alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Alami Penyakit Langka, Berharap Dapat Keajaiban

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sikap tabah Boini tak perlu diragukan. Kendati punya penyakit aneh, dirinya tetap tegar menjalani hidup dengan serba keterbatasan. Dia juga tinggal seorang diri dengan penyakit langka yang dideritanya tersebut.

NUR HARIRI, Jemberlor, Radar Jember

Pagi-pagi sekali, Boini bergegas pergi ke Kota Jember. Dia berangkat bersama sejumlah warga lain untuk mengambil Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) perluasan. Meski dirinya sakit, dia tetap mengantre seperti kebanyakan orang. Dia duduk di pinggir Alun-Alun Jember, Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, pagi yang cerah itu tak secerah wajahnya. Dia harus duduk sendiri. Bukan karena menjaga jarak mencegah korona, tapi karena minder akan penyakitnya yang cukup aneh. Dia mengalami penyakit ‘seribu benjolan’. Banyak benjolan sebesar bisul yang tumbuh pada tubuhnya.

Saat itu, benjolan paling mencolok tampak pada bagian kaki kanan yang tidak beralaskan apa pun. “Saya ikut datang mengambil bantuan. Saya berangkat bersama orang-orang dan sudah janjian,” kata perempuan yang tinggal di lingkungan RT 2 RW 5 Dusun Pondok Waluh, Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, itu.

Perempuan kelahiran 1975 ini mengaku, dirinya sakit cukup lama. Dia tidak tahu harus bagaimana dengan penyakit yang dideritanya. “Dulu saya tidak begini,” ucap Boini yang tinggal sebatang kara tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sikap tabah Boini tak perlu diragukan. Kendati punya penyakit aneh, dirinya tetap tegar menjalani hidup dengan serba keterbatasan. Dia juga tinggal seorang diri dengan penyakit langka yang dideritanya tersebut.

NUR HARIRI, Jemberlor, Radar Jember

Pagi-pagi sekali, Boini bergegas pergi ke Kota Jember. Dia berangkat bersama sejumlah warga lain untuk mengambil Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) perluasan. Meski dirinya sakit, dia tetap mengantre seperti kebanyakan orang. Dia duduk di pinggir Alun-Alun Jember, Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang.

Namun, pagi yang cerah itu tak secerah wajahnya. Dia harus duduk sendiri. Bukan karena menjaga jarak mencegah korona, tapi karena minder akan penyakitnya yang cukup aneh. Dia mengalami penyakit ‘seribu benjolan’. Banyak benjolan sebesar bisul yang tumbuh pada tubuhnya.

Saat itu, benjolan paling mencolok tampak pada bagian kaki kanan yang tidak beralaskan apa pun. “Saya ikut datang mengambil bantuan. Saya berangkat bersama orang-orang dan sudah janjian,” kata perempuan yang tinggal di lingkungan RT 2 RW 5 Dusun Pondok Waluh, Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, itu.

Perempuan kelahiran 1975 ini mengaku, dirinya sakit cukup lama. Dia tidak tahu harus bagaimana dengan penyakit yang dideritanya. “Dulu saya tidak begini,” ucap Boini yang tinggal sebatang kara tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sikap tabah Boini tak perlu diragukan. Kendati punya penyakit aneh, dirinya tetap tegar menjalani hidup dengan serba keterbatasan. Dia juga tinggal seorang diri dengan penyakit langka yang dideritanya tersebut.

NUR HARIRI, Jemberlor, Radar Jember

Pagi-pagi sekali, Boini bergegas pergi ke Kota Jember. Dia berangkat bersama sejumlah warga lain untuk mengambil Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) perluasan. Meski dirinya sakit, dia tetap mengantre seperti kebanyakan orang. Dia duduk di pinggir Alun-Alun Jember, Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang.

Namun, pagi yang cerah itu tak secerah wajahnya. Dia harus duduk sendiri. Bukan karena menjaga jarak mencegah korona, tapi karena minder akan penyakitnya yang cukup aneh. Dia mengalami penyakit ‘seribu benjolan’. Banyak benjolan sebesar bisul yang tumbuh pada tubuhnya.

Saat itu, benjolan paling mencolok tampak pada bagian kaki kanan yang tidak beralaskan apa pun. “Saya ikut datang mengambil bantuan. Saya berangkat bersama orang-orang dan sudah janjian,” kata perempuan yang tinggal di lingkungan RT 2 RW 5 Dusun Pondok Waluh, Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, itu.

Perempuan kelahiran 1975 ini mengaku, dirinya sakit cukup lama. Dia tidak tahu harus bagaimana dengan penyakit yang dideritanya. “Dulu saya tidak begini,” ucap Boini yang tinggal sebatang kara tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/