alexametrics
23.8 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Ada Peningkatan Jumlah Pekerja Anak di Jember, Perlu Kebijakankah ?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, Radar Jember – Adanya peningkatan jumlah pekerja anak menyebabkan perlunya sebuah kebijakan baru untuk menekan jumlah pekerja anak. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Stapa Center Wilayah Jember Eri Andriani.

Menurut dia, sekadar menambah adanya forum anak tidaklah cukup. Sebab, penambahan forum anak yang selama ini sudah dilakukan bertolak belakang dengan konsep ideal pada Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelenggaraan Forum Anak. Dalam peraturan itu disebutkan, idealnya forum anak dibentuk melalui forum desa, forum kecamatan, lalu forum daerah. “Jadi, forum anak desa membentuk forum anak kecamatan dan forum anak daerah,” ujarnya.

Sasarannya adalah para aktivis anak dan tidak memberatkan dari struktur organisasi sekolah. Hal ini berpengaruh pada intensitas dan kualitas kegiatan yang diinisiasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selama ini forum anak desa dan kecamatan cenderung pasif. “Selama ini forum anak desa dan kecamatan melibatkan aktivis anak. Tapi, forum anak daerah saat ini melibatkan anak-anak organisasi sekolah. Jadinya nggak sama, urutan pembentukannya juga nggak sama,” papar Eri.

- Advertisement -

JEMBER LOR, Radar Jember – Adanya peningkatan jumlah pekerja anak menyebabkan perlunya sebuah kebijakan baru untuk menekan jumlah pekerja anak. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Stapa Center Wilayah Jember Eri Andriani.

Menurut dia, sekadar menambah adanya forum anak tidaklah cukup. Sebab, penambahan forum anak yang selama ini sudah dilakukan bertolak belakang dengan konsep ideal pada Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelenggaraan Forum Anak. Dalam peraturan itu disebutkan, idealnya forum anak dibentuk melalui forum desa, forum kecamatan, lalu forum daerah. “Jadi, forum anak desa membentuk forum anak kecamatan dan forum anak daerah,” ujarnya.

Sasarannya adalah para aktivis anak dan tidak memberatkan dari struktur organisasi sekolah. Hal ini berpengaruh pada intensitas dan kualitas kegiatan yang diinisiasi.

Selama ini forum anak desa dan kecamatan cenderung pasif. “Selama ini forum anak desa dan kecamatan melibatkan aktivis anak. Tapi, forum anak daerah saat ini melibatkan anak-anak organisasi sekolah. Jadinya nggak sama, urutan pembentukannya juga nggak sama,” papar Eri.

JEMBER LOR, Radar Jember – Adanya peningkatan jumlah pekerja anak menyebabkan perlunya sebuah kebijakan baru untuk menekan jumlah pekerja anak. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Stapa Center Wilayah Jember Eri Andriani.

Menurut dia, sekadar menambah adanya forum anak tidaklah cukup. Sebab, penambahan forum anak yang selama ini sudah dilakukan bertolak belakang dengan konsep ideal pada Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelenggaraan Forum Anak. Dalam peraturan itu disebutkan, idealnya forum anak dibentuk melalui forum desa, forum kecamatan, lalu forum daerah. “Jadi, forum anak desa membentuk forum anak kecamatan dan forum anak daerah,” ujarnya.

Sasarannya adalah para aktivis anak dan tidak memberatkan dari struktur organisasi sekolah. Hal ini berpengaruh pada intensitas dan kualitas kegiatan yang diinisiasi.

Selama ini forum anak desa dan kecamatan cenderung pasif. “Selama ini forum anak desa dan kecamatan melibatkan aktivis anak. Tapi, forum anak daerah saat ini melibatkan anak-anak organisasi sekolah. Jadinya nggak sama, urutan pembentukannya juga nggak sama,” papar Eri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/