alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Jember Dorong Inovasi Ternak Terpadu di Desa Suco

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto merencanakan untuk membangun sentra ternak terpadu di Kabupaten Jember. Hal ini mengingat pada saat kunjungannya di peternak Desa Suco, Mumbulsari, yang telah mengoperasikan sistem ternak terpadu.
Bupati Hendy mengaku bangga dengan kinerja masyarakat yang mampu berinovasi, sehingga nantinya Pemkab Jember akan mendorong program positif tersebut. “Program ternak terpadu ini merupakan suatu program yang sangat positif untuk membantu masyarakat setempat,” katanya.
Baginya beternak tidak harus rumit. Dengan mengoptimalkan kreativitas dan inovasi nantinya diharapkan para peternak bisa lebih mudah dalam menjalankan pekerjaannya. Menurutnya, sistem peternakan terpadu merupakan suatu sistem yang menggabungkan kegiatan peternakan dengan bertani. Sehingga mendapatkan suatu integrasi yang menguntungkan satu dengan yang lainnya.
Bupati juga menjelaskan program sentra ternak terpadu nantinya menjadi percontohan bagi masyarakat. “Program pembangunan ternak terpadu ini dirancang sebagai pilot project guna dijadikan contoh ke depannya bagi masyarakat luas,” ucapnya.
Melihat anggapan masyarakat yang belum tanam rumput di sawah, Kepala Desa Suco Taufik Hidayat menjelaskan, pihaknya telah melakukan inovasi tersebut. Alhasil, menanam rumput di sawah bisa lima kali lipat dari penghasilan padi dan jagung. Dengan catatan menggunakan sistem ternak terpadu. “Rumput yang ditanam bukan sembarang rumput, namun bisa seperti rumput gajah dan sejenisnya,” pungkasnya.
Dengan menganut sistem ternak terpadu, nantinya diharapkan masyarakat bisa mengurusi ternak lebih dari 50 ekor. Selain itu program tersebut bisa dianut oleh kecamatan yang ada di Kabupaten Jember. (mg2/c2/dwi)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto merencanakan untuk membangun sentra ternak terpadu di Kabupaten Jember. Hal ini mengingat pada saat kunjungannya di peternak Desa Suco, Mumbulsari, yang telah mengoperasikan sistem ternak terpadu.
Bupati Hendy mengaku bangga dengan kinerja masyarakat yang mampu berinovasi, sehingga nantinya Pemkab Jember akan mendorong program positif tersebut. “Program ternak terpadu ini merupakan suatu program yang sangat positif untuk membantu masyarakat setempat,” katanya.
Baginya beternak tidak harus rumit. Dengan mengoptimalkan kreativitas dan inovasi nantinya diharapkan para peternak bisa lebih mudah dalam menjalankan pekerjaannya. Menurutnya, sistem peternakan terpadu merupakan suatu sistem yang menggabungkan kegiatan peternakan dengan bertani. Sehingga mendapatkan suatu integrasi yang menguntungkan satu dengan yang lainnya.
Bupati juga menjelaskan program sentra ternak terpadu nantinya menjadi percontohan bagi masyarakat. “Program pembangunan ternak terpadu ini dirancang sebagai pilot project guna dijadikan contoh ke depannya bagi masyarakat luas,” ucapnya.
Melihat anggapan masyarakat yang belum tanam rumput di sawah, Kepala Desa Suco Taufik Hidayat menjelaskan, pihaknya telah melakukan inovasi tersebut. Alhasil, menanam rumput di sawah bisa lima kali lipat dari penghasilan padi dan jagung. Dengan catatan menggunakan sistem ternak terpadu. “Rumput yang ditanam bukan sembarang rumput, namun bisa seperti rumput gajah dan sejenisnya,” pungkasnya.
Dengan menganut sistem ternak terpadu, nantinya diharapkan masyarakat bisa mengurusi ternak lebih dari 50 ekor. Selain itu program tersebut bisa dianut oleh kecamatan yang ada di Kabupaten Jember. (mg2/c2/dwi)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto merencanakan untuk membangun sentra ternak terpadu di Kabupaten Jember. Hal ini mengingat pada saat kunjungannya di peternak Desa Suco, Mumbulsari, yang telah mengoperasikan sistem ternak terpadu.
Bupati Hendy mengaku bangga dengan kinerja masyarakat yang mampu berinovasi, sehingga nantinya Pemkab Jember akan mendorong program positif tersebut. “Program ternak terpadu ini merupakan suatu program yang sangat positif untuk membantu masyarakat setempat,” katanya.
Baginya beternak tidak harus rumit. Dengan mengoptimalkan kreativitas dan inovasi nantinya diharapkan para peternak bisa lebih mudah dalam menjalankan pekerjaannya. Menurutnya, sistem peternakan terpadu merupakan suatu sistem yang menggabungkan kegiatan peternakan dengan bertani. Sehingga mendapatkan suatu integrasi yang menguntungkan satu dengan yang lainnya.
Bupati juga menjelaskan program sentra ternak terpadu nantinya menjadi percontohan bagi masyarakat. “Program pembangunan ternak terpadu ini dirancang sebagai pilot project guna dijadikan contoh ke depannya bagi masyarakat luas,” ucapnya.
Melihat anggapan masyarakat yang belum tanam rumput di sawah, Kepala Desa Suco Taufik Hidayat menjelaskan, pihaknya telah melakukan inovasi tersebut. Alhasil, menanam rumput di sawah bisa lima kali lipat dari penghasilan padi dan jagung. Dengan catatan menggunakan sistem ternak terpadu. “Rumput yang ditanam bukan sembarang rumput, namun bisa seperti rumput gajah dan sejenisnya,” pungkasnya.
Dengan menganut sistem ternak terpadu, nantinya diharapkan masyarakat bisa mengurusi ternak lebih dari 50 ekor. Selain itu program tersebut bisa dianut oleh kecamatan yang ada di Kabupaten Jember. (mg2/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/