alexametrics
23.8 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Gunung Sepikul Pakusari, Mitosnya Nasi Kenduri yang Tertinggal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nama gunung sepikul baru-baru ini mulai sering disebut oleh banyak orang. Selain pemandangannya yang bagus, bukit ini juga terkenal akan sejarahnya.

Menurut Kades Pakusari Misjo, cerita rakyat yang beredar, bukit kembar tersebut dulunya merupakan sebuah makanan kenduri atau berkat yang diperoleh seseorang seusai mengikuti pengajian. “Gunung itu dulunya sebuah berkat yang sengaja ditinggal oleh seorang wali, atau tokoh agama di Pakusari,” tuturnya.

Di Desa Pakusari yang saat itu masih belum diberi nama, dulunya terdapat salah satu tokoh agama, namanya Ki Demen, yang sangat disegani dan dijadikan imam oleh masyarakat sekitar. Sebagai seorang yang berpengaruh, ia sering memimpin pengajian dan tahlilan di rumah-rumah warga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti di desa lainnya, tradisi kenduri di desa ini juga turut diterapkan. Yakni, setiap pulang pengajian, warga biasanya mendapat nasi berkat untuk dibawa pulang. “Zaman dulu, setiap ada acara keagamaan mesti dapat berkat. Begitu juga Ki Demen. Apalagi statusnya sebagai imam,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nama gunung sepikul baru-baru ini mulai sering disebut oleh banyak orang. Selain pemandangannya yang bagus, bukit ini juga terkenal akan sejarahnya.

Menurut Kades Pakusari Misjo, cerita rakyat yang beredar, bukit kembar tersebut dulunya merupakan sebuah makanan kenduri atau berkat yang diperoleh seseorang seusai mengikuti pengajian. “Gunung itu dulunya sebuah berkat yang sengaja ditinggal oleh seorang wali, atau tokoh agama di Pakusari,” tuturnya.

Di Desa Pakusari yang saat itu masih belum diberi nama, dulunya terdapat salah satu tokoh agama, namanya Ki Demen, yang sangat disegani dan dijadikan imam oleh masyarakat sekitar. Sebagai seorang yang berpengaruh, ia sering memimpin pengajian dan tahlilan di rumah-rumah warga.

Seperti di desa lainnya, tradisi kenduri di desa ini juga turut diterapkan. Yakni, setiap pulang pengajian, warga biasanya mendapat nasi berkat untuk dibawa pulang. “Zaman dulu, setiap ada acara keagamaan mesti dapat berkat. Begitu juga Ki Demen. Apalagi statusnya sebagai imam,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nama gunung sepikul baru-baru ini mulai sering disebut oleh banyak orang. Selain pemandangannya yang bagus, bukit ini juga terkenal akan sejarahnya.

Menurut Kades Pakusari Misjo, cerita rakyat yang beredar, bukit kembar tersebut dulunya merupakan sebuah makanan kenduri atau berkat yang diperoleh seseorang seusai mengikuti pengajian. “Gunung itu dulunya sebuah berkat yang sengaja ditinggal oleh seorang wali, atau tokoh agama di Pakusari,” tuturnya.

Di Desa Pakusari yang saat itu masih belum diberi nama, dulunya terdapat salah satu tokoh agama, namanya Ki Demen, yang sangat disegani dan dijadikan imam oleh masyarakat sekitar. Sebagai seorang yang berpengaruh, ia sering memimpin pengajian dan tahlilan di rumah-rumah warga.

Seperti di desa lainnya, tradisi kenduri di desa ini juga turut diterapkan. Yakni, setiap pulang pengajian, warga biasanya mendapat nasi berkat untuk dibawa pulang. “Zaman dulu, setiap ada acara keagamaan mesti dapat berkat. Begitu juga Ki Demen. Apalagi statusnya sebagai imam,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/