alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Polisi Kumpulkan Sejumlah Bukti

Gelar Perkara Dugaan Korupsi Pasar Balung Kulon

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dugaan kasus korupsi pada proyek renovasi Pasar Balung Kulon di Kecamatan Balung memasuki babak baru. Petugas kepolisian mulai melakukan pengumpulan bukti-bukti baru. Penyelidikan yang dilakukan sejak akhir November lalu itu berlanjut hingga kemarin (7/1) dengan agenda gelar perkara di lokasi pasar.

Saat gelar perkara berlangsung, kepolisian melakukan tinjauan dan pengamatan terkait kondisi pasar. Mulai dari konstruksi, material bangunan, hingga volumenya. Proyek yang digarap PT Anugrah Mitra Kinasih (AMK) itu terindikasi merugikan negara, sejak adanya audit BPK beberapa bulan lalu yang menegaskan adanya ketidaksesuaian antara volume, material, dan konstruksi bangunan pasar.

Ketika dikonfirmasi, Direktur PT AMK Junaidi mengatakan, sedianya pengerjaan proyek itu telah selesai 100 persen sejak Januari 2020 lalu. Meskipun sedikit meleset dari target yang ditetapkan, yakni Desember 2019. “Dalam temuan BPK itu, saya harus mengembalikan beberapa volume yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi,” kata Junaidi kepada awak media.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mencontohkan beberapa spesifikasi yang kurang sesuai seperti penggunaan beton, semen, dan beberapa material lainnya. Meski begitu, Junaidi mengaku, pengerjaan proyek sebenarnya sudah dirasa sesuai sebagaimana di awal, 100 persen rampung.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dugaan kasus korupsi pada proyek renovasi Pasar Balung Kulon di Kecamatan Balung memasuki babak baru. Petugas kepolisian mulai melakukan pengumpulan bukti-bukti baru. Penyelidikan yang dilakukan sejak akhir November lalu itu berlanjut hingga kemarin (7/1) dengan agenda gelar perkara di lokasi pasar.

Saat gelar perkara berlangsung, kepolisian melakukan tinjauan dan pengamatan terkait kondisi pasar. Mulai dari konstruksi, material bangunan, hingga volumenya. Proyek yang digarap PT Anugrah Mitra Kinasih (AMK) itu terindikasi merugikan negara, sejak adanya audit BPK beberapa bulan lalu yang menegaskan adanya ketidaksesuaian antara volume, material, dan konstruksi bangunan pasar.

Ketika dikonfirmasi, Direktur PT AMK Junaidi mengatakan, sedianya pengerjaan proyek itu telah selesai 100 persen sejak Januari 2020 lalu. Meskipun sedikit meleset dari target yang ditetapkan, yakni Desember 2019. “Dalam temuan BPK itu, saya harus mengembalikan beberapa volume yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi,” kata Junaidi kepada awak media.

Dia mencontohkan beberapa spesifikasi yang kurang sesuai seperti penggunaan beton, semen, dan beberapa material lainnya. Meski begitu, Junaidi mengaku, pengerjaan proyek sebenarnya sudah dirasa sesuai sebagaimana di awal, 100 persen rampung.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dugaan kasus korupsi pada proyek renovasi Pasar Balung Kulon di Kecamatan Balung memasuki babak baru. Petugas kepolisian mulai melakukan pengumpulan bukti-bukti baru. Penyelidikan yang dilakukan sejak akhir November lalu itu berlanjut hingga kemarin (7/1) dengan agenda gelar perkara di lokasi pasar.

Saat gelar perkara berlangsung, kepolisian melakukan tinjauan dan pengamatan terkait kondisi pasar. Mulai dari konstruksi, material bangunan, hingga volumenya. Proyek yang digarap PT Anugrah Mitra Kinasih (AMK) itu terindikasi merugikan negara, sejak adanya audit BPK beberapa bulan lalu yang menegaskan adanya ketidaksesuaian antara volume, material, dan konstruksi bangunan pasar.

Ketika dikonfirmasi, Direktur PT AMK Junaidi mengatakan, sedianya pengerjaan proyek itu telah selesai 100 persen sejak Januari 2020 lalu. Meskipun sedikit meleset dari target yang ditetapkan, yakni Desember 2019. “Dalam temuan BPK itu, saya harus mengembalikan beberapa volume yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi,” kata Junaidi kepada awak media.

Dia mencontohkan beberapa spesifikasi yang kurang sesuai seperti penggunaan beton, semen, dan beberapa material lainnya. Meski begitu, Junaidi mengaku, pengerjaan proyek sebenarnya sudah dirasa sesuai sebagaimana di awal, 100 persen rampung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/