alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Jember Sport Garden Bangunannya Besar, Manfaatnya Kecil

Nama Stadion Jember Sport Garden atau disingkat JSG begitu menggelegar dan menjadi kebanggaan warga Jember. Apalagi, kompleks itu diproyeksikan sebagai pusat olahraga atau sport center. Namun, sejak diresmikan pada 2015, kompleks JSG jauh dari sempurna dan belum memberikan manfaat yang signifikan.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebanggaan dan harapan pastinya masih tertancap di hati warga Jember. Rabu malam, tanggal 2 September 2015 silam, gegap gempita masyarakat pecah saat kembang api peresmian Stadion Jember Sport Garden (JSG) diluncurkan. Suasana riuh, riang, dan penuh semangat akan stadion megah itu banyak dirasakan sepasang mata yang menyaksikan pembukaan JSG.

Tujuh tahun lalu, banyak orang yang berlomba-lomba menuliskan tentang secercah harapan atas kehadiran JSG. Tidak sedikit yang berswafoto di JSG. Bahkan, ada yang membanding-bandingkan JSG sebagai stadion termegah dan ada yang menyebutnya mirip dengan Stadion Jaka Baring di Palembang.

Namun, tahun 2015 sudah berlalu. Kebanggaan atas JSG sepertinya juga mulai menurun. Terlebih, harapan Persid berlaga di pentas nasional, Liga 1 dan Liga 2, juga belum kesampaian. Lantas, bangunan besar yang banyak menyedot anggaran tersebut sepertinya hanya didiamkan tanpa dimanfaatkan untuk masyarakat luas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di sisi lain, dengan infrastruktur olahraga lain selain stadion dan lapangan utamanya, kompleks JSG yang diharapkan menjadi sport center juga tak kunjung terealisasi. Lantas, untuk apa punya bangunan megah kalau lapangan sepak bolanya tidak dipakai?

Informasi pembangunan di kompleks JSG muncul lagi pada Oktober 2019. Saat itu, ada peletakan batu pertama untuk pembangunan asrama haji dan bisa difungsikan hotel transit, wisma atlet, wisma diklat, hingga wisma daerah. Sayangnya, pembangunan asrama haji yang telah memakan dana miliaran rupiah gagal dilakukan. Kini, hanya menyisakan cerita dan tiang-tiang beton yang berdiri.

Kabar JSG yang awalnya dibangun untuk sport center sekaligus wisata keluarga memang terlontar oleh Bupati Jember yang kala itu dijabat MZA Djalal. Dalam perjalanannya, Stadion JSG sepertinya tidak diprogramkan akan dipakai untuk apa. Apakah hanya event skala besar. Toh, bangunan itu dibuat untuk olahraga ataupun kegiatan lainnya.

Bangunan JSG ini memang sempat dipakai oleh Presiden Joko Widodo saat kampanye untuk pencapresan kali kedua. Selain itu, JSG juga sempat dijadikan tempat isolasi mandiri untuk orang dalam pemantauan (ODP) hingga orang tanpa gejala (OTG) korona. Namun, selain itu, sangat minim acara atau kegiatan olahraga di gedung besar tersebut. Tak heran, rumput liar dan ilalang tumbuh subur di stadion yang menyimpan banyak harapan namun belum kesampaian tersebut.

Stadion JSG yang diharapkan menjadi tempat berlaga kesebelasan Persid setelah tidak ada kompetisi, nyatanya harus rela pindah ke home base ke stadion legendaris, Stadion Notohadinegoro, pada kompetisi Liga 3 2021 kemarin. Hal ini karena ada renovasi lapangan dan rumput Stadion JSG.

Melihat Persid tidak bisa berlaga di Stadion JSG, mengingatkan Sunardi tentang salah satu latar belakang pembangunan Stadion JSG. Pria yang dulu menjadi Ketua Yayasan Persid Jember (YPC) itu menceritakan, pada 2011 lalu, Persid mendapat berkah dari tambahan kuota klub kasta Divisi Utama atau yang saat ini disebut Liga 2. Mereka pun siap berkompetisi di Divisi Utama tahun berikutnya, yaitu 2012.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebanggaan dan harapan pastinya masih tertancap di hati warga Jember. Rabu malam, tanggal 2 September 2015 silam, gegap gempita masyarakat pecah saat kembang api peresmian Stadion Jember Sport Garden (JSG) diluncurkan. Suasana riuh, riang, dan penuh semangat akan stadion megah itu banyak dirasakan sepasang mata yang menyaksikan pembukaan JSG.

Tujuh tahun lalu, banyak orang yang berlomba-lomba menuliskan tentang secercah harapan atas kehadiran JSG. Tidak sedikit yang berswafoto di JSG. Bahkan, ada yang membanding-bandingkan JSG sebagai stadion termegah dan ada yang menyebutnya mirip dengan Stadion Jaka Baring di Palembang.

Namun, tahun 2015 sudah berlalu. Kebanggaan atas JSG sepertinya juga mulai menurun. Terlebih, harapan Persid berlaga di pentas nasional, Liga 1 dan Liga 2, juga belum kesampaian. Lantas, bangunan besar yang banyak menyedot anggaran tersebut sepertinya hanya didiamkan tanpa dimanfaatkan untuk masyarakat luas.

Di sisi lain, dengan infrastruktur olahraga lain selain stadion dan lapangan utamanya, kompleks JSG yang diharapkan menjadi sport center juga tak kunjung terealisasi. Lantas, untuk apa punya bangunan megah kalau lapangan sepak bolanya tidak dipakai?

Informasi pembangunan di kompleks JSG muncul lagi pada Oktober 2019. Saat itu, ada peletakan batu pertama untuk pembangunan asrama haji dan bisa difungsikan hotel transit, wisma atlet, wisma diklat, hingga wisma daerah. Sayangnya, pembangunan asrama haji yang telah memakan dana miliaran rupiah gagal dilakukan. Kini, hanya menyisakan cerita dan tiang-tiang beton yang berdiri.

Kabar JSG yang awalnya dibangun untuk sport center sekaligus wisata keluarga memang terlontar oleh Bupati Jember yang kala itu dijabat MZA Djalal. Dalam perjalanannya, Stadion JSG sepertinya tidak diprogramkan akan dipakai untuk apa. Apakah hanya event skala besar. Toh, bangunan itu dibuat untuk olahraga ataupun kegiatan lainnya.

Bangunan JSG ini memang sempat dipakai oleh Presiden Joko Widodo saat kampanye untuk pencapresan kali kedua. Selain itu, JSG juga sempat dijadikan tempat isolasi mandiri untuk orang dalam pemantauan (ODP) hingga orang tanpa gejala (OTG) korona. Namun, selain itu, sangat minim acara atau kegiatan olahraga di gedung besar tersebut. Tak heran, rumput liar dan ilalang tumbuh subur di stadion yang menyimpan banyak harapan namun belum kesampaian tersebut.

Stadion JSG yang diharapkan menjadi tempat berlaga kesebelasan Persid setelah tidak ada kompetisi, nyatanya harus rela pindah ke home base ke stadion legendaris, Stadion Notohadinegoro, pada kompetisi Liga 3 2021 kemarin. Hal ini karena ada renovasi lapangan dan rumput Stadion JSG.

Melihat Persid tidak bisa berlaga di Stadion JSG, mengingatkan Sunardi tentang salah satu latar belakang pembangunan Stadion JSG. Pria yang dulu menjadi Ketua Yayasan Persid Jember (YPC) itu menceritakan, pada 2011 lalu, Persid mendapat berkah dari tambahan kuota klub kasta Divisi Utama atau yang saat ini disebut Liga 2. Mereka pun siap berkompetisi di Divisi Utama tahun berikutnya, yaitu 2012.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebanggaan dan harapan pastinya masih tertancap di hati warga Jember. Rabu malam, tanggal 2 September 2015 silam, gegap gempita masyarakat pecah saat kembang api peresmian Stadion Jember Sport Garden (JSG) diluncurkan. Suasana riuh, riang, dan penuh semangat akan stadion megah itu banyak dirasakan sepasang mata yang menyaksikan pembukaan JSG.

Tujuh tahun lalu, banyak orang yang berlomba-lomba menuliskan tentang secercah harapan atas kehadiran JSG. Tidak sedikit yang berswafoto di JSG. Bahkan, ada yang membanding-bandingkan JSG sebagai stadion termegah dan ada yang menyebutnya mirip dengan Stadion Jaka Baring di Palembang.

Namun, tahun 2015 sudah berlalu. Kebanggaan atas JSG sepertinya juga mulai menurun. Terlebih, harapan Persid berlaga di pentas nasional, Liga 1 dan Liga 2, juga belum kesampaian. Lantas, bangunan besar yang banyak menyedot anggaran tersebut sepertinya hanya didiamkan tanpa dimanfaatkan untuk masyarakat luas.

Di sisi lain, dengan infrastruktur olahraga lain selain stadion dan lapangan utamanya, kompleks JSG yang diharapkan menjadi sport center juga tak kunjung terealisasi. Lantas, untuk apa punya bangunan megah kalau lapangan sepak bolanya tidak dipakai?

Informasi pembangunan di kompleks JSG muncul lagi pada Oktober 2019. Saat itu, ada peletakan batu pertama untuk pembangunan asrama haji dan bisa difungsikan hotel transit, wisma atlet, wisma diklat, hingga wisma daerah. Sayangnya, pembangunan asrama haji yang telah memakan dana miliaran rupiah gagal dilakukan. Kini, hanya menyisakan cerita dan tiang-tiang beton yang berdiri.

Kabar JSG yang awalnya dibangun untuk sport center sekaligus wisata keluarga memang terlontar oleh Bupati Jember yang kala itu dijabat MZA Djalal. Dalam perjalanannya, Stadion JSG sepertinya tidak diprogramkan akan dipakai untuk apa. Apakah hanya event skala besar. Toh, bangunan itu dibuat untuk olahraga ataupun kegiatan lainnya.

Bangunan JSG ini memang sempat dipakai oleh Presiden Joko Widodo saat kampanye untuk pencapresan kali kedua. Selain itu, JSG juga sempat dijadikan tempat isolasi mandiri untuk orang dalam pemantauan (ODP) hingga orang tanpa gejala (OTG) korona. Namun, selain itu, sangat minim acara atau kegiatan olahraga di gedung besar tersebut. Tak heran, rumput liar dan ilalang tumbuh subur di stadion yang menyimpan banyak harapan namun belum kesampaian tersebut.

Stadion JSG yang diharapkan menjadi tempat berlaga kesebelasan Persid setelah tidak ada kompetisi, nyatanya harus rela pindah ke home base ke stadion legendaris, Stadion Notohadinegoro, pada kompetisi Liga 3 2021 kemarin. Hal ini karena ada renovasi lapangan dan rumput Stadion JSG.

Melihat Persid tidak bisa berlaga di Stadion JSG, mengingatkan Sunardi tentang salah satu latar belakang pembangunan Stadion JSG. Pria yang dulu menjadi Ketua Yayasan Persid Jember (YPC) itu menceritakan, pada 2011 lalu, Persid mendapat berkah dari tambahan kuota klub kasta Divisi Utama atau yang saat ini disebut Liga 2. Mereka pun siap berkompetisi di Divisi Utama tahun berikutnya, yaitu 2012.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/