alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Bisa Diajarkan Lewat Busana

Pendidikan Seks sejak Usia Dini

Mobile_AP_Rectangle 1

Selain itu, lanjut dia, orang tua juga perlu mandi bersama dengan balitanya. “Sesekali tidak apa-apa. Biar tahu bagian alat vital yang perlu dijaga dan yang membedakan orang dewasa dengan anak-anak,” tuturnya.

Hal ini membuat anak memahami pendidikan seks saat memasuki sekolah. Dampaknya, anak akan paham siapa yang pantas menemani atau mengantarkan ke kamar mandi jika di lingkungan sekolah. Jika anak itu sudah memiliki pendidikan seks sejak dini, maka perilaku menyimpang dari lingkungannya bisa ditolak. “Seperti tentang kasus kain jarik. Jika korban paham penyimpangan, maka bisa menolak,” imbuhnya.

Marisa juga mengakui jika kerap kali orang tua mengadu dan mencari solusi terkait anaknya berbicara jorok hingga alat kelaminya dipegang oleh orang dewasa. Bahkan, ada juga orang tua syok ketika anaknya tahu tentang alat kontrasepsi. “Kalau seperti itu, diusahakan jangan syok dulu. Tenang dulu, agar anak bisa menceritakan sedetail mungkin. Jika syok, anak akan takut bercerita,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam pandangannya, bisa jadi anak mengetahui tentang alat kontrasepsi dari tulisan di fasilitas kesehatan ataupun dari hand phone. Sehingga, ketenangan orang tua juga diperlukan dalam membentuk pendidikan seks.

- Advertisement -

Selain itu, lanjut dia, orang tua juga perlu mandi bersama dengan balitanya. “Sesekali tidak apa-apa. Biar tahu bagian alat vital yang perlu dijaga dan yang membedakan orang dewasa dengan anak-anak,” tuturnya.

Hal ini membuat anak memahami pendidikan seks saat memasuki sekolah. Dampaknya, anak akan paham siapa yang pantas menemani atau mengantarkan ke kamar mandi jika di lingkungan sekolah. Jika anak itu sudah memiliki pendidikan seks sejak dini, maka perilaku menyimpang dari lingkungannya bisa ditolak. “Seperti tentang kasus kain jarik. Jika korban paham penyimpangan, maka bisa menolak,” imbuhnya.

Marisa juga mengakui jika kerap kali orang tua mengadu dan mencari solusi terkait anaknya berbicara jorok hingga alat kelaminya dipegang oleh orang dewasa. Bahkan, ada juga orang tua syok ketika anaknya tahu tentang alat kontrasepsi. “Kalau seperti itu, diusahakan jangan syok dulu. Tenang dulu, agar anak bisa menceritakan sedetail mungkin. Jika syok, anak akan takut bercerita,” jelasnya.

Dalam pandangannya, bisa jadi anak mengetahui tentang alat kontrasepsi dari tulisan di fasilitas kesehatan ataupun dari hand phone. Sehingga, ketenangan orang tua juga diperlukan dalam membentuk pendidikan seks.

Selain itu, lanjut dia, orang tua juga perlu mandi bersama dengan balitanya. “Sesekali tidak apa-apa. Biar tahu bagian alat vital yang perlu dijaga dan yang membedakan orang dewasa dengan anak-anak,” tuturnya.

Hal ini membuat anak memahami pendidikan seks saat memasuki sekolah. Dampaknya, anak akan paham siapa yang pantas menemani atau mengantarkan ke kamar mandi jika di lingkungan sekolah. Jika anak itu sudah memiliki pendidikan seks sejak dini, maka perilaku menyimpang dari lingkungannya bisa ditolak. “Seperti tentang kasus kain jarik. Jika korban paham penyimpangan, maka bisa menolak,” imbuhnya.

Marisa juga mengakui jika kerap kali orang tua mengadu dan mencari solusi terkait anaknya berbicara jorok hingga alat kelaminya dipegang oleh orang dewasa. Bahkan, ada juga orang tua syok ketika anaknya tahu tentang alat kontrasepsi. “Kalau seperti itu, diusahakan jangan syok dulu. Tenang dulu, agar anak bisa menceritakan sedetail mungkin. Jika syok, anak akan takut bercerita,” jelasnya.

Dalam pandangannya, bisa jadi anak mengetahui tentang alat kontrasepsi dari tulisan di fasilitas kesehatan ataupun dari hand phone. Sehingga, ketenangan orang tua juga diperlukan dalam membentuk pendidikan seks.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/