alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Hasilnya Bergantung Tim Pemenangan

 Masa pendaftaran cabup-cawabup telah ditutup. Ada tiga paslon. Secara berurutan adalah Hendy-Gus Firjaun, Salam-Ifan, dan Faida-Vian. Meski berangkat dengan dukungan dan jalur berbeda, namun ketiganya sama-sama memiliki modal politik untuk meraih dukungan publik. Seperti apa peluang ketiga paslon tersebut merebut hati pemilih?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jember masuk babak baru. KPU telah menutup pendaftaran dan terkunci tiga pasangan bakal calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup). Pertama adalah pasangan Hendy Siswanto dan Balya Firjaun Barlaman (Hendy- Gus Firjaun). Kedua, Abdussalam dan Ifan Ariadna (Salam-Ifan). Dan ketiga adalah Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavinato (Faida-Vian).

Masing-masing kandidat merupakan tokoh terbaik. Mereka sama-sama dipercaya oleh masyarakat dan partai politik. Namun, kendati sama-sama memiliki modal ketokohan dan dukungan politik yang cukup, hal itu tak secara otomatis membuat mereka terpilih dan memenangkan pilkada mendatang.

Oleh karena itu, modal bertanding yang dimiliki harus dioptimalkan. Apalagi, modal awal itu cuma menggambarkan peta perpolitikan yang ada. Bukan menentukan siapa yang bakal memenangkan kontestasi pilkada nanti. Sehingga masing-masing paslon dan tim pemenangannya harus sama-sama berhitung untuk menyusun strategi kerja-kerja politik mereka.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebab, jika menilik Pilkada 2015 lalu, fakta menunjukkan modal dukungan yang besar saja tidak selamanya di atas angin. Demikian pula modal awal yang minim, juga tak otomatis kalah dalam pertarungan. Ada sekian faktor yang memengaruhi paslon itu mampu mengambil hati pemilih. Selain modal politik, juga kerja tim pemenangan dalam meyakinkan calon pemilih.

Apalagi, jika melihat pilkada 2020 ini yang berbeda dengan 2015 lalu. Sebab, ada dua paslon yang berangkat dari partai, juga ada yang berangkat dari jalur perseorangan. Ini artinya, pilkada 2020 bisa lebih dinamis dari periode sebelumnya. Dan hal itu kembali lagi pada upaya pemenangan setiap pasangan calon dan mesin politik yang membawa mereka. Hasil akhirnya adalah meraih dukungan warga Jember agar menentukan hak suaranya kepada calon yang diusung.

Catatan Jawa Pos Radar Jember menunjukkan, kondisi politik di Jember sangat cair. Misalnya, Bacabup Hendy Siswanto yang awalnya sempat memiliki keinginan untuk head to head melawan petahana. Akan tetapi, alotnya perpolitikan membuatnya memutuskan untuk daftar lebih dahulu. Itu dilakukan secara cepat demi melakukan konsolidasi pasca pendaftaran. “Setiap hari kami melakukan konsolidasi. Rapat bersama dengan partai pengusung dan relawan, maupun dari tim Hendy Siswanto Center,” papar Hendy yang juga menyebut parpol memiliki banyak pengalaman.

Begitu disinggung berapa target kemenangannya, Hendy menegaskan, dengan diusung oleh lima partai dengan 28 kursi di DPRD Jember, maka pihaknya optimistis bisa menang. Dia pun yakin modal besar dari partai pengusung akan mengantarnya sebagai pemenang. “Target kami menang 70 persen. Sudah pasti Hendy-Gus Firjaun menang,” ucapnya.

Ketua DPC Gerindra M Satib mengungkap, dukungan pasangan Hendy-Gus Firjaun memang besar. Akan tetapi, barisan pengusungnya tak akan lengah. Gerindra menjadi satu dari lima partai yang mengusung pasangan ini. “Satu hal yang harus diingat, pilkada dengan pileg sangat berbeda. Pilkada itu mengedepankan figur,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jember masuk babak baru. KPU telah menutup pendaftaran dan terkunci tiga pasangan bakal calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup). Pertama adalah pasangan Hendy Siswanto dan Balya Firjaun Barlaman (Hendy- Gus Firjaun). Kedua, Abdussalam dan Ifan Ariadna (Salam-Ifan). Dan ketiga adalah Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavinato (Faida-Vian).

Masing-masing kandidat merupakan tokoh terbaik. Mereka sama-sama dipercaya oleh masyarakat dan partai politik. Namun, kendati sama-sama memiliki modal ketokohan dan dukungan politik yang cukup, hal itu tak secara otomatis membuat mereka terpilih dan memenangkan pilkada mendatang.

Oleh karena itu, modal bertanding yang dimiliki harus dioptimalkan. Apalagi, modal awal itu cuma menggambarkan peta perpolitikan yang ada. Bukan menentukan siapa yang bakal memenangkan kontestasi pilkada nanti. Sehingga masing-masing paslon dan tim pemenangannya harus sama-sama berhitung untuk menyusun strategi kerja-kerja politik mereka.

Sebab, jika menilik Pilkada 2015 lalu, fakta menunjukkan modal dukungan yang besar saja tidak selamanya di atas angin. Demikian pula modal awal yang minim, juga tak otomatis kalah dalam pertarungan. Ada sekian faktor yang memengaruhi paslon itu mampu mengambil hati pemilih. Selain modal politik, juga kerja tim pemenangan dalam meyakinkan calon pemilih.

Apalagi, jika melihat pilkada 2020 ini yang berbeda dengan 2015 lalu. Sebab, ada dua paslon yang berangkat dari partai, juga ada yang berangkat dari jalur perseorangan. Ini artinya, pilkada 2020 bisa lebih dinamis dari periode sebelumnya. Dan hal itu kembali lagi pada upaya pemenangan setiap pasangan calon dan mesin politik yang membawa mereka. Hasil akhirnya adalah meraih dukungan warga Jember agar menentukan hak suaranya kepada calon yang diusung.

Catatan Jawa Pos Radar Jember menunjukkan, kondisi politik di Jember sangat cair. Misalnya, Bacabup Hendy Siswanto yang awalnya sempat memiliki keinginan untuk head to head melawan petahana. Akan tetapi, alotnya perpolitikan membuatnya memutuskan untuk daftar lebih dahulu. Itu dilakukan secara cepat demi melakukan konsolidasi pasca pendaftaran. “Setiap hari kami melakukan konsolidasi. Rapat bersama dengan partai pengusung dan relawan, maupun dari tim Hendy Siswanto Center,” papar Hendy yang juga menyebut parpol memiliki banyak pengalaman.

Begitu disinggung berapa target kemenangannya, Hendy menegaskan, dengan diusung oleh lima partai dengan 28 kursi di DPRD Jember, maka pihaknya optimistis bisa menang. Dia pun yakin modal besar dari partai pengusung akan mengantarnya sebagai pemenang. “Target kami menang 70 persen. Sudah pasti Hendy-Gus Firjaun menang,” ucapnya.

Ketua DPC Gerindra M Satib mengungkap, dukungan pasangan Hendy-Gus Firjaun memang besar. Akan tetapi, barisan pengusungnya tak akan lengah. Gerindra menjadi satu dari lima partai yang mengusung pasangan ini. “Satu hal yang harus diingat, pilkada dengan pileg sangat berbeda. Pilkada itu mengedepankan figur,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jember masuk babak baru. KPU telah menutup pendaftaran dan terkunci tiga pasangan bakal calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup). Pertama adalah pasangan Hendy Siswanto dan Balya Firjaun Barlaman (Hendy- Gus Firjaun). Kedua, Abdussalam dan Ifan Ariadna (Salam-Ifan). Dan ketiga adalah Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavinato (Faida-Vian).

Masing-masing kandidat merupakan tokoh terbaik. Mereka sama-sama dipercaya oleh masyarakat dan partai politik. Namun, kendati sama-sama memiliki modal ketokohan dan dukungan politik yang cukup, hal itu tak secara otomatis membuat mereka terpilih dan memenangkan pilkada mendatang.

Oleh karena itu, modal bertanding yang dimiliki harus dioptimalkan. Apalagi, modal awal itu cuma menggambarkan peta perpolitikan yang ada. Bukan menentukan siapa yang bakal memenangkan kontestasi pilkada nanti. Sehingga masing-masing paslon dan tim pemenangannya harus sama-sama berhitung untuk menyusun strategi kerja-kerja politik mereka.

Sebab, jika menilik Pilkada 2015 lalu, fakta menunjukkan modal dukungan yang besar saja tidak selamanya di atas angin. Demikian pula modal awal yang minim, juga tak otomatis kalah dalam pertarungan. Ada sekian faktor yang memengaruhi paslon itu mampu mengambil hati pemilih. Selain modal politik, juga kerja tim pemenangan dalam meyakinkan calon pemilih.

Apalagi, jika melihat pilkada 2020 ini yang berbeda dengan 2015 lalu. Sebab, ada dua paslon yang berangkat dari partai, juga ada yang berangkat dari jalur perseorangan. Ini artinya, pilkada 2020 bisa lebih dinamis dari periode sebelumnya. Dan hal itu kembali lagi pada upaya pemenangan setiap pasangan calon dan mesin politik yang membawa mereka. Hasil akhirnya adalah meraih dukungan warga Jember agar menentukan hak suaranya kepada calon yang diusung.

Catatan Jawa Pos Radar Jember menunjukkan, kondisi politik di Jember sangat cair. Misalnya, Bacabup Hendy Siswanto yang awalnya sempat memiliki keinginan untuk head to head melawan petahana. Akan tetapi, alotnya perpolitikan membuatnya memutuskan untuk daftar lebih dahulu. Itu dilakukan secara cepat demi melakukan konsolidasi pasca pendaftaran. “Setiap hari kami melakukan konsolidasi. Rapat bersama dengan partai pengusung dan relawan, maupun dari tim Hendy Siswanto Center,” papar Hendy yang juga menyebut parpol memiliki banyak pengalaman.

Begitu disinggung berapa target kemenangannya, Hendy menegaskan, dengan diusung oleh lima partai dengan 28 kursi di DPRD Jember, maka pihaknya optimistis bisa menang. Dia pun yakin modal besar dari partai pengusung akan mengantarnya sebagai pemenang. “Target kami menang 70 persen. Sudah pasti Hendy-Gus Firjaun menang,” ucapnya.

Ketua DPC Gerindra M Satib mengungkap, dukungan pasangan Hendy-Gus Firjaun memang besar. Akan tetapi, barisan pengusungnya tak akan lengah. Gerindra menjadi satu dari lima partai yang mengusung pasangan ini. “Satu hal yang harus diingat, pilkada dengan pileg sangat berbeda. Pilkada itu mengedepankan figur,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/