alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Hadirkan Aplikasi Pencari Kos

300 Aplikasi Web Dipamerkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Teknologi informasi (TI) telah jadi bagian hidup yang tak bisa dilepaskan. Lewat tangan kreatif mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije). Tidak hanya sebagai konsumen TI, tapi juga produsen TI. Inilah yang tersaji di IT Exhibition 2020 yang menghadirkan 300 aplikasi berbasis website.

Gelaran pameran produk TI ciptaan mahasiswa itu tersaji di lantai III gedung Jurusan TI. Beragam aplikasi seperti sistem informasi alumni, sekolah, klinik pratama, persewaan barang outdoor, sistem jual beli, hingga aplikasi pencari kos ditampilkan. Sebagai informasi, aplikasi pencari kos hampir selalu ada dalam IT Exhibition setiap tahunnya. Tahun ini ada dua tim yang membuat web pencari kos, yaitu Kos Kita dan Papikos.

Nefarida yang membuat aplikasi Papikos mengaku, ide membuat aplikasi berbasis web untuk pencari kos-kosan karena dari latar belakang dirinya sebagai anak kos-kosan yang awalnya kesulitan cari referensi kos-kosan. Oleh karena itu, dia bersama teman satu timnya menuangkan ide-ide dengan bentuk aplikasi kos-kosan. Setidaknya tiga bulan lamanya, ide hingga membuat aplikasi berbasis web diselesaikan. “Paling lama itu idenya sih. Kalau ide sudah matang, untuk aplikasinya lebih gampang,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pemeran produk TI tersebut juga dipantau langsung oleh Wadir III Bidang Kemahasiswaan Polije, Wahyu Kurnia Dewanto. “Alangkah baiknya semua sistem pembayaran pemesan kos lewat aplikasi, untuk menghindari transaksi langsung ke pemilik kos. Termasuk juga sertakan Google Maps lokasi kos tersebut,” ucap Wahyu kepada mahasiswa yang membuat aplikasi Kos Kita.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Teknologi informasi (TI) telah jadi bagian hidup yang tak bisa dilepaskan. Lewat tangan kreatif mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije). Tidak hanya sebagai konsumen TI, tapi juga produsen TI. Inilah yang tersaji di IT Exhibition 2020 yang menghadirkan 300 aplikasi berbasis website.

Gelaran pameran produk TI ciptaan mahasiswa itu tersaji di lantai III gedung Jurusan TI. Beragam aplikasi seperti sistem informasi alumni, sekolah, klinik pratama, persewaan barang outdoor, sistem jual beli, hingga aplikasi pencari kos ditampilkan. Sebagai informasi, aplikasi pencari kos hampir selalu ada dalam IT Exhibition setiap tahunnya. Tahun ini ada dua tim yang membuat web pencari kos, yaitu Kos Kita dan Papikos.

Nefarida yang membuat aplikasi Papikos mengaku, ide membuat aplikasi berbasis web untuk pencari kos-kosan karena dari latar belakang dirinya sebagai anak kos-kosan yang awalnya kesulitan cari referensi kos-kosan. Oleh karena itu, dia bersama teman satu timnya menuangkan ide-ide dengan bentuk aplikasi kos-kosan. Setidaknya tiga bulan lamanya, ide hingga membuat aplikasi berbasis web diselesaikan. “Paling lama itu idenya sih. Kalau ide sudah matang, untuk aplikasinya lebih gampang,” tuturnya.

Pemeran produk TI tersebut juga dipantau langsung oleh Wadir III Bidang Kemahasiswaan Polije, Wahyu Kurnia Dewanto. “Alangkah baiknya semua sistem pembayaran pemesan kos lewat aplikasi, untuk menghindari transaksi langsung ke pemilik kos. Termasuk juga sertakan Google Maps lokasi kos tersebut,” ucap Wahyu kepada mahasiswa yang membuat aplikasi Kos Kita.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Teknologi informasi (TI) telah jadi bagian hidup yang tak bisa dilepaskan. Lewat tangan kreatif mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije). Tidak hanya sebagai konsumen TI, tapi juga produsen TI. Inilah yang tersaji di IT Exhibition 2020 yang menghadirkan 300 aplikasi berbasis website.

Gelaran pameran produk TI ciptaan mahasiswa itu tersaji di lantai III gedung Jurusan TI. Beragam aplikasi seperti sistem informasi alumni, sekolah, klinik pratama, persewaan barang outdoor, sistem jual beli, hingga aplikasi pencari kos ditampilkan. Sebagai informasi, aplikasi pencari kos hampir selalu ada dalam IT Exhibition setiap tahunnya. Tahun ini ada dua tim yang membuat web pencari kos, yaitu Kos Kita dan Papikos.

Nefarida yang membuat aplikasi Papikos mengaku, ide membuat aplikasi berbasis web untuk pencari kos-kosan karena dari latar belakang dirinya sebagai anak kos-kosan yang awalnya kesulitan cari referensi kos-kosan. Oleh karena itu, dia bersama teman satu timnya menuangkan ide-ide dengan bentuk aplikasi kos-kosan. Setidaknya tiga bulan lamanya, ide hingga membuat aplikasi berbasis web diselesaikan. “Paling lama itu idenya sih. Kalau ide sudah matang, untuk aplikasinya lebih gampang,” tuturnya.

Pemeran produk TI tersebut juga dipantau langsung oleh Wadir III Bidang Kemahasiswaan Polije, Wahyu Kurnia Dewanto. “Alangkah baiknya semua sistem pembayaran pemesan kos lewat aplikasi, untuk menghindari transaksi langsung ke pemilik kos. Termasuk juga sertakan Google Maps lokasi kos tersebut,” ucap Wahyu kepada mahasiswa yang membuat aplikasi Kos Kita.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/