alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Ada Kampung Aswaja di Kalisat Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Jember membuka Kampung Aswaja (Ahlusunnah Waljamaah) di Dusun Kulon, Desa Sumberketempa, Kecamatan Kalisat, Jember. Pembinaan Kampung Aswaja tersebut dilaunching bersama sejumlah elemen, yang dihadiri oleh sejumlah pengurus Cabang NU Jember, Kamis (6/5) malam.

Sekitar 100 orang lebih, terutama kaum dhuafa, menghadiri pembukaan Kampung Aswaja tersebut. Mereka sekaligus diajak buka bersama berikutnya menerima santunan bingkisan lebaran. “Sebenarnya kami ingin mengundang lebih banyak, tapi karena suasana pandemi Covid-19, sehingga kami batasi,” ujar Ketua PC ISNU Jember, Dr H Hobri Ali Wafa.

Dibentuknya Kampung Aswaja, kata Hobri, untuk menciptakan suasana keagamaan yang damai sesuai ajaran ahlusunnah waljamaah. “Kebetulan mayoritas warga Jember NU,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dipilihnya nama Kampung Aswaja, lanjut dosen pascasarjana Unej ini, karena ISNU ingin mendidik warga Binaannya menjadi muslim yang kaffah, termasuk soal tata kehidupan beragama dan berbangsa.

Fenomena identitas kampung Aswaja tersebut, kata Hobri, sebenarnya sudah mulai menggeliat di Jember. Di antaranya Kampung Tilawah, Kampung Dhuafa, Kampus Kreatif dan lain-lain. “Kami pilih Kampung Aswaja, sesuai dengan wawasan dan nuansa organisasi NU,” jelasnya.

Lebih jauh, Hobri mendambakan di desa itu menjadi desa yang penuh dengan suasana damai dan nuansa amaliah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Masyarakat lalu-lalang dan berkumpul di beberapa rumah warga dengan membaca Yasin, al-Barzanji, salawat, khotmil Quran, majelis manakib, Ratib Al-Haddad, dan lain-lain. Lingkungan juga terlihat asri karena kebersihan terjaga dan pekarangan dimanfaatkan dengan baik.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Jember membuka Kampung Aswaja (Ahlusunnah Waljamaah) di Dusun Kulon, Desa Sumberketempa, Kecamatan Kalisat, Jember. Pembinaan Kampung Aswaja tersebut dilaunching bersama sejumlah elemen, yang dihadiri oleh sejumlah pengurus Cabang NU Jember, Kamis (6/5) malam.

Sekitar 100 orang lebih, terutama kaum dhuafa, menghadiri pembukaan Kampung Aswaja tersebut. Mereka sekaligus diajak buka bersama berikutnya menerima santunan bingkisan lebaran. “Sebenarnya kami ingin mengundang lebih banyak, tapi karena suasana pandemi Covid-19, sehingga kami batasi,” ujar Ketua PC ISNU Jember, Dr H Hobri Ali Wafa.

Dibentuknya Kampung Aswaja, kata Hobri, untuk menciptakan suasana keagamaan yang damai sesuai ajaran ahlusunnah waljamaah. “Kebetulan mayoritas warga Jember NU,” terangnya.

Dipilihnya nama Kampung Aswaja, lanjut dosen pascasarjana Unej ini, karena ISNU ingin mendidik warga Binaannya menjadi muslim yang kaffah, termasuk soal tata kehidupan beragama dan berbangsa.

Fenomena identitas kampung Aswaja tersebut, kata Hobri, sebenarnya sudah mulai menggeliat di Jember. Di antaranya Kampung Tilawah, Kampung Dhuafa, Kampus Kreatif dan lain-lain. “Kami pilih Kampung Aswaja, sesuai dengan wawasan dan nuansa organisasi NU,” jelasnya.

Lebih jauh, Hobri mendambakan di desa itu menjadi desa yang penuh dengan suasana damai dan nuansa amaliah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Masyarakat lalu-lalang dan berkumpul di beberapa rumah warga dengan membaca Yasin, al-Barzanji, salawat, khotmil Quran, majelis manakib, Ratib Al-Haddad, dan lain-lain. Lingkungan juga terlihat asri karena kebersihan terjaga dan pekarangan dimanfaatkan dengan baik.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Jember membuka Kampung Aswaja (Ahlusunnah Waljamaah) di Dusun Kulon, Desa Sumberketempa, Kecamatan Kalisat, Jember. Pembinaan Kampung Aswaja tersebut dilaunching bersama sejumlah elemen, yang dihadiri oleh sejumlah pengurus Cabang NU Jember, Kamis (6/5) malam.

Sekitar 100 orang lebih, terutama kaum dhuafa, menghadiri pembukaan Kampung Aswaja tersebut. Mereka sekaligus diajak buka bersama berikutnya menerima santunan bingkisan lebaran. “Sebenarnya kami ingin mengundang lebih banyak, tapi karena suasana pandemi Covid-19, sehingga kami batasi,” ujar Ketua PC ISNU Jember, Dr H Hobri Ali Wafa.

Dibentuknya Kampung Aswaja, kata Hobri, untuk menciptakan suasana keagamaan yang damai sesuai ajaran ahlusunnah waljamaah. “Kebetulan mayoritas warga Jember NU,” terangnya.

Dipilihnya nama Kampung Aswaja, lanjut dosen pascasarjana Unej ini, karena ISNU ingin mendidik warga Binaannya menjadi muslim yang kaffah, termasuk soal tata kehidupan beragama dan berbangsa.

Fenomena identitas kampung Aswaja tersebut, kata Hobri, sebenarnya sudah mulai menggeliat di Jember. Di antaranya Kampung Tilawah, Kampung Dhuafa, Kampus Kreatif dan lain-lain. “Kami pilih Kampung Aswaja, sesuai dengan wawasan dan nuansa organisasi NU,” jelasnya.

Lebih jauh, Hobri mendambakan di desa itu menjadi desa yang penuh dengan suasana damai dan nuansa amaliah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Masyarakat lalu-lalang dan berkumpul di beberapa rumah warga dengan membaca Yasin, al-Barzanji, salawat, khotmil Quran, majelis manakib, Ratib Al-Haddad, dan lain-lain. Lingkungan juga terlihat asri karena kebersihan terjaga dan pekarangan dimanfaatkan dengan baik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/