alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Polisi Tangkap Tersangka Pembawa Celurit Ancam Perempuan

Mobile_AP_Rectangle 1

JENGGAWAH, Radar Jember – Mohammad Yatim Asmadira, warga Dusun Patemon RT 002 RW 004, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, harus berurusan dengan polisi. Sebab, pelaku yang mengaku sebagai wartawan tersebut mengancam istri sirinya menggunakan celurit. Lantaran aksinya itu, korban ketakutan dan trauma.

Sumber Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, sebelum kejadian pelaku mendatangi korban Purwati, 37, yang sedang berjualan di Pasar Jenggawah, kemarin (7/1) pagi sekitar pukul 08.00. Saat itu, korban yang merupakan warga Dusun Krajan, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, tersebut sedang menjajakan dagangannya di pasar.

Tiba-tiba, tersangka memaksa agar korban pulang ke rumah, yang diakui sebagai istri sirinya itu. Korban menolak dan enggan diajak pulang. “Mendapat penolakan itu, tersangka langsung mengancam korban dengan celurit yang sudah dibawa dari rumahnya,” terang AKP Subagio, Kapolsek Jenggawah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat mengeluarkan celurit itu, tersangka juga membentak korban dan mengancam akan membunuh kalau berteriak meminta bantuan orang lain. Kendati berada di bawah ancaman, korban tetap ngotot tidak mau diajak pulang. Selanjutnya, korban berteriak meminta pertolongan warga pasar. Pekikan korban mendapat respons warga. Mereka membantu dan menyelamatkan perempuan tersebut.

- Advertisement -

JENGGAWAH, Radar Jember – Mohammad Yatim Asmadira, warga Dusun Patemon RT 002 RW 004, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, harus berurusan dengan polisi. Sebab, pelaku yang mengaku sebagai wartawan tersebut mengancam istri sirinya menggunakan celurit. Lantaran aksinya itu, korban ketakutan dan trauma.

Sumber Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, sebelum kejadian pelaku mendatangi korban Purwati, 37, yang sedang berjualan di Pasar Jenggawah, kemarin (7/1) pagi sekitar pukul 08.00. Saat itu, korban yang merupakan warga Dusun Krajan, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, tersebut sedang menjajakan dagangannya di pasar.

Tiba-tiba, tersangka memaksa agar korban pulang ke rumah, yang diakui sebagai istri sirinya itu. Korban menolak dan enggan diajak pulang. “Mendapat penolakan itu, tersangka langsung mengancam korban dengan celurit yang sudah dibawa dari rumahnya,” terang AKP Subagio, Kapolsek Jenggawah.

Saat mengeluarkan celurit itu, tersangka juga membentak korban dan mengancam akan membunuh kalau berteriak meminta bantuan orang lain. Kendati berada di bawah ancaman, korban tetap ngotot tidak mau diajak pulang. Selanjutnya, korban berteriak meminta pertolongan warga pasar. Pekikan korban mendapat respons warga. Mereka membantu dan menyelamatkan perempuan tersebut.

JENGGAWAH, Radar Jember – Mohammad Yatim Asmadira, warga Dusun Patemon RT 002 RW 004, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, harus berurusan dengan polisi. Sebab, pelaku yang mengaku sebagai wartawan tersebut mengancam istri sirinya menggunakan celurit. Lantaran aksinya itu, korban ketakutan dan trauma.

Sumber Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, sebelum kejadian pelaku mendatangi korban Purwati, 37, yang sedang berjualan di Pasar Jenggawah, kemarin (7/1) pagi sekitar pukul 08.00. Saat itu, korban yang merupakan warga Dusun Krajan, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, tersebut sedang menjajakan dagangannya di pasar.

Tiba-tiba, tersangka memaksa agar korban pulang ke rumah, yang diakui sebagai istri sirinya itu. Korban menolak dan enggan diajak pulang. “Mendapat penolakan itu, tersangka langsung mengancam korban dengan celurit yang sudah dibawa dari rumahnya,” terang AKP Subagio, Kapolsek Jenggawah.

Saat mengeluarkan celurit itu, tersangka juga membentak korban dan mengancam akan membunuh kalau berteriak meminta bantuan orang lain. Kendati berada di bawah ancaman, korban tetap ngotot tidak mau diajak pulang. Selanjutnya, korban berteriak meminta pertolongan warga pasar. Pekikan korban mendapat respons warga. Mereka membantu dan menyelamatkan perempuan tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/