alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Hentikan Perdagangan Monyet Ekor Panjang, Jember Lakukan ini

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Monyet ekor panjang adalah spesies primata yang sangat sosial, hidup berkelompok dan cerdas. Sehingga satwa tersebut menjadi salah satu satwa yang mudah untuk survive, tidak heran jika masih banyak oknum perdagangan Monyet Ekor Panjang secara ilegal di Indonesia. Perdagangan monyet ini dimulai dengan menjual bayi-bayi monyet ekor panjang ke sejumlah pasar hewan. Di Jember sendiri monyet ekor panjang ini banyak dijadikan atraksi Topeng Monyet Jalanan.

Baca Juga : Puluhan Ekor Panjang Dilepas di Pulau Nusa Barong

Pelanggaran topeng monyet di Jember sebelumnya sudah digaungkan oleh sebuah lembaga pecinta binatang khusus monyet, Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Salah satu dasar hukumnya adalah kitab undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Nomor 302 yang mengatur tentang tindakan penyiksaan hewan.  Selain itu, dengan adanya atraksi Topeng Monyet yang dilakuakn di Jember ini juga merenggut kebebasan monyet ekor panjang itu sendiri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jember saat ini sedang berpartisipasi dalam Hari Satwa Dunia dengan melepaskan puluhan monyet ekor panjang  ke Pulau Nusa Barong hari ini (10/7). Monyet Ekor Panjang yang diterima merupakan hasil dari rampasan dan penyerahan dari masyarakat Jember. Kemudian dilakukan proses habituasi dengan karantina untuk memastikan sehat, ada cek list penilaian perilaku agar tidak serta merta dari masyarakat dilepaskan begitu saja, Penilaian perilaku itu memastikan bahwa monyet ekor panjang sehat, bisa survive dengan bertemu kolonial yang baru. Menurut pantauan Jawa Pos Radar Jember  kegiatan karantina dan penilaian perilaku ini dilakukan selama 2 tahun.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Monyet ekor panjang adalah spesies primata yang sangat sosial, hidup berkelompok dan cerdas. Sehingga satwa tersebut menjadi salah satu satwa yang mudah untuk survive, tidak heran jika masih banyak oknum perdagangan Monyet Ekor Panjang secara ilegal di Indonesia. Perdagangan monyet ini dimulai dengan menjual bayi-bayi monyet ekor panjang ke sejumlah pasar hewan. Di Jember sendiri monyet ekor panjang ini banyak dijadikan atraksi Topeng Monyet Jalanan.

Baca Juga : Puluhan Ekor Panjang Dilepas di Pulau Nusa Barong

Pelanggaran topeng monyet di Jember sebelumnya sudah digaungkan oleh sebuah lembaga pecinta binatang khusus monyet, Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Salah satu dasar hukumnya adalah kitab undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Nomor 302 yang mengatur tentang tindakan penyiksaan hewan.  Selain itu, dengan adanya atraksi Topeng Monyet yang dilakuakn di Jember ini juga merenggut kebebasan monyet ekor panjang itu sendiri.

Jember saat ini sedang berpartisipasi dalam Hari Satwa Dunia dengan melepaskan puluhan monyet ekor panjang  ke Pulau Nusa Barong hari ini (10/7). Monyet Ekor Panjang yang diterima merupakan hasil dari rampasan dan penyerahan dari masyarakat Jember. Kemudian dilakukan proses habituasi dengan karantina untuk memastikan sehat, ada cek list penilaian perilaku agar tidak serta merta dari masyarakat dilepaskan begitu saja, Penilaian perilaku itu memastikan bahwa monyet ekor panjang sehat, bisa survive dengan bertemu kolonial yang baru. Menurut pantauan Jawa Pos Radar Jember  kegiatan karantina dan penilaian perilaku ini dilakukan selama 2 tahun.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Monyet ekor panjang adalah spesies primata yang sangat sosial, hidup berkelompok dan cerdas. Sehingga satwa tersebut menjadi salah satu satwa yang mudah untuk survive, tidak heran jika masih banyak oknum perdagangan Monyet Ekor Panjang secara ilegal di Indonesia. Perdagangan monyet ini dimulai dengan menjual bayi-bayi monyet ekor panjang ke sejumlah pasar hewan. Di Jember sendiri monyet ekor panjang ini banyak dijadikan atraksi Topeng Monyet Jalanan.

Baca Juga : Puluhan Ekor Panjang Dilepas di Pulau Nusa Barong

Pelanggaran topeng monyet di Jember sebelumnya sudah digaungkan oleh sebuah lembaga pecinta binatang khusus monyet, Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Salah satu dasar hukumnya adalah kitab undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Nomor 302 yang mengatur tentang tindakan penyiksaan hewan.  Selain itu, dengan adanya atraksi Topeng Monyet yang dilakuakn di Jember ini juga merenggut kebebasan monyet ekor panjang itu sendiri.

Jember saat ini sedang berpartisipasi dalam Hari Satwa Dunia dengan melepaskan puluhan monyet ekor panjang  ke Pulau Nusa Barong hari ini (10/7). Monyet Ekor Panjang yang diterima merupakan hasil dari rampasan dan penyerahan dari masyarakat Jember. Kemudian dilakukan proses habituasi dengan karantina untuk memastikan sehat, ada cek list penilaian perilaku agar tidak serta merta dari masyarakat dilepaskan begitu saja, Penilaian perilaku itu memastikan bahwa monyet ekor panjang sehat, bisa survive dengan bertemu kolonial yang baru. Menurut pantauan Jawa Pos Radar Jember  kegiatan karantina dan penilaian perilaku ini dilakukan selama 2 tahun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/