alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Jalur Vital Nyaris Lumpuh

Akibat Banjir karena Hujan Deras

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan deras, siang kemarin (6/4), membuat sejumlah wilayah di Jember tergenang banjir. Bahkan, beberapa jalan yang menjadi jalur vital nyaris lumpuh. Sebab, di beberapa titik jalan, ketinggian air hampir mencapai paha orang dewasa. Sampai-sampai ada warga yang berinisiatif menutup akses jalan tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, jalan yang tergenang air cukup tinggi adalah jalur yang menjadi langganan banjir. Salah satunya adalah Jalan Mastrip. Genangan air di jalan yang berada di daerah kampus itu tingginya mulai dari mata kaki, lutut, hingga paha orang dewasa. Tidak sedikit pengguna jalan terjebak dalam banjir dan mengakibatkan motornya mogok.

Tingginya air lantaran saluran drainase tak mampu menampung volume air. Sehingga warga mulai berinisiatif menutup akses jalan dengan peralatan seadanya. Akibatnya, warga di Perumahan Mastrip terdampak. Rumah warga juga tergenang air sebetis orang dewasa. “Jalan Mastrip memang sering banjir, tapi baru kali ini hujan terus-menerus beberapa hari hingga membuat banjir besar,” tutur Wiwik Agustin, warga setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, Jalan Mastrip menjadi langganan banjir lantaran saluran pembuangan tidak dibangun secara tepat. Artinya, kata dia, di daerah atas atau Jalan Tidar tidak ada saluran drainase. “Ada cuma sedikit. Itu pun belum selesai-selesai,” ujarnya. Selain itu, drainase di Jalan Mastrip juga dinilainya terlalu kecil, sehingga air meluap ke jalan.

Selain Jalan Mastrip yang kebanjiran, Jalan Jawa dekat gerbang Universitas Jember (Unej) atau Dispendukcapil, Jalan Kaliurang, dan Jalan Hayam Wuruk Kaliwates, juga mengalami kondisi serupa, tergenang air akibat guyuran hujan.

Sementara itu, di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, terjadinya banjir ini memang sudah menjadi langganan setiap hujan deras terjadi. Jalan yang banjir di bagian sisi utara, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Kaliwates. Selain itu, di depan showroom mobil dan depan gudang pengolahan tembakau, genangan air juga cukup tinggi. Akibatnya, banyak motor mogok. Sementara, kendaraan roda empat harus lewat sisi selatan dan harus pelan-pelan.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember datang ke lokasi dan menjebol pemisah jalan yang dipasang beton cor. Dibukanya penahan air tersebut membuat genangan air mengalir ke sisi selatan jalan sehingga air berangsur surut. Namun, karena hujan tak juga mereda, genangan masih terjadi meski tak separah sebelumnya. “Untuk daerah kota, terpantau ada empat jalan yang banjirnya parah,” ucap Heru Widagdo, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan deras, siang kemarin (6/4), membuat sejumlah wilayah di Jember tergenang banjir. Bahkan, beberapa jalan yang menjadi jalur vital nyaris lumpuh. Sebab, di beberapa titik jalan, ketinggian air hampir mencapai paha orang dewasa. Sampai-sampai ada warga yang berinisiatif menutup akses jalan tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, jalan yang tergenang air cukup tinggi adalah jalur yang menjadi langganan banjir. Salah satunya adalah Jalan Mastrip. Genangan air di jalan yang berada di daerah kampus itu tingginya mulai dari mata kaki, lutut, hingga paha orang dewasa. Tidak sedikit pengguna jalan terjebak dalam banjir dan mengakibatkan motornya mogok.

Tingginya air lantaran saluran drainase tak mampu menampung volume air. Sehingga warga mulai berinisiatif menutup akses jalan dengan peralatan seadanya. Akibatnya, warga di Perumahan Mastrip terdampak. Rumah warga juga tergenang air sebetis orang dewasa. “Jalan Mastrip memang sering banjir, tapi baru kali ini hujan terus-menerus beberapa hari hingga membuat banjir besar,” tutur Wiwik Agustin, warga setempat.

Menurutnya, Jalan Mastrip menjadi langganan banjir lantaran saluran pembuangan tidak dibangun secara tepat. Artinya, kata dia, di daerah atas atau Jalan Tidar tidak ada saluran drainase. “Ada cuma sedikit. Itu pun belum selesai-selesai,” ujarnya. Selain itu, drainase di Jalan Mastrip juga dinilainya terlalu kecil, sehingga air meluap ke jalan.

Selain Jalan Mastrip yang kebanjiran, Jalan Jawa dekat gerbang Universitas Jember (Unej) atau Dispendukcapil, Jalan Kaliurang, dan Jalan Hayam Wuruk Kaliwates, juga mengalami kondisi serupa, tergenang air akibat guyuran hujan.

Sementara itu, di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, terjadinya banjir ini memang sudah menjadi langganan setiap hujan deras terjadi. Jalan yang banjir di bagian sisi utara, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Kaliwates. Selain itu, di depan showroom mobil dan depan gudang pengolahan tembakau, genangan air juga cukup tinggi. Akibatnya, banyak motor mogok. Sementara, kendaraan roda empat harus lewat sisi selatan dan harus pelan-pelan.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember datang ke lokasi dan menjebol pemisah jalan yang dipasang beton cor. Dibukanya penahan air tersebut membuat genangan air mengalir ke sisi selatan jalan sehingga air berangsur surut. Namun, karena hujan tak juga mereda, genangan masih terjadi meski tak separah sebelumnya. “Untuk daerah kota, terpantau ada empat jalan yang banjirnya parah,” ucap Heru Widagdo, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan deras, siang kemarin (6/4), membuat sejumlah wilayah di Jember tergenang banjir. Bahkan, beberapa jalan yang menjadi jalur vital nyaris lumpuh. Sebab, di beberapa titik jalan, ketinggian air hampir mencapai paha orang dewasa. Sampai-sampai ada warga yang berinisiatif menutup akses jalan tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, jalan yang tergenang air cukup tinggi adalah jalur yang menjadi langganan banjir. Salah satunya adalah Jalan Mastrip. Genangan air di jalan yang berada di daerah kampus itu tingginya mulai dari mata kaki, lutut, hingga paha orang dewasa. Tidak sedikit pengguna jalan terjebak dalam banjir dan mengakibatkan motornya mogok.

Tingginya air lantaran saluran drainase tak mampu menampung volume air. Sehingga warga mulai berinisiatif menutup akses jalan dengan peralatan seadanya. Akibatnya, warga di Perumahan Mastrip terdampak. Rumah warga juga tergenang air sebetis orang dewasa. “Jalan Mastrip memang sering banjir, tapi baru kali ini hujan terus-menerus beberapa hari hingga membuat banjir besar,” tutur Wiwik Agustin, warga setempat.

Menurutnya, Jalan Mastrip menjadi langganan banjir lantaran saluran pembuangan tidak dibangun secara tepat. Artinya, kata dia, di daerah atas atau Jalan Tidar tidak ada saluran drainase. “Ada cuma sedikit. Itu pun belum selesai-selesai,” ujarnya. Selain itu, drainase di Jalan Mastrip juga dinilainya terlalu kecil, sehingga air meluap ke jalan.

Selain Jalan Mastrip yang kebanjiran, Jalan Jawa dekat gerbang Universitas Jember (Unej) atau Dispendukcapil, Jalan Kaliurang, dan Jalan Hayam Wuruk Kaliwates, juga mengalami kondisi serupa, tergenang air akibat guyuran hujan.

Sementara itu, di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, terjadinya banjir ini memang sudah menjadi langganan setiap hujan deras terjadi. Jalan yang banjir di bagian sisi utara, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Kaliwates. Selain itu, di depan showroom mobil dan depan gudang pengolahan tembakau, genangan air juga cukup tinggi. Akibatnya, banyak motor mogok. Sementara, kendaraan roda empat harus lewat sisi selatan dan harus pelan-pelan.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember datang ke lokasi dan menjebol pemisah jalan yang dipasang beton cor. Dibukanya penahan air tersebut membuat genangan air mengalir ke sisi selatan jalan sehingga air berangsur surut. Namun, karena hujan tak juga mereda, genangan masih terjadi meski tak separah sebelumnya. “Untuk daerah kota, terpantau ada empat jalan yang banjirnya parah,” ucap Heru Widagdo, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/