alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Setelah 6 Tahun Akhirnya Tersangka Korupsi di Jember Dipecat Tidak Hormat

Setelah Enam Tahun Divonis MA

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, Radar Jember – Enam tahun bukan waktu yang sebentar. Kasus Bagus Wantoro, terpidana korupsi yang sempat berleha-leha, seakan menampar supremasi hukum bagi pejabat pemerintahan. Bagaimana tidak, palu hakim menyatakan bersalah pada 2 Mei 2016, tetapi eksekusinya menunggu waktu yang lama. Bahkan, Bagus sampai disebut-sebut sebagai orang yang licin seperti “belut”, sehingga dalam waktu 5 tahun 9 bulan terakhir dia masih bebas dan makan gaji dari negara.

Kasus Bagus sejatinya bukan rahasia lagi. Namanya kembali ramai menjadi perbincangan setelah dilantik menjadi pejabat fungsional. Tepatnya menjadi analis kebijakan ahli muda di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember. Banyak orang tahu bahwa dia adalah koruptor yang masih santai pergi ke sana dan kemari.

Tetapi, saat ini jalan panjang sang koruptor di lingkungan Pemkab Jember ini resmi distop, kemarin (7/1). Bagus Wantoro dipecat dengan tidak hormat dari statusnya sebagai PNS. “Saya tegaskan bahwa kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh saudara Ir Bagus Wantoro MM terjadi jauh pada masa sebelum saya menjabat sebagai bupati,” kata Hendy Siswanto, Bupati Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selanjutnya, mengenai aspek dan kewajiban yang timbul sebagai konsekuensi, menurut Hendy, sepenuhnya menjadi tanggung jawab yang bersangkutan. Selebihnya adalah wewenang penegak hukum. Dirinya berkomitmen mendukung penuh penegakan hukum di lingkungan Pemkab Jember. “Jangan diragukan concern saya terhadap upaya antikorupsi,” ujarnya.

Koordinator Wilayah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Jawa Timur ini mengungkap, pemberantasan korupsi pada masanya menunjukkan peningkatan. Di mana, tahun 2020 lalu Jember berada pada posisi 38 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sementara, tahun 2021 kemarin, Jember menempati peringkat keenam antikorupsi di Jawa Timur. Untuk itulah, dirinya meminta kasus Bagus menjadi peringatan keras bagi semua ASN. “Kasus ini juga menjadi peringatan keras kepada siapa pun ASN birokrasi Pemkab Jember,” tegas Bupati Hendy.

- Advertisement -

JEMBER LOR, Radar Jember – Enam tahun bukan waktu yang sebentar. Kasus Bagus Wantoro, terpidana korupsi yang sempat berleha-leha, seakan menampar supremasi hukum bagi pejabat pemerintahan. Bagaimana tidak, palu hakim menyatakan bersalah pada 2 Mei 2016, tetapi eksekusinya menunggu waktu yang lama. Bahkan, Bagus sampai disebut-sebut sebagai orang yang licin seperti “belut”, sehingga dalam waktu 5 tahun 9 bulan terakhir dia masih bebas dan makan gaji dari negara.

Kasus Bagus sejatinya bukan rahasia lagi. Namanya kembali ramai menjadi perbincangan setelah dilantik menjadi pejabat fungsional. Tepatnya menjadi analis kebijakan ahli muda di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember. Banyak orang tahu bahwa dia adalah koruptor yang masih santai pergi ke sana dan kemari.

Tetapi, saat ini jalan panjang sang koruptor di lingkungan Pemkab Jember ini resmi distop, kemarin (7/1). Bagus Wantoro dipecat dengan tidak hormat dari statusnya sebagai PNS. “Saya tegaskan bahwa kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh saudara Ir Bagus Wantoro MM terjadi jauh pada masa sebelum saya menjabat sebagai bupati,” kata Hendy Siswanto, Bupati Jember.

Selanjutnya, mengenai aspek dan kewajiban yang timbul sebagai konsekuensi, menurut Hendy, sepenuhnya menjadi tanggung jawab yang bersangkutan. Selebihnya adalah wewenang penegak hukum. Dirinya berkomitmen mendukung penuh penegakan hukum di lingkungan Pemkab Jember. “Jangan diragukan concern saya terhadap upaya antikorupsi,” ujarnya.

Koordinator Wilayah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Jawa Timur ini mengungkap, pemberantasan korupsi pada masanya menunjukkan peningkatan. Di mana, tahun 2020 lalu Jember berada pada posisi 38 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sementara, tahun 2021 kemarin, Jember menempati peringkat keenam antikorupsi di Jawa Timur. Untuk itulah, dirinya meminta kasus Bagus menjadi peringatan keras bagi semua ASN. “Kasus ini juga menjadi peringatan keras kepada siapa pun ASN birokrasi Pemkab Jember,” tegas Bupati Hendy.

JEMBER LOR, Radar Jember – Enam tahun bukan waktu yang sebentar. Kasus Bagus Wantoro, terpidana korupsi yang sempat berleha-leha, seakan menampar supremasi hukum bagi pejabat pemerintahan. Bagaimana tidak, palu hakim menyatakan bersalah pada 2 Mei 2016, tetapi eksekusinya menunggu waktu yang lama. Bahkan, Bagus sampai disebut-sebut sebagai orang yang licin seperti “belut”, sehingga dalam waktu 5 tahun 9 bulan terakhir dia masih bebas dan makan gaji dari negara.

Kasus Bagus sejatinya bukan rahasia lagi. Namanya kembali ramai menjadi perbincangan setelah dilantik menjadi pejabat fungsional. Tepatnya menjadi analis kebijakan ahli muda di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember. Banyak orang tahu bahwa dia adalah koruptor yang masih santai pergi ke sana dan kemari.

Tetapi, saat ini jalan panjang sang koruptor di lingkungan Pemkab Jember ini resmi distop, kemarin (7/1). Bagus Wantoro dipecat dengan tidak hormat dari statusnya sebagai PNS. “Saya tegaskan bahwa kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh saudara Ir Bagus Wantoro MM terjadi jauh pada masa sebelum saya menjabat sebagai bupati,” kata Hendy Siswanto, Bupati Jember.

Selanjutnya, mengenai aspek dan kewajiban yang timbul sebagai konsekuensi, menurut Hendy, sepenuhnya menjadi tanggung jawab yang bersangkutan. Selebihnya adalah wewenang penegak hukum. Dirinya berkomitmen mendukung penuh penegakan hukum di lingkungan Pemkab Jember. “Jangan diragukan concern saya terhadap upaya antikorupsi,” ujarnya.

Koordinator Wilayah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Jawa Timur ini mengungkap, pemberantasan korupsi pada masanya menunjukkan peningkatan. Di mana, tahun 2020 lalu Jember berada pada posisi 38 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sementara, tahun 2021 kemarin, Jember menempati peringkat keenam antikorupsi di Jawa Timur. Untuk itulah, dirinya meminta kasus Bagus menjadi peringatan keras bagi semua ASN. “Kasus ini juga menjadi peringatan keras kepada siapa pun ASN birokrasi Pemkab Jember,” tegas Bupati Hendy.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/