alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Semua Calon Sepakat Tak Menyuap Rakyat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejatinya, menolak politik uang tak hanya bagi pemilih saja, tapi para pasangan calon (paslon) yang berlaga di pilkada juga wajib berkomitmen serupa. Mereka harus menjadi garda depan untuk menciptakan demokrasi yang bersih, bebas kecurangan dan suap. Sebab, para paslon inilah yang bakal memimpin Jember hingga lima tahun ke depan.

Jawa Pos Radar Jember meminta pernyataan dari tiga calon bupati. Faida, Hendy Siswanto, dan Abdussalam. Ketiganya dimintai pendapat tentang adanya praktik money politics yang mengancam kebersihan pilkada 9 Desember ini. Nyatanya, semua calon sepakat bahwa politik uang merusak demokrasi. Mereka berkomitmen tidak akan menyuap pemilih demi mendapatkan suara dan dukungan rakyat.

“Pilkada bukan arena perang, tapi ajang silaturahmi. Tak perlu saling mencaci maki atau saling dengki. Jek tokaran bik tetangge. Ta’ osah fitnah. Fitnah itu dosa. Jaga persaudaraan dan persatuan. Beda pilihan itu biasa,” kata Faida, kemarin (6/12).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, siapa pun yang menjadi pemimpin Jember telah tertulis di Lauhul Mahfudz dan mendapat izin dari Tuhan. “Kami bakal meraih kemenangan dengan cara-cara terhormat agar kemenangan yang diraih mendapat rida dari Allah SWT,” ucap cabup yang berpasangan dengan Dwi Arya Nugraha Oktavianto ini.

Sementara itu, Hendy Siswanto menyampaikan terkait cara-cara curang untuk meraih kekuasaan. Dirinya bersama Cawabup Muhammad Balya Firjaun Barlaman telah berkomitmen untuk tidak bermain money politics. “Terus terang kami tidak mau bermain money politics. Kami sangat menolak seratus persen,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejatinya, menolak politik uang tak hanya bagi pemilih saja, tapi para pasangan calon (paslon) yang berlaga di pilkada juga wajib berkomitmen serupa. Mereka harus menjadi garda depan untuk menciptakan demokrasi yang bersih, bebas kecurangan dan suap. Sebab, para paslon inilah yang bakal memimpin Jember hingga lima tahun ke depan.

Jawa Pos Radar Jember meminta pernyataan dari tiga calon bupati. Faida, Hendy Siswanto, dan Abdussalam. Ketiganya dimintai pendapat tentang adanya praktik money politics yang mengancam kebersihan pilkada 9 Desember ini. Nyatanya, semua calon sepakat bahwa politik uang merusak demokrasi. Mereka berkomitmen tidak akan menyuap pemilih demi mendapatkan suara dan dukungan rakyat.

“Pilkada bukan arena perang, tapi ajang silaturahmi. Tak perlu saling mencaci maki atau saling dengki. Jek tokaran bik tetangge. Ta’ osah fitnah. Fitnah itu dosa. Jaga persaudaraan dan persatuan. Beda pilihan itu biasa,” kata Faida, kemarin (6/12).

Dia menjelaskan, siapa pun yang menjadi pemimpin Jember telah tertulis di Lauhul Mahfudz dan mendapat izin dari Tuhan. “Kami bakal meraih kemenangan dengan cara-cara terhormat agar kemenangan yang diraih mendapat rida dari Allah SWT,” ucap cabup yang berpasangan dengan Dwi Arya Nugraha Oktavianto ini.

Sementara itu, Hendy Siswanto menyampaikan terkait cara-cara curang untuk meraih kekuasaan. Dirinya bersama Cawabup Muhammad Balya Firjaun Barlaman telah berkomitmen untuk tidak bermain money politics. “Terus terang kami tidak mau bermain money politics. Kami sangat menolak seratus persen,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejatinya, menolak politik uang tak hanya bagi pemilih saja, tapi para pasangan calon (paslon) yang berlaga di pilkada juga wajib berkomitmen serupa. Mereka harus menjadi garda depan untuk menciptakan demokrasi yang bersih, bebas kecurangan dan suap. Sebab, para paslon inilah yang bakal memimpin Jember hingga lima tahun ke depan.

Jawa Pos Radar Jember meminta pernyataan dari tiga calon bupati. Faida, Hendy Siswanto, dan Abdussalam. Ketiganya dimintai pendapat tentang adanya praktik money politics yang mengancam kebersihan pilkada 9 Desember ini. Nyatanya, semua calon sepakat bahwa politik uang merusak demokrasi. Mereka berkomitmen tidak akan menyuap pemilih demi mendapatkan suara dan dukungan rakyat.

“Pilkada bukan arena perang, tapi ajang silaturahmi. Tak perlu saling mencaci maki atau saling dengki. Jek tokaran bik tetangge. Ta’ osah fitnah. Fitnah itu dosa. Jaga persaudaraan dan persatuan. Beda pilihan itu biasa,” kata Faida, kemarin (6/12).

Dia menjelaskan, siapa pun yang menjadi pemimpin Jember telah tertulis di Lauhul Mahfudz dan mendapat izin dari Tuhan. “Kami bakal meraih kemenangan dengan cara-cara terhormat agar kemenangan yang diraih mendapat rida dari Allah SWT,” ucap cabup yang berpasangan dengan Dwi Arya Nugraha Oktavianto ini.

Sementara itu, Hendy Siswanto menyampaikan terkait cara-cara curang untuk meraih kekuasaan. Dirinya bersama Cawabup Muhammad Balya Firjaun Barlaman telah berkomitmen untuk tidak bermain money politics. “Terus terang kami tidak mau bermain money politics. Kami sangat menolak seratus persen,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/