alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Ada Kampung Aswaja di Kalisat Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

Juga, kata dia, keamanan terjamin. Tidak ada warga yang kemalingan dan pertikaian yang berujung kepada kekerasan. Dalam segi ekonomi, masyarakat bisa berdaya, mandiri dan tidak lagi tergantung kepada rentenir. Demikian juga, lanjut dia, kesehatan masyarakat juga terjaga. Angka stunting pada anak, misalnya, bisa terus ditekan sampai habis. Rumah tangga harmonis, angka perceraian menjadi sekecil mungkin. “Anak-anak memperoleh pendidikan yang berkualitas, khususnya di bidang keagamaan,” jelasnya lagi.

Sementara Arifin Nurbudiono, Msi, salah seorang pengurus ISNU yang menjadi penggagas Kampung Aswaja menyampaikan, beberapa program Kampung Aswaja adalah pengembangan ekonomi, pengembangan SDM, pemberdayaan perempuan dan anak, dan penguatan akidah ahlussunah wal jamaah. “Kami juga akan bina penguatan tradisi, seni dan budaya Ahlussunnah wal jamaah, serta advokasi masalah-masalah sosial dan kependudukan,” kata Arifin.

Dalam kerja-kerja ke depan, pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah desa sampai kabupaten, Kemenag, Lembaga Amil Zakat (Lazisnu), pengusaha yang peduli. “Juga terus membuka diri kepada pihak manapun yang se-visi dan se-ide dengan kami,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jumlah penduduk di Dusun Kulon tersebut, menurut Kades Sumberketempa, Ertin Budi Rahayu, mencapai 5.000 orang lebih, 2000 diantaranya berada di Dusun Kulon. “Saya menyambut baik adanya Kampung Aswaja yang digagas ISNU,” ujar kepala desa perempuan ini.

Redaktur: Sholikhul Huda

- Advertisement -

Juga, kata dia, keamanan terjamin. Tidak ada warga yang kemalingan dan pertikaian yang berujung kepada kekerasan. Dalam segi ekonomi, masyarakat bisa berdaya, mandiri dan tidak lagi tergantung kepada rentenir. Demikian juga, lanjut dia, kesehatan masyarakat juga terjaga. Angka stunting pada anak, misalnya, bisa terus ditekan sampai habis. Rumah tangga harmonis, angka perceraian menjadi sekecil mungkin. “Anak-anak memperoleh pendidikan yang berkualitas, khususnya di bidang keagamaan,” jelasnya lagi.

Sementara Arifin Nurbudiono, Msi, salah seorang pengurus ISNU yang menjadi penggagas Kampung Aswaja menyampaikan, beberapa program Kampung Aswaja adalah pengembangan ekonomi, pengembangan SDM, pemberdayaan perempuan dan anak, dan penguatan akidah ahlussunah wal jamaah. “Kami juga akan bina penguatan tradisi, seni dan budaya Ahlussunnah wal jamaah, serta advokasi masalah-masalah sosial dan kependudukan,” kata Arifin.

Dalam kerja-kerja ke depan, pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah desa sampai kabupaten, Kemenag, Lembaga Amil Zakat (Lazisnu), pengusaha yang peduli. “Juga terus membuka diri kepada pihak manapun yang se-visi dan se-ide dengan kami,” pungkasnya.

Jumlah penduduk di Dusun Kulon tersebut, menurut Kades Sumberketempa, Ertin Budi Rahayu, mencapai 5.000 orang lebih, 2000 diantaranya berada di Dusun Kulon. “Saya menyambut baik adanya Kampung Aswaja yang digagas ISNU,” ujar kepala desa perempuan ini.

Redaktur: Sholikhul Huda

Juga, kata dia, keamanan terjamin. Tidak ada warga yang kemalingan dan pertikaian yang berujung kepada kekerasan. Dalam segi ekonomi, masyarakat bisa berdaya, mandiri dan tidak lagi tergantung kepada rentenir. Demikian juga, lanjut dia, kesehatan masyarakat juga terjaga. Angka stunting pada anak, misalnya, bisa terus ditekan sampai habis. Rumah tangga harmonis, angka perceraian menjadi sekecil mungkin. “Anak-anak memperoleh pendidikan yang berkualitas, khususnya di bidang keagamaan,” jelasnya lagi.

Sementara Arifin Nurbudiono, Msi, salah seorang pengurus ISNU yang menjadi penggagas Kampung Aswaja menyampaikan, beberapa program Kampung Aswaja adalah pengembangan ekonomi, pengembangan SDM, pemberdayaan perempuan dan anak, dan penguatan akidah ahlussunah wal jamaah. “Kami juga akan bina penguatan tradisi, seni dan budaya Ahlussunnah wal jamaah, serta advokasi masalah-masalah sosial dan kependudukan,” kata Arifin.

Dalam kerja-kerja ke depan, pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah desa sampai kabupaten, Kemenag, Lembaga Amil Zakat (Lazisnu), pengusaha yang peduli. “Juga terus membuka diri kepada pihak manapun yang se-visi dan se-ide dengan kami,” pungkasnya.

Jumlah penduduk di Dusun Kulon tersebut, menurut Kades Sumberketempa, Ertin Budi Rahayu, mencapai 5.000 orang lebih, 2000 diantaranya berada di Dusun Kulon. “Saya menyambut baik adanya Kampung Aswaja yang digagas ISNU,” ujar kepala desa perempuan ini.

Redaktur: Sholikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/