alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Misteri Area Perlindungan Zaman Jepang

Jejak peninggalan sejarah di Cakru Adanya sejumlah bangunan kecil yang masih kokoh di lingkungan perumahan warga di Desa Cakru, Kecamatan Kencong, banyak menyisakan teka-teki. Bangunan yang ditengarai sudah ada sejak zaman kemerdekaan itu banyak ditemui. Di sekitar Cakru saja, ada sekitar empat bangunan sejenis.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga sekitar menyebutnya perlindungan, atau bungker yang mirip sejenis benteng perang. Sepintas bangunan yang berbentuk kotak berukuran sekitar 3×4 meter itu tampak sederhana. Dengan tinggi hanya sekitar tiga meter, membuat siapa saja yang masuk ke dalamnya harus merunduk. Sementara, saat memasuki ke dalam, tak banyak yang bisa ditemukan. Hanya ruang kosong dengan lubang-lubang kecil sejengkal tangan di tiap sisinya.

Sejumlah tokoh masyarakat sekitar desa mengetahui bangunan perlindungan itu ada sejak zaman Jepang atau sebelum kemerdekaan. Hal itu dibuktikan dengan model konstruksi bangunan yang sangat mencolok antara bangunan khas peninggalan Jepang, Belanda, atau masyarakat pribumi. “Itu mungkin dibangun Jepang. Karena kalau di zaman Belanda, kurang tinggi. Sementara orang Belanda itu tinggi-tinggi,” kata Basorudin, tokoh masyarakat setempat.

Pernyataannya itu juga dikuatkan dengan kesaksian bapak dan pendahulu Basorudin. Kakek 63 tahun itu mengisahkan, dulunya kawasan tersebut merupakan kompleks militer. Karena hanya berjarak sekitar 10 meteran, terdapat perlindungan sejenis itu dan masih kokoh hingga saat ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga sekitar menyebutnya perlindungan, atau bungker yang mirip sejenis benteng perang. Sepintas bangunan yang berbentuk kotak berukuran sekitar 3×4 meter itu tampak sederhana. Dengan tinggi hanya sekitar tiga meter, membuat siapa saja yang masuk ke dalamnya harus merunduk. Sementara, saat memasuki ke dalam, tak banyak yang bisa ditemukan. Hanya ruang kosong dengan lubang-lubang kecil sejengkal tangan di tiap sisinya.

Sejumlah tokoh masyarakat sekitar desa mengetahui bangunan perlindungan itu ada sejak zaman Jepang atau sebelum kemerdekaan. Hal itu dibuktikan dengan model konstruksi bangunan yang sangat mencolok antara bangunan khas peninggalan Jepang, Belanda, atau masyarakat pribumi. “Itu mungkin dibangun Jepang. Karena kalau di zaman Belanda, kurang tinggi. Sementara orang Belanda itu tinggi-tinggi,” kata Basorudin, tokoh masyarakat setempat.

Pernyataannya itu juga dikuatkan dengan kesaksian bapak dan pendahulu Basorudin. Kakek 63 tahun itu mengisahkan, dulunya kawasan tersebut merupakan kompleks militer. Karena hanya berjarak sekitar 10 meteran, terdapat perlindungan sejenis itu dan masih kokoh hingga saat ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga sekitar menyebutnya perlindungan, atau bungker yang mirip sejenis benteng perang. Sepintas bangunan yang berbentuk kotak berukuran sekitar 3×4 meter itu tampak sederhana. Dengan tinggi hanya sekitar tiga meter, membuat siapa saja yang masuk ke dalamnya harus merunduk. Sementara, saat memasuki ke dalam, tak banyak yang bisa ditemukan. Hanya ruang kosong dengan lubang-lubang kecil sejengkal tangan di tiap sisinya.

Sejumlah tokoh masyarakat sekitar desa mengetahui bangunan perlindungan itu ada sejak zaman Jepang atau sebelum kemerdekaan. Hal itu dibuktikan dengan model konstruksi bangunan yang sangat mencolok antara bangunan khas peninggalan Jepang, Belanda, atau masyarakat pribumi. “Itu mungkin dibangun Jepang. Karena kalau di zaman Belanda, kurang tinggi. Sementara orang Belanda itu tinggi-tinggi,” kata Basorudin, tokoh masyarakat setempat.

Pernyataannya itu juga dikuatkan dengan kesaksian bapak dan pendahulu Basorudin. Kakek 63 tahun itu mengisahkan, dulunya kawasan tersebut merupakan kompleks militer. Karena hanya berjarak sekitar 10 meteran, terdapat perlindungan sejenis itu dan masih kokoh hingga saat ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/