alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Peduli Terhadap Kesehatan Wajah, Lelaki juga perlu Skin Care

Mobile_AP_Rectangle 1

TALANGSARI, RADARJEMBER.ID – Penggunaan skin care atau bahan perawatan kulit wajah dan tubuh kian merebak di masyarakat. Tak pandang gender dan usia. Perempuan dan laki-laki sama-sama memakai, remaja sampai ibu-ibu pun melakukan.
Dian Awarik, kepala cabang salah satu tempat perawatan dan penjualan skin care di Jember, menuturkan demikian. Terhitung selama pandemi, bahkan, persentase peminat skin care paling besar dari ibu-ibu. Persentasenya mencapai 60 persen. “Kalau mahasiswa sekitar 40 persen yang datang membeli atau melakukan perawatan wajah,” terangnya.
Rata-rata, tujuan mereka menginginkan wajah putih, glowing (bersinar), bersih, bebas dari jerawat, hingga awet muda. Sehingga, sebagian penghasilannya bisa disisihkan untuk membeli skin care. Hal ini juga, kata Dian, bermaksud untuk menunjang penampilan, apalagi maraknya penggunaan sosial media sekarang.
Seseorang yang telah menggunakan skin care harus rutin memakainya. Ini jika menginginkan tujuan-tujuan awalnya bisa tercapai. Jenis yang paling banyak dibeli, tambah Dian, ialah krim siang malam, serum, dan acne cream (jerawat). “Kalau rutin, biasanya satu atau dua bulan sekali membeli,” ujar dia.
Harga skin care sangat bervariasi, tergantung merek dan jenisnya. Bisa Rp 50 ribu sampai Rp100 ribu tiap item. Banyak juga yang membeli langsung satu paket dengan rata-rata harga Rp 300 ribu. “Sekarang, skin care sudah menjadi bagian dari kebutuhan primer,” imbuh perempuan asal Malang ini.
Dalam hal ini, kata Dian, kesadaran masyarakat mulai muncul untuk merawat kulitnya. Tujuan-tujuannya pun kembali lagi ke tiap pemakainya. Namun, tambah Dian, ada yang menggunakan skin care bergonta-ganti merek dan tidak rutin. “Masih banyak yang kurang mengerti cara menggunakan yang tepat, risikonya adalah ketidakcocokan di kulit,” lanjutnya.
Achmad Junaidi, salah satu pemakai skin care, mengaku menggunakannya karena kebutuhan. Karyawan bank yang bekerja di lapangan ini memakai skin care untuk mengurangi wajahnya yang berminyak. “Saya kan kerja di luar terus, wajah saya kusam dan berminyak,” ungkapnya. (mg8/c2/nur)

- Advertisement -

TALANGSARI, RADARJEMBER.ID – Penggunaan skin care atau bahan perawatan kulit wajah dan tubuh kian merebak di masyarakat. Tak pandang gender dan usia. Perempuan dan laki-laki sama-sama memakai, remaja sampai ibu-ibu pun melakukan.
Dian Awarik, kepala cabang salah satu tempat perawatan dan penjualan skin care di Jember, menuturkan demikian. Terhitung selama pandemi, bahkan, persentase peminat skin care paling besar dari ibu-ibu. Persentasenya mencapai 60 persen. “Kalau mahasiswa sekitar 40 persen yang datang membeli atau melakukan perawatan wajah,” terangnya.
Rata-rata, tujuan mereka menginginkan wajah putih, glowing (bersinar), bersih, bebas dari jerawat, hingga awet muda. Sehingga, sebagian penghasilannya bisa disisihkan untuk membeli skin care. Hal ini juga, kata Dian, bermaksud untuk menunjang penampilan, apalagi maraknya penggunaan sosial media sekarang.
Seseorang yang telah menggunakan skin care harus rutin memakainya. Ini jika menginginkan tujuan-tujuan awalnya bisa tercapai. Jenis yang paling banyak dibeli, tambah Dian, ialah krim siang malam, serum, dan acne cream (jerawat). “Kalau rutin, biasanya satu atau dua bulan sekali membeli,” ujar dia.
Harga skin care sangat bervariasi, tergantung merek dan jenisnya. Bisa Rp 50 ribu sampai Rp100 ribu tiap item. Banyak juga yang membeli langsung satu paket dengan rata-rata harga Rp 300 ribu. “Sekarang, skin care sudah menjadi bagian dari kebutuhan primer,” imbuh perempuan asal Malang ini.
Dalam hal ini, kata Dian, kesadaran masyarakat mulai muncul untuk merawat kulitnya. Tujuan-tujuannya pun kembali lagi ke tiap pemakainya. Namun, tambah Dian, ada yang menggunakan skin care bergonta-ganti merek dan tidak rutin. “Masih banyak yang kurang mengerti cara menggunakan yang tepat, risikonya adalah ketidakcocokan di kulit,” lanjutnya.
Achmad Junaidi, salah satu pemakai skin care, mengaku menggunakannya karena kebutuhan. Karyawan bank yang bekerja di lapangan ini memakai skin care untuk mengurangi wajahnya yang berminyak. “Saya kan kerja di luar terus, wajah saya kusam dan berminyak,” ungkapnya. (mg8/c2/nur)

TALANGSARI, RADARJEMBER.ID – Penggunaan skin care atau bahan perawatan kulit wajah dan tubuh kian merebak di masyarakat. Tak pandang gender dan usia. Perempuan dan laki-laki sama-sama memakai, remaja sampai ibu-ibu pun melakukan.
Dian Awarik, kepala cabang salah satu tempat perawatan dan penjualan skin care di Jember, menuturkan demikian. Terhitung selama pandemi, bahkan, persentase peminat skin care paling besar dari ibu-ibu. Persentasenya mencapai 60 persen. “Kalau mahasiswa sekitar 40 persen yang datang membeli atau melakukan perawatan wajah,” terangnya.
Rata-rata, tujuan mereka menginginkan wajah putih, glowing (bersinar), bersih, bebas dari jerawat, hingga awet muda. Sehingga, sebagian penghasilannya bisa disisihkan untuk membeli skin care. Hal ini juga, kata Dian, bermaksud untuk menunjang penampilan, apalagi maraknya penggunaan sosial media sekarang.
Seseorang yang telah menggunakan skin care harus rutin memakainya. Ini jika menginginkan tujuan-tujuan awalnya bisa tercapai. Jenis yang paling banyak dibeli, tambah Dian, ialah krim siang malam, serum, dan acne cream (jerawat). “Kalau rutin, biasanya satu atau dua bulan sekali membeli,” ujar dia.
Harga skin care sangat bervariasi, tergantung merek dan jenisnya. Bisa Rp 50 ribu sampai Rp100 ribu tiap item. Banyak juga yang membeli langsung satu paket dengan rata-rata harga Rp 300 ribu. “Sekarang, skin care sudah menjadi bagian dari kebutuhan primer,” imbuh perempuan asal Malang ini.
Dalam hal ini, kata Dian, kesadaran masyarakat mulai muncul untuk merawat kulitnya. Tujuan-tujuannya pun kembali lagi ke tiap pemakainya. Namun, tambah Dian, ada yang menggunakan skin care bergonta-ganti merek dan tidak rutin. “Masih banyak yang kurang mengerti cara menggunakan yang tepat, risikonya adalah ketidakcocokan di kulit,” lanjutnya.
Achmad Junaidi, salah satu pemakai skin care, mengaku menggunakannya karena kebutuhan. Karyawan bank yang bekerja di lapangan ini memakai skin care untuk mengurangi wajahnya yang berminyak. “Saya kan kerja di luar terus, wajah saya kusam dan berminyak,” ungkapnya. (mg8/c2/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/