alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Darmaji Operator Kelistrikan dan Perairan JSG, Stadion Sepi Berbulan-bulan

Darmaji merupakan saksi hidup atas perjalanan Jember Sport Garden (JSG) di Desa/Kecamatan Ajung. Banyak kisah yang dia ceritakan. Sayangnya, terbanyak yang dapat dia ceritakan adalah JSG sepi.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Operator kelistrikan dan perairan di Jember Sport Garden (JSG), Darmaji, terlihat asyik ngopi siang di sekitar stadion. Pria ini merupakan satu di antara beberapa orang yang telah mengabdikan diri di stadion megah yang belum banyak dimanfaatkan oleh warga Jember tersebut.

Pria asal Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, ini mengaku, dirinya mulai bekerja menjadi bagian dari operator kelistrikan dan perairan di JSG sejak pertengahan tahun 2015. “Sebelumnya, saya sudah jadi buruh sejak 2012 saat JSG dibangun,” katanya. Dia pun kemudian dipanggil oleh Dinas Cipta Karya untuk menjadi operator kelistrikan dan perairan. Karena punya pengalaman di bidang itu, dia pun menyanggupinya.

Darmaji rela menerima upah minim, karena jam kerjanya juga pendek. Gaji yang dirinya peroleh bisa dibilang kurang untuk menjalani hidup bersama keluarganya. Yaitu sebesar Rp 600 ribu untuk tugasnya di JSG. “Sehari itu 20 ribu. Itu (kerjanya, Red) 3 jam,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria itu mengaku, setelah pulang dari JSG, dirinya harus mencari pekerjaan lain agar rupiah yang diperoleh bertambah. Terkadang dirinya ngarit di sekitaran JSG untuk dibawa pulang untuk pakan sapi yang dipeliharanya.

Saat ada event, dirinya mengaku harus menginap karena pada malam hari ada pemasangan tenda dan sebagainya. “Itu nyiapin acara biasanya malem. Selesai jam 1 sampai jam 2. jadi, daripada pulang terus jam 5 pagi saya harus sudah di sini, lebih baik nginep,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat menginap di JSG, dia memilih untuk tidur di ruang ganti pemain. Tak jarang dirinya mendengar suara angin kencang hingga suara jangkrik. “Tapi, ya, saya biasa saja,” katanya.

Dikatakan, selama dirinya bertugas, bisa dibilang hampir setiap harinya selalu sepi. Maklum, setelah stadion diresmikan, hanya ada beberapa kali kegiatan di stadion kebanggaan Jember tersebut. Selebihnya, hari-hari menjalani aktivitas di JSG sering kali sepi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Operator kelistrikan dan perairan di Jember Sport Garden (JSG), Darmaji, terlihat asyik ngopi siang di sekitar stadion. Pria ini merupakan satu di antara beberapa orang yang telah mengabdikan diri di stadion megah yang belum banyak dimanfaatkan oleh warga Jember tersebut.

Pria asal Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, ini mengaku, dirinya mulai bekerja menjadi bagian dari operator kelistrikan dan perairan di JSG sejak pertengahan tahun 2015. “Sebelumnya, saya sudah jadi buruh sejak 2012 saat JSG dibangun,” katanya. Dia pun kemudian dipanggil oleh Dinas Cipta Karya untuk menjadi operator kelistrikan dan perairan. Karena punya pengalaman di bidang itu, dia pun menyanggupinya.

Darmaji rela menerima upah minim, karena jam kerjanya juga pendek. Gaji yang dirinya peroleh bisa dibilang kurang untuk menjalani hidup bersama keluarganya. Yaitu sebesar Rp 600 ribu untuk tugasnya di JSG. “Sehari itu 20 ribu. Itu (kerjanya, Red) 3 jam,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pria itu mengaku, setelah pulang dari JSG, dirinya harus mencari pekerjaan lain agar rupiah yang diperoleh bertambah. Terkadang dirinya ngarit di sekitaran JSG untuk dibawa pulang untuk pakan sapi yang dipeliharanya.

Saat ada event, dirinya mengaku harus menginap karena pada malam hari ada pemasangan tenda dan sebagainya. “Itu nyiapin acara biasanya malem. Selesai jam 1 sampai jam 2. jadi, daripada pulang terus jam 5 pagi saya harus sudah di sini, lebih baik nginep,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat menginap di JSG, dia memilih untuk tidur di ruang ganti pemain. Tak jarang dirinya mendengar suara angin kencang hingga suara jangkrik. “Tapi, ya, saya biasa saja,” katanya.

Dikatakan, selama dirinya bertugas, bisa dibilang hampir setiap harinya selalu sepi. Maklum, setelah stadion diresmikan, hanya ada beberapa kali kegiatan di stadion kebanggaan Jember tersebut. Selebihnya, hari-hari menjalani aktivitas di JSG sering kali sepi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Operator kelistrikan dan perairan di Jember Sport Garden (JSG), Darmaji, terlihat asyik ngopi siang di sekitar stadion. Pria ini merupakan satu di antara beberapa orang yang telah mengabdikan diri di stadion megah yang belum banyak dimanfaatkan oleh warga Jember tersebut.

Pria asal Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, ini mengaku, dirinya mulai bekerja menjadi bagian dari operator kelistrikan dan perairan di JSG sejak pertengahan tahun 2015. “Sebelumnya, saya sudah jadi buruh sejak 2012 saat JSG dibangun,” katanya. Dia pun kemudian dipanggil oleh Dinas Cipta Karya untuk menjadi operator kelistrikan dan perairan. Karena punya pengalaman di bidang itu, dia pun menyanggupinya.

Darmaji rela menerima upah minim, karena jam kerjanya juga pendek. Gaji yang dirinya peroleh bisa dibilang kurang untuk menjalani hidup bersama keluarganya. Yaitu sebesar Rp 600 ribu untuk tugasnya di JSG. “Sehari itu 20 ribu. Itu (kerjanya, Red) 3 jam,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pria itu mengaku, setelah pulang dari JSG, dirinya harus mencari pekerjaan lain agar rupiah yang diperoleh bertambah. Terkadang dirinya ngarit di sekitaran JSG untuk dibawa pulang untuk pakan sapi yang dipeliharanya.

Saat ada event, dirinya mengaku harus menginap karena pada malam hari ada pemasangan tenda dan sebagainya. “Itu nyiapin acara biasanya malem. Selesai jam 1 sampai jam 2. jadi, daripada pulang terus jam 5 pagi saya harus sudah di sini, lebih baik nginep,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat menginap di JSG, dia memilih untuk tidur di ruang ganti pemain. Tak jarang dirinya mendengar suara angin kencang hingga suara jangkrik. “Tapi, ya, saya biasa saja,” katanya.

Dikatakan, selama dirinya bertugas, bisa dibilang hampir setiap harinya selalu sepi. Maklum, setelah stadion diresmikan, hanya ada beberapa kali kegiatan di stadion kebanggaan Jember tersebut. Selebihnya, hari-hari menjalani aktivitas di JSG sering kali sepi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/