayang berjibaku mengendalikan laju angin. Skill berputar-putar di udara, naik turun, hingga akrobatik kian menambah takjub mata yang melihatnya.

Sore itu, ribuan mata tertuju pada pemandangan para atlet menaklukkan Bukit Skyland di Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, yang menjadi area takeoff. Dan di sekitar areal persawahan Desa Tamansari sebagai landing-nya. Cukup dekat jaraknya dari puncak Skyland. Namun, tak sedikit atlet yang dibuat repot mencapai finis. Tepat di area titik akhir yang ditentukan. “Ini pengalaman pertama saya menaklukkan Bukit Skyland. Rasanya puas,” aku Ahmad Rizky, atlet paralayang dari TNI AU Malang, yang baru landing.

Dalam festival paralayang yang diselenggarakan oleh Pemkab Jember tersebut, ada sekitar seratus lebih atlet paralayang yang bergabung. “Festival ini dijadwalkan selama empat hari hingga Senin (10/1) mendatang. Dan menampilkan atlet paralayang terbaik dari berbagai daerah se-Indonesia,” kata Mahmud Rizal, Ketua Panitia Festival.

Selama tiga hari ke depan, lanjut Rizal, mereka terbang secara bergantian. Menunjukkan skill terbaiknya di hadapan dewan juri dan menghibur masyarakat Jember. “Di hari pertama, para atlet terbang untuk penyesuaian atau uji coba. Tapi mereka tetap dinilai,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/