alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Pilih dengan Tulus, Bukan karena Fulus 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Kabupaten Jember dihadapkan pada pilihan yang dapat menentukan masa depan hingga lima tahun ke depan. Yakni mencoblos calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup). Siapa pun yang dipilih warga nanti, merekalah yang akan menakhodai pemerintahan di kabupaten penghasil tembakau ini.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember Andi Wasis menyebut, pencoblosan cabup-cawabup akan sangat menentukan roda pemerintahan di Jember lima tahun ke depan. Untuk itu, perlu niat tulus untuk menjatuhkan pilihan. Bukan karena mendapatkan fulus atau uang dari tim pemenangan. “Memilih saja tidak cukup. Warga Jember juga harus menjadi pemilih yang cerdas. Hindari money politics,” kata Andi.

Praktik politik uang, menurutnya, bisa datang dari mana saja dan menyerang siapa saja. Bisa warga biasa, pegawai, atau bahkan mereka yang terlibat sebagai penyelenggara maupun pengawas pilkada. “Tempatnya bisa di mana saja. Untuk itu, tolak pemberian barang, uang, atau apa pun yang bertujuan agar memilih pasangan calon tertentu,” ajaknya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai penyelenggara pilkada, KPU Jember terus-menerus menyampaikan tolak money politics. Hal itu juga disampaikan kepada para tenaga ad hoc yang ada di bawah KPU Jember. “Kalau penyelenggara pilkada ada yang terlibat, Bawaslu pasti tidak tinggal diam,” katanya.

Menurutnya, pencegahan para tenaga ad hoc agar tidak terlibat dan tidak menjadi pelaku money politics, sudah disampaikan beberapa kali. Untuk itu, penyelenggara pilkada hingga di tingkat TPS harus benar-benar netral. “Sebagai penyelenggara harus menjadi contoh yang baik. Ikut mencegah terjadinya money politics,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Kabupaten Jember dihadapkan pada pilihan yang dapat menentukan masa depan hingga lima tahun ke depan. Yakni mencoblos calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup). Siapa pun yang dipilih warga nanti, merekalah yang akan menakhodai pemerintahan di kabupaten penghasil tembakau ini.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember Andi Wasis menyebut, pencoblosan cabup-cawabup akan sangat menentukan roda pemerintahan di Jember lima tahun ke depan. Untuk itu, perlu niat tulus untuk menjatuhkan pilihan. Bukan karena mendapatkan fulus atau uang dari tim pemenangan. “Memilih saja tidak cukup. Warga Jember juga harus menjadi pemilih yang cerdas. Hindari money politics,” kata Andi.

Praktik politik uang, menurutnya, bisa datang dari mana saja dan menyerang siapa saja. Bisa warga biasa, pegawai, atau bahkan mereka yang terlibat sebagai penyelenggara maupun pengawas pilkada. “Tempatnya bisa di mana saja. Untuk itu, tolak pemberian barang, uang, atau apa pun yang bertujuan agar memilih pasangan calon tertentu,” ajaknya.

Sebagai penyelenggara pilkada, KPU Jember terus-menerus menyampaikan tolak money politics. Hal itu juga disampaikan kepada para tenaga ad hoc yang ada di bawah KPU Jember. “Kalau penyelenggara pilkada ada yang terlibat, Bawaslu pasti tidak tinggal diam,” katanya.

Menurutnya, pencegahan para tenaga ad hoc agar tidak terlibat dan tidak menjadi pelaku money politics, sudah disampaikan beberapa kali. Untuk itu, penyelenggara pilkada hingga di tingkat TPS harus benar-benar netral. “Sebagai penyelenggara harus menjadi contoh yang baik. Ikut mencegah terjadinya money politics,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Kabupaten Jember dihadapkan pada pilihan yang dapat menentukan masa depan hingga lima tahun ke depan. Yakni mencoblos calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup). Siapa pun yang dipilih warga nanti, merekalah yang akan menakhodai pemerintahan di kabupaten penghasil tembakau ini.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember Andi Wasis menyebut, pencoblosan cabup-cawabup akan sangat menentukan roda pemerintahan di Jember lima tahun ke depan. Untuk itu, perlu niat tulus untuk menjatuhkan pilihan. Bukan karena mendapatkan fulus atau uang dari tim pemenangan. “Memilih saja tidak cukup. Warga Jember juga harus menjadi pemilih yang cerdas. Hindari money politics,” kata Andi.

Praktik politik uang, menurutnya, bisa datang dari mana saja dan menyerang siapa saja. Bisa warga biasa, pegawai, atau bahkan mereka yang terlibat sebagai penyelenggara maupun pengawas pilkada. “Tempatnya bisa di mana saja. Untuk itu, tolak pemberian barang, uang, atau apa pun yang bertujuan agar memilih pasangan calon tertentu,” ajaknya.

Sebagai penyelenggara pilkada, KPU Jember terus-menerus menyampaikan tolak money politics. Hal itu juga disampaikan kepada para tenaga ad hoc yang ada di bawah KPU Jember. “Kalau penyelenggara pilkada ada yang terlibat, Bawaslu pasti tidak tinggal diam,” katanya.

Menurutnya, pencegahan para tenaga ad hoc agar tidak terlibat dan tidak menjadi pelaku money politics, sudah disampaikan beberapa kali. Untuk itu, penyelenggara pilkada hingga di tingkat TPS harus benar-benar netral. “Sebagai penyelenggara harus menjadi contoh yang baik. Ikut mencegah terjadinya money politics,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/