alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Asmara Jadi Motif Pembunuhan

Mobile_AP_Rectangle 1

 

KENCONG, RADARJEMBER.ID – Nasib malang menimpa Sukari, 37, juru kunci makam Dam Tanggal. Warga Dusun Krajan Desa Cakru Kecamatan Kencong itu harus meregang nyawa di tangan kawannya sendiri. Saat tengah mengobrol santai bersama keluarga di teras rumahnya, tiba-tiba Tauhid, kawannya sesame penjaga makam, datang dan melayangkan celurit ke tubuh korban hingga tersungkur.
Peristiwa berdarah yang terjadi Minggu pagi (7/3) itu sontak membuat geger warga setempat. Terlebih diketahui, korban dan pelaku ternyata adalah kawan karib. “Bapak tadi sedang duduk, ngobrol bersama ibu saya. Lalu Cak Tauhid datang bawa celurit dan membacok kepala bapak, hingga terjatuh,” ungkap Salman Alfarisi, 18, anak korban. Pembacokan itu bahkan berlangsung sampai empat kali.
Begitu mengetahui peristiwa tersebut, warga setempat langsung berdatangan menolong korban dan mengamankan pelaku. Saat itu korban sempat dilarikan ke Puskesmas Desa Cakru. Namun karena terlalu banyak kehilangan darah, nyawa Sukari tidak bisa tertolong.
Hingga Minggu siang (7/3), kepolisian setempat masih mendalami kasus tersebut dan telah mengamankan pelaku beserta barang buktinya. Yakni sebuah clurit yang digunakan pelaku menghabisi korban.
Saat diperiksa, motif pembacokan pelaku justru didasari karena motif persoalan asmara. “Sudah enam tahun istri saya mengaku lama merajut cinta dengan Sukari, teman akrab saya, sakit hati saya,” beber Tauhid, saat diperiksa petugas Minggu (7/3).
Untuk selanjutnya, kasus tersebut masih didalami oleh Polsek Kencong. “Jenazah kita bawa ke RSD dr Soebandi untuk dilakukan autopsi dan untuk pelaku sudah kita amankan untuk proses lebih lanjut,” jelas Kanit Reskrim Mapolsek Kencong Aiptu Iwan Iswahyudi. (mau/lin)

Reporter: Maulana
Fotografer: Ulum for RADARJEMBER.ID
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

 

KENCONG, RADARJEMBER.ID – Nasib malang menimpa Sukari, 37, juru kunci makam Dam Tanggal. Warga Dusun Krajan Desa Cakru Kecamatan Kencong itu harus meregang nyawa di tangan kawannya sendiri. Saat tengah mengobrol santai bersama keluarga di teras rumahnya, tiba-tiba Tauhid, kawannya sesame penjaga makam, datang dan melayangkan celurit ke tubuh korban hingga tersungkur.
Peristiwa berdarah yang terjadi Minggu pagi (7/3) itu sontak membuat geger warga setempat. Terlebih diketahui, korban dan pelaku ternyata adalah kawan karib. “Bapak tadi sedang duduk, ngobrol bersama ibu saya. Lalu Cak Tauhid datang bawa celurit dan membacok kepala bapak, hingga terjatuh,” ungkap Salman Alfarisi, 18, anak korban. Pembacokan itu bahkan berlangsung sampai empat kali.
Begitu mengetahui peristiwa tersebut, warga setempat langsung berdatangan menolong korban dan mengamankan pelaku. Saat itu korban sempat dilarikan ke Puskesmas Desa Cakru. Namun karena terlalu banyak kehilangan darah, nyawa Sukari tidak bisa tertolong.
Hingga Minggu siang (7/3), kepolisian setempat masih mendalami kasus tersebut dan telah mengamankan pelaku beserta barang buktinya. Yakni sebuah clurit yang digunakan pelaku menghabisi korban.
Saat diperiksa, motif pembacokan pelaku justru didasari karena motif persoalan asmara. “Sudah enam tahun istri saya mengaku lama merajut cinta dengan Sukari, teman akrab saya, sakit hati saya,” beber Tauhid, saat diperiksa petugas Minggu (7/3).
Untuk selanjutnya, kasus tersebut masih didalami oleh Polsek Kencong. “Jenazah kita bawa ke RSD dr Soebandi untuk dilakukan autopsi dan untuk pelaku sudah kita amankan untuk proses lebih lanjut,” jelas Kanit Reskrim Mapolsek Kencong Aiptu Iwan Iswahyudi. (mau/lin)

Reporter: Maulana
Fotografer: Ulum for RADARJEMBER.ID
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

 

KENCONG, RADARJEMBER.ID – Nasib malang menimpa Sukari, 37, juru kunci makam Dam Tanggal. Warga Dusun Krajan Desa Cakru Kecamatan Kencong itu harus meregang nyawa di tangan kawannya sendiri. Saat tengah mengobrol santai bersama keluarga di teras rumahnya, tiba-tiba Tauhid, kawannya sesame penjaga makam, datang dan melayangkan celurit ke tubuh korban hingga tersungkur.
Peristiwa berdarah yang terjadi Minggu pagi (7/3) itu sontak membuat geger warga setempat. Terlebih diketahui, korban dan pelaku ternyata adalah kawan karib. “Bapak tadi sedang duduk, ngobrol bersama ibu saya. Lalu Cak Tauhid datang bawa celurit dan membacok kepala bapak, hingga terjatuh,” ungkap Salman Alfarisi, 18, anak korban. Pembacokan itu bahkan berlangsung sampai empat kali.
Begitu mengetahui peristiwa tersebut, warga setempat langsung berdatangan menolong korban dan mengamankan pelaku. Saat itu korban sempat dilarikan ke Puskesmas Desa Cakru. Namun karena terlalu banyak kehilangan darah, nyawa Sukari tidak bisa tertolong.
Hingga Minggu siang (7/3), kepolisian setempat masih mendalami kasus tersebut dan telah mengamankan pelaku beserta barang buktinya. Yakni sebuah clurit yang digunakan pelaku menghabisi korban.
Saat diperiksa, motif pembacokan pelaku justru didasari karena motif persoalan asmara. “Sudah enam tahun istri saya mengaku lama merajut cinta dengan Sukari, teman akrab saya, sakit hati saya,” beber Tauhid, saat diperiksa petugas Minggu (7/3).
Untuk selanjutnya, kasus tersebut masih didalami oleh Polsek Kencong. “Jenazah kita bawa ke RSD dr Soebandi untuk dilakukan autopsi dan untuk pelaku sudah kita amankan untuk proses lebih lanjut,” jelas Kanit Reskrim Mapolsek Kencong Aiptu Iwan Iswahyudi. (mau/lin)

Reporter: Maulana
Fotografer: Ulum for RADARJEMBER.ID
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/