alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Tempat Ibadah dan Pasar Susah Tertibkan Prokes

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADRAJEMBER.ID – Menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat menjadi hal yang penting dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. Bahkan, lewat prokes, roda ekonomi bisa berjalan tanpa ada rasa takut. Namun, penerapan prokes seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, mulai kendor. Terutama pada dua lokasi yang dinilai sulit menerapkan prokes. Yakni tempat ibadah dan pusat perbelanjaan, termasuk pasar tradisional.

Kepala Satpol PP Pemkab Jember M Farouq mengatakan, Satpol PP bersama petugas lainnya bahu-membahu membantu dalam menerapkan prokes, serta tetap mengikuti operasi yustisi. Namun, kata dia, ada beberapa tempat yang mulai lengah menerapkan prokes, bahkan sulit ditertibkan. “Yakni tempat ibadah dan pasar. Dua lokasi ini yang susah ditertibkan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dia menjelaskan, tempat ibadah pada awal Covid-19 mulai ketat menjalan prokes, termasuk menjaga jarak dan mengenakan masker. Bahkan, di beberapa tempat ibadah secara sukarela membuat bilik disinfektan secara mandiri. Namun, sekarang banyak tempat ibadah yang mulai teledor dan kembali tidak menerapkan prokes. “Kalau di kota masih banyak yang jaga jarak. Tapi kalau lihat di desa atau pinggiran kota, jaga jarak juga tidak ada lagi,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di Masjid Roudhotul Muchlisin, Kaliwates, misalnya. Di tempat ibadah ini para jamaah memang disiplin menjaga jarak saat menunaikan salat. Akan tetapi, di antara mereka masih banyak yang tak mengenakan masker. Kondisi inilah yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan pengurus masjid setempat.

- Advertisement -

JEMBER, RADRAJEMBER.ID – Menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat menjadi hal yang penting dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. Bahkan, lewat prokes, roda ekonomi bisa berjalan tanpa ada rasa takut. Namun, penerapan prokes seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, mulai kendor. Terutama pada dua lokasi yang dinilai sulit menerapkan prokes. Yakni tempat ibadah dan pusat perbelanjaan, termasuk pasar tradisional.

Kepala Satpol PP Pemkab Jember M Farouq mengatakan, Satpol PP bersama petugas lainnya bahu-membahu membantu dalam menerapkan prokes, serta tetap mengikuti operasi yustisi. Namun, kata dia, ada beberapa tempat yang mulai lengah menerapkan prokes, bahkan sulit ditertibkan. “Yakni tempat ibadah dan pasar. Dua lokasi ini yang susah ditertibkan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dia menjelaskan, tempat ibadah pada awal Covid-19 mulai ketat menjalan prokes, termasuk menjaga jarak dan mengenakan masker. Bahkan, di beberapa tempat ibadah secara sukarela membuat bilik disinfektan secara mandiri. Namun, sekarang banyak tempat ibadah yang mulai teledor dan kembali tidak menerapkan prokes. “Kalau di kota masih banyak yang jaga jarak. Tapi kalau lihat di desa atau pinggiran kota, jaga jarak juga tidak ada lagi,” katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di Masjid Roudhotul Muchlisin, Kaliwates, misalnya. Di tempat ibadah ini para jamaah memang disiplin menjaga jarak saat menunaikan salat. Akan tetapi, di antara mereka masih banyak yang tak mengenakan masker. Kondisi inilah yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan pengurus masjid setempat.

JEMBER, RADRAJEMBER.ID – Menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat menjadi hal yang penting dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. Bahkan, lewat prokes, roda ekonomi bisa berjalan tanpa ada rasa takut. Namun, penerapan prokes seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, mulai kendor. Terutama pada dua lokasi yang dinilai sulit menerapkan prokes. Yakni tempat ibadah dan pusat perbelanjaan, termasuk pasar tradisional.

Kepala Satpol PP Pemkab Jember M Farouq mengatakan, Satpol PP bersama petugas lainnya bahu-membahu membantu dalam menerapkan prokes, serta tetap mengikuti operasi yustisi. Namun, kata dia, ada beberapa tempat yang mulai lengah menerapkan prokes, bahkan sulit ditertibkan. “Yakni tempat ibadah dan pasar. Dua lokasi ini yang susah ditertibkan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dia menjelaskan, tempat ibadah pada awal Covid-19 mulai ketat menjalan prokes, termasuk menjaga jarak dan mengenakan masker. Bahkan, di beberapa tempat ibadah secara sukarela membuat bilik disinfektan secara mandiri. Namun, sekarang banyak tempat ibadah yang mulai teledor dan kembali tidak menerapkan prokes. “Kalau di kota masih banyak yang jaga jarak. Tapi kalau lihat di desa atau pinggiran kota, jaga jarak juga tidak ada lagi,” katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di Masjid Roudhotul Muchlisin, Kaliwates, misalnya. Di tempat ibadah ini para jamaah memang disiplin menjaga jarak saat menunaikan salat. Akan tetapi, di antara mereka masih banyak yang tak mengenakan masker. Kondisi inilah yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan pengurus masjid setempat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca