alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Menikmati Hamparan Sawah dari Ketinggian Gunung Sepikul

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belakangan ini, Gunung Sepikul yang terletak di Desa/Kecamatan Pakusari tengah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Khususnya pencinta wisata alam. Meski bernama Gunung Sepikul, tapi sebenarnya bentuknya lebih menyerupai bukit atau gumuk.

Dulu, dua bukit kembar itu mangkrak. Namun, kini mulai ramai setelah ada akses tangga menuju puncak bukit. Ya, berkat ide dari sekumpulan anak muda pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini, bukit setinggi 500 meter itu kini kembali diberdayakan.

Meski lokasinya mudah dijangkau karena tak jauh dari jalan raya yang menghubungkan Jember-Banyuwangi, namun pesona alamnya tak kalah dari bukit-bukit lain yang ada di Jember. Untuk menikmati indahnya bukit kembar ini, pengunjung harus memasuki jalanan kecil yang melewati rumah-rumah warga. Sekitar 300 meter dari jalan raya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah memasuki kawasan permukiman warga, terlihat dua gumuk gagah lengkap dengan tulisan Wisata Gunung Sepikul berwarna merah. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua atau roda empat, dapat menitipkan kendaraannya di rumah-rumah warga terdekat. Gratis tanpa dipungut biaya. Bahkan, biaya masuk wisata pun cuma-cuma. Sebab, wisata ini masih dalam proses pembenahan. Belum rampung secara keseluruhan.

Dari rumah warga, pengunjung harus berjalan kaki menuju persawahan yang tepat berada di bawah kaki bukit. Setelah melewati persawahan, saatnya petualangan dimulai. Pengunjung akan melewati pematang sawah yang telah dipaving sekitar seratus meter, kemudian lanjut menaiki tangga sekitar 250 meter.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belakangan ini, Gunung Sepikul yang terletak di Desa/Kecamatan Pakusari tengah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Khususnya pencinta wisata alam. Meski bernama Gunung Sepikul, tapi sebenarnya bentuknya lebih menyerupai bukit atau gumuk.

Dulu, dua bukit kembar itu mangkrak. Namun, kini mulai ramai setelah ada akses tangga menuju puncak bukit. Ya, berkat ide dari sekumpulan anak muda pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini, bukit setinggi 500 meter itu kini kembali diberdayakan.

Meski lokasinya mudah dijangkau karena tak jauh dari jalan raya yang menghubungkan Jember-Banyuwangi, namun pesona alamnya tak kalah dari bukit-bukit lain yang ada di Jember. Untuk menikmati indahnya bukit kembar ini, pengunjung harus memasuki jalanan kecil yang melewati rumah-rumah warga. Sekitar 300 meter dari jalan raya.

Setelah memasuki kawasan permukiman warga, terlihat dua gumuk gagah lengkap dengan tulisan Wisata Gunung Sepikul berwarna merah. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua atau roda empat, dapat menitipkan kendaraannya di rumah-rumah warga terdekat. Gratis tanpa dipungut biaya. Bahkan, biaya masuk wisata pun cuma-cuma. Sebab, wisata ini masih dalam proses pembenahan. Belum rampung secara keseluruhan.

Dari rumah warga, pengunjung harus berjalan kaki menuju persawahan yang tepat berada di bawah kaki bukit. Setelah melewati persawahan, saatnya petualangan dimulai. Pengunjung akan melewati pematang sawah yang telah dipaving sekitar seratus meter, kemudian lanjut menaiki tangga sekitar 250 meter.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belakangan ini, Gunung Sepikul yang terletak di Desa/Kecamatan Pakusari tengah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Khususnya pencinta wisata alam. Meski bernama Gunung Sepikul, tapi sebenarnya bentuknya lebih menyerupai bukit atau gumuk.

Dulu, dua bukit kembar itu mangkrak. Namun, kini mulai ramai setelah ada akses tangga menuju puncak bukit. Ya, berkat ide dari sekumpulan anak muda pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini, bukit setinggi 500 meter itu kini kembali diberdayakan.

Meski lokasinya mudah dijangkau karena tak jauh dari jalan raya yang menghubungkan Jember-Banyuwangi, namun pesona alamnya tak kalah dari bukit-bukit lain yang ada di Jember. Untuk menikmati indahnya bukit kembar ini, pengunjung harus memasuki jalanan kecil yang melewati rumah-rumah warga. Sekitar 300 meter dari jalan raya.

Setelah memasuki kawasan permukiman warga, terlihat dua gumuk gagah lengkap dengan tulisan Wisata Gunung Sepikul berwarna merah. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua atau roda empat, dapat menitipkan kendaraannya di rumah-rumah warga terdekat. Gratis tanpa dipungut biaya. Bahkan, biaya masuk wisata pun cuma-cuma. Sebab, wisata ini masih dalam proses pembenahan. Belum rampung secara keseluruhan.

Dari rumah warga, pengunjung harus berjalan kaki menuju persawahan yang tepat berada di bawah kaki bukit. Setelah melewati persawahan, saatnya petualangan dimulai. Pengunjung akan melewati pematang sawah yang telah dipaving sekitar seratus meter, kemudian lanjut menaiki tangga sekitar 250 meter.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/