alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Anak Umur Setahun Lebih Wajib Beli Tiket JFC Seharga Penonton Dewasa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember Fashion Carnaval (JFC) digelar sejak kemarin (6/8). Dan hari ini merupakan acara puncak atau Grand Carnival. Pergelaran karnaval busana terakbar ini berlangsung begitu meriah. Apalagi, juga dijadwalkan ada pesohor ibu kota yang bakal menjadi bintang tamu.

Jadwal Jember Fashion Carnaval 2022

Namun, tidak semua masyarakat Jember bisa melihat dari dekat karnaval itu. Sebab, jika ingin melihat JFC di area tribun, penonton harus membeli tiket masuk yang dibanderol mulai Rp 50 ribu sampai Rp 500 ribu. Meski demikian, penonton tetap bisa melihatnya secara gratis asal dari luar pagar pembatas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beberapa penonton mengeluhkan harga tiket yang dinilai lumayan menguras kantong. Bahkan, anak usia balita di atas satu tahun juga diwajibkan membeli tiket seharga orang dewasa. Meski mereka masih berada di gendongan ibunya.

“Saya punya anak umur enam tahun, namun tidak boleh masuk karena harus bayar tiket dua-duanya. Jadi saya dan anak saya harus membeli tiket. Padahal usianya masih di bawah umur,” ujar Lutfianingsih, penonton asal Lembengan, Ledokombo.

Wanita berumur 29 tahun tersebut mengaku kecewa karena harus melihat JFC dari luar pagar pembatas.

Menanggapi keluhan itu, Kevin, salah seorang panitia, mengatakan, jika ingin menonton JFC di dalam area memang harus membeli tiket. Termasuk anak-anak. “Untuk tiket masuk memang diwajibkan membeli ketika usia di atas satu tahun. Dan itu betujuan agar anak-anak tidak tiba-tiba keluar dari area kursi tempat duduk, sehingga mengganggu para peserta JFC yang tampil,” ujarnya.

Presiden JFC, Budi Setiawan juga menjelaskan hal serupa. Menurut pria yang akrab disapa Iwan ini, kalau penonton ingin memasuki area JFC dan sudah berusia lebih satu tahun, maka wajib membeli tiket. “Sebenarnya tidak harus satu tahun, anak-anak kecil meskipun usia 1,5 tahun dan jika dipangku masih keliatan kecil itu tidak apa-apa masuk,” ujarnya.

Iwan menjelaskan, tujuan menerapkan usia minimal membeli tiket JFC, karena jika anak kecil dipangku terus maka kasihan orang tuanya. Sebab, mereka akan kelelahan. “Jadi lebih baik membeli tiket untuk anak-anaknya, sehingga bisa menempati tempat duduk sendiri,” pungkasnya. (*)

Reporter: Dwi Ayu Wulandari
Foto: Dwi Ayu Wulandari
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember Fashion Carnaval (JFC) digelar sejak kemarin (6/8). Dan hari ini merupakan acara puncak atau Grand Carnival. Pergelaran karnaval busana terakbar ini berlangsung begitu meriah. Apalagi, juga dijadwalkan ada pesohor ibu kota yang bakal menjadi bintang tamu.

Jadwal Jember Fashion Carnaval 2022

Namun, tidak semua masyarakat Jember bisa melihat dari dekat karnaval itu. Sebab, jika ingin melihat JFC di area tribun, penonton harus membeli tiket masuk yang dibanderol mulai Rp 50 ribu sampai Rp 500 ribu. Meski demikian, penonton tetap bisa melihatnya secara gratis asal dari luar pagar pembatas.

Beberapa penonton mengeluhkan harga tiket yang dinilai lumayan menguras kantong. Bahkan, anak usia balita di atas satu tahun juga diwajibkan membeli tiket seharga orang dewasa. Meski mereka masih berada di gendongan ibunya.

“Saya punya anak umur enam tahun, namun tidak boleh masuk karena harus bayar tiket dua-duanya. Jadi saya dan anak saya harus membeli tiket. Padahal usianya masih di bawah umur,” ujar Lutfianingsih, penonton asal Lembengan, Ledokombo.

Wanita berumur 29 tahun tersebut mengaku kecewa karena harus melihat JFC dari luar pagar pembatas.

Menanggapi keluhan itu, Kevin, salah seorang panitia, mengatakan, jika ingin menonton JFC di dalam area memang harus membeli tiket. Termasuk anak-anak. “Untuk tiket masuk memang diwajibkan membeli ketika usia di atas satu tahun. Dan itu betujuan agar anak-anak tidak tiba-tiba keluar dari area kursi tempat duduk, sehingga mengganggu para peserta JFC yang tampil,” ujarnya.

Presiden JFC, Budi Setiawan juga menjelaskan hal serupa. Menurut pria yang akrab disapa Iwan ini, kalau penonton ingin memasuki area JFC dan sudah berusia lebih satu tahun, maka wajib membeli tiket. “Sebenarnya tidak harus satu tahun, anak-anak kecil meskipun usia 1,5 tahun dan jika dipangku masih keliatan kecil itu tidak apa-apa masuk,” ujarnya.

Iwan menjelaskan, tujuan menerapkan usia minimal membeli tiket JFC, karena jika anak kecil dipangku terus maka kasihan orang tuanya. Sebab, mereka akan kelelahan. “Jadi lebih baik membeli tiket untuk anak-anaknya, sehingga bisa menempati tempat duduk sendiri,” pungkasnya. (*)

Reporter: Dwi Ayu Wulandari
Foto: Dwi Ayu Wulandari
Editor: Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember Fashion Carnaval (JFC) digelar sejak kemarin (6/8). Dan hari ini merupakan acara puncak atau Grand Carnival. Pergelaran karnaval busana terakbar ini berlangsung begitu meriah. Apalagi, juga dijadwalkan ada pesohor ibu kota yang bakal menjadi bintang tamu.

Jadwal Jember Fashion Carnaval 2022

Namun, tidak semua masyarakat Jember bisa melihat dari dekat karnaval itu. Sebab, jika ingin melihat JFC di area tribun, penonton harus membeli tiket masuk yang dibanderol mulai Rp 50 ribu sampai Rp 500 ribu. Meski demikian, penonton tetap bisa melihatnya secara gratis asal dari luar pagar pembatas.

Beberapa penonton mengeluhkan harga tiket yang dinilai lumayan menguras kantong. Bahkan, anak usia balita di atas satu tahun juga diwajibkan membeli tiket seharga orang dewasa. Meski mereka masih berada di gendongan ibunya.

“Saya punya anak umur enam tahun, namun tidak boleh masuk karena harus bayar tiket dua-duanya. Jadi saya dan anak saya harus membeli tiket. Padahal usianya masih di bawah umur,” ujar Lutfianingsih, penonton asal Lembengan, Ledokombo.

Wanita berumur 29 tahun tersebut mengaku kecewa karena harus melihat JFC dari luar pagar pembatas.

Menanggapi keluhan itu, Kevin, salah seorang panitia, mengatakan, jika ingin menonton JFC di dalam area memang harus membeli tiket. Termasuk anak-anak. “Untuk tiket masuk memang diwajibkan membeli ketika usia di atas satu tahun. Dan itu betujuan agar anak-anak tidak tiba-tiba keluar dari area kursi tempat duduk, sehingga mengganggu para peserta JFC yang tampil,” ujarnya.

Presiden JFC, Budi Setiawan juga menjelaskan hal serupa. Menurut pria yang akrab disapa Iwan ini, kalau penonton ingin memasuki area JFC dan sudah berusia lebih satu tahun, maka wajib membeli tiket. “Sebenarnya tidak harus satu tahun, anak-anak kecil meskipun usia 1,5 tahun dan jika dipangku masih keliatan kecil itu tidak apa-apa masuk,” ujarnya.

Iwan menjelaskan, tujuan menerapkan usia minimal membeli tiket JFC, karena jika anak kecil dipangku terus maka kasihan orang tuanya. Sebab, mereka akan kelelahan. “Jadi lebih baik membeli tiket untuk anak-anaknya, sehingga bisa menempati tempat duduk sendiri,” pungkasnya. (*)

Reporter: Dwi Ayu Wulandari
Foto: Dwi Ayu Wulandari
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/