alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Rektor Unej Dorong Mahasiswa untuk Membuat Konten Pancasila

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna menilai, bahwa banyak mahasiswa yang masih menganggap mata kuliah pancasila cukup membosankan. Sebabnya, semenjak masa orde baru, kuliah Pancasila hanya diberikan dalam kerangka indoktrinasi dengan penafsiran tunggal.

Sehingga penyampaiannya bersifat terserah. Maka, benar jika kuliah Pancasila tidak menarik bagi kalangan milenial. Padahal nantinya, generasi milenialah yang akan melanjutkan tongkat estafet bangsa Indonesia.

“Berikan kepercayaan generasi milenial untuk memulai dialog tentang Pancasila. Jangan sedikit-sedikit mencurigai mereka, men-cap mereka tidak paham Pancasila. Ingat generasi milenial inilah yang nantinya menjaga dan mengamalkan Pancasila,” paparnya, dalam kegiataan webinar yang  bertajuk  ‘Aktualisasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi’, Senin (7/9).

Mobile_AP_Rectangle 2

Iwan Taruna mengusulkan agar mahasiswa tidak hanya mendapatkan kuliah Pancasila di kelas saja. Iya menghimbau para akademisi kampus untuk mendorong mahasiswa membuat konten mengenai pancasila.

Nantinya, konten–konten tersebut dikreasikan dengan aplikasi media sosial kekinian, misalnya You Tube, Tiktok, dan lainnya. “Namun yang paling penting, bagaimana kita memberika teladan bagi generasi milenial dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehar-hari,” tutur Iwan Taruna.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna menilai, bahwa banyak mahasiswa yang masih menganggap mata kuliah pancasila cukup membosankan. Sebabnya, semenjak masa orde baru, kuliah Pancasila hanya diberikan dalam kerangka indoktrinasi dengan penafsiran tunggal.

Sehingga penyampaiannya bersifat terserah. Maka, benar jika kuliah Pancasila tidak menarik bagi kalangan milenial. Padahal nantinya, generasi milenialah yang akan melanjutkan tongkat estafet bangsa Indonesia.

“Berikan kepercayaan generasi milenial untuk memulai dialog tentang Pancasila. Jangan sedikit-sedikit mencurigai mereka, men-cap mereka tidak paham Pancasila. Ingat generasi milenial inilah yang nantinya menjaga dan mengamalkan Pancasila,” paparnya, dalam kegiataan webinar yang  bertajuk  ‘Aktualisasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi’, Senin (7/9).

Iwan Taruna mengusulkan agar mahasiswa tidak hanya mendapatkan kuliah Pancasila di kelas saja. Iya menghimbau para akademisi kampus untuk mendorong mahasiswa membuat konten mengenai pancasila.

Nantinya, konten–konten tersebut dikreasikan dengan aplikasi media sosial kekinian, misalnya You Tube, Tiktok, dan lainnya. “Namun yang paling penting, bagaimana kita memberika teladan bagi generasi milenial dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehar-hari,” tutur Iwan Taruna.

RADARJEMBER.ID – Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna menilai, bahwa banyak mahasiswa yang masih menganggap mata kuliah pancasila cukup membosankan. Sebabnya, semenjak masa orde baru, kuliah Pancasila hanya diberikan dalam kerangka indoktrinasi dengan penafsiran tunggal.

Sehingga penyampaiannya bersifat terserah. Maka, benar jika kuliah Pancasila tidak menarik bagi kalangan milenial. Padahal nantinya, generasi milenialah yang akan melanjutkan tongkat estafet bangsa Indonesia.

“Berikan kepercayaan generasi milenial untuk memulai dialog tentang Pancasila. Jangan sedikit-sedikit mencurigai mereka, men-cap mereka tidak paham Pancasila. Ingat generasi milenial inilah yang nantinya menjaga dan mengamalkan Pancasila,” paparnya, dalam kegiataan webinar yang  bertajuk  ‘Aktualisasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi’, Senin (7/9).

Iwan Taruna mengusulkan agar mahasiswa tidak hanya mendapatkan kuliah Pancasila di kelas saja. Iya menghimbau para akademisi kampus untuk mendorong mahasiswa membuat konten mengenai pancasila.

Nantinya, konten–konten tersebut dikreasikan dengan aplikasi media sosial kekinian, misalnya You Tube, Tiktok, dan lainnya. “Namun yang paling penting, bagaimana kita memberika teladan bagi generasi milenial dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehar-hari,” tutur Iwan Taruna.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/